VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 1>
By Fendra Black in Breakthrough community
“Hooooooaaaammmmm” Fiko menguap dengan malas di atas kasurnya wajahnya yang ampir berbentuk oval terkena sinar matahari pagi, dia pun memalingkan wajahnya ke sebelah kiri melihat matahari yang terbit di jendela kamarnya kemudian bangkit dari tempat tidur sambil mengacak2 rambutnya yang lumayan gondrong dengan melempar selimutnya entah kemana.
Dengan santai dia berjalan keluar kamar yang terletak di lantai 2, baru membuka pintu kamar tiba terdengar suara ibunya berteriak
“FFFFIIIIIKKKKOOOOOO sekarang sudah jam berapa? Kamu mau terlambat ke sekolah lagi hari ini?”
Fiko yang baru tersadar dari perkataan ibunya kembali ke dalam kamar kemudian melihat jam digital yang berada di atas meja belajarnya
“ waaaaaaaaaa udah jam 6:30 bisa telat nih ikut upacara -_- , bisa di panggang di lapangan seharian nih ceritanya kalau telat masuk”
Fiko pun langsung memakai seragam SMA nya dengan kemeja putih dengan Jas hitam dengan sedikit garis2 putih berlogo SMA d sebelah kiri serta menggunakan celana panjang hitam dan dasi berwarna merah, perbedaan murid kelas 10 11 dan 12 adalah dengan melihat logo di jas mereka yg warna dasar sebagian emblemnya berwarna hijau kuning dan merah. Dan tidak lupa ketinggalan dia mengambil sebuah benda menyerupai kalung yg tipis berbentuk lingkaran [ Xnecklace berupa kalung yang memiliki teknologi mirip sebuah komputer pada masa lalu yang di pasang d leher, yang tersambung dengan sebuah implan chip di belakang leher sehingga dapat menampilkan dapat terhubung dengan panca indera seperti mata,pendengaran,dll ] lalu memasangnya di lehernya kemudian menekan tombol yang terdeteksi dengan finger print pemiliknya.
Dia kemudian turun dari kamar berlari ke dalam kamar mandi untuk membasuh muka lalu ke dapur mengambil roti di meja dan langsung berlari berangkat sekolah tanpa mengucapkan salam langsung berlari ke terminal MRT , untuk saat ini tahun 2025 seluruh akses transportasi di kota seluruh indonesia sudah menggunakan MRT yang terminalnya menjadi 1 dengan bus kota. Jarak antara perumahaanya di daerah Sawojajar dengan SMA Tunas Bangsa di daerah Dieng berjarak kurang lebih 3KM di tempu sekitar 30 menit, ketika Fiko sudah sampai di terminal MRT dekat sekolahnya berjarak 200M dia langsung berlari ke arah sekolah
Sesampainya di depan pagar sekolah Fiko langsung masuk ke wilayah sekolah tapi baru melangkah 10x tiba2 dari arah pos satpam di gerbang ada yang memanggilnya
“Hei nak sini kamu”
dengan santai Fiko menoleh dan menyapa gurunya yang berbadan tegap berkumis tebal serta rambut botak itu “ya Pak Anang?:)”
“kamu tahu sekarang sudah jam berapa?” dengan ekspresi datar
Fiko melihat jam digital yang berada di sebelah kanan atas penglihatanya “jam 7:10 pak:)” dengan tampang tanpa dosa
“udah tahu telat tapi masih bisa senyum2 kamu, sini ikut bapak” yang langsung menarik kerah jas Fiko dan menyeretnya ke Lapangan Upacara, melewati beberapa murid dari belakang dalam pikiran Fiko dia sudah terselamatkan tapi ternyata si guru killer ini terus menariknya lewat samping pemimpin upacara dan akhirnya berhenti tepat di samping pembina upacara
Dalam hati Fiko berkata “wah ini namanya tadi udah terbang ke langit ke7 tiba2 d dorong jatuh ke tanah -_-, ini namanya sih di bully tapi secara halus”, Setelah melewati setengah hari pelajaran yang membosankan bel istirahat pun terdengar di masing2 kelas
“akhirnya ½ hari pelajaran membosankan selesai dan yang di tunggu2 tiba” tapi tiba2 ketika baru beranjak dari meja belajarnya sebuah message di sebelah kiri penglihatanya menampilkan tanda berwarna merah berkedip2 tanda ada pesan masuk, dengan menyentuhnya sebuah pop up window keluar di depan penglihatanya yg menutup sebagian besar penglihatanya. Setelah selesai membaca dia pun menutup kembali window tersebut lalu berjalan ke arah kantin
Selama perjalananya dari kelas yang berada paling belakang sekolah sampai ke kantin semua murid menatapnya dengan pandangan mengejek “gak ada bedanya seperti dulu”, Setelah tiba di kantin Fiko melihat daftar menu digital yang terupdate “hmm hari ini makan pangsit aja deh, pesen 1 pangsit bu” setelah pesanan datang dia membawanya ke bangku paling pojok di kantin, Kantin itu berbentuk seperti huruf U yang di tengah2nya terdapat kolam kecil serta taman yang rindang, apabila dia menoleh ke kanan dia dapat melihat pemandangan itu.
Tiba terdengar seseorang memanggil namanya, Fiko pun tersadar dari lamunanya akan masa lalu dan menoleh ke asal suara yang memanggilnya dia adalah seorang murid senior di sekolah ini dengan wajah yang bisa di bilang selalu tersenyum ke orang lain seakan hidupnya tanpa beban dengan rambut di sisir ke arah kanan dan memiliki badan yang atletis semakin memperlihatkan kesempurnaanya di sekolah ini
“hei fik gimana rasanya jadi asissten pembina upacara? Kamu jadi seperti tamu penting tadi”
“ah gila fiz rasanya kayak di bully seluruh sekolah belum lagi setelah kejadian itu semua anak di sekolah ini ngeliatin semua ke arahku ckckck” sambil Fiko mencoba mengambil sendok di depannya, dan di balas oleh Hafiz sambil sedikit tertawa “ya sekali2 jadi terkenal ga masalah kan? Hahahah” kemudian dia duduk di bangku di depan meja Fiko
“serah sih tapi aku gak peduli sama hal gituan, btw tadi ngirim message minta ketemu ngapain?”
“nih fik ada yang mau aku kasik liat ke kamu tapi kamu udah connect kan ke jaringan sekolah?”
“udah lah masa belom sini dah jangan lama2 kirim filenya” sambil Fiko mencoba menyantap pangsit pesananya Hafiz pun mulai menggerakkan tangannya ke kiri dan kekanan kemudian menatap fiko kembali
“nih filenya terima ya nama filenya ragnaroktrailler.avi”
“ragnarok?”
“dah terima dulu terus liat baru komentar ckckckck banyak tanya dah”
Dengan masih melanjutkan makanya fiko menerima file tersebut, setelah selesai proses pengiriman file yang lumayan cepat fiko membuka file tersebut dan keluar sebuah window berupa cuplikan sebuah video game
“game?emang ada apaan lagi sama game ini fiz?”
“dah liat aja bawel amad sih, liat dulu sampai selesai kalau masih gak paham baru tanya”
Setelah video berdurasi 2 menit selesai Fiko pun menggeser window tersebut ke arah kanan untuk meminimize “hmm game online lagi ya?baru?emang apa bedanya sama game2 Virtual Reality yang lain?”
“Gimana kalau kamu coba instal dulu game itu?”
Dengan ekspresi jengkel fiko melihat hafiz “tadi di suruh lihat dulu baru tanya lalu sekarang suruh coba install?-_- emang apa hebatnya sih game jadul yang di release ulang lagi? Bukanya malah orang2 dulu yang main game ini kalau balik bakal tau semua triknya atau menjual info2 dengan harga mahal pada newbie?”
Dengan menggelengkan kepalanya hafiz mencoba menjelaskan sedikit tentang game itu yang mungkin bisa menyulut semangat fiko menyentuh game online lagi “yah repot memang ngomong sama kamu, gini2 emang sih itu game jadul tapi sistemnya banyak yang di ubah dan di perbaharui demi kenyamanan player bahkan publishernya tidak sedikit2 meminta kita membeli item ato yang lainya dengan uang asli, bahkan item dan uang di game ini bebas di perjual belikan menjadi uang asli tanpa harus kita kejar2an sama cyber police”
Setengah kaget fiko ampir memuntahkan mie yang penuh di mulutnya “dimana beli installernya?dimana?ayo sekarang kita ke sana” dengan mata bercahaya fiko bertanya2 ke hafiz dan hafiz untuk kesekian kalinya menggelengkan kepalanya di hadapan fiko
“tuhkan kl UUD [ Ujung Ujungnya Duit ] pasti respondmu berubah secara drastis”
“hahahahaha tau lah mana mungkin sih ada hal sekeren ini di lepasin fiz?”
“ya udah nanti sehabis pulang sekolah temuin aku di depan ruangan OSIS”
“tunggu fiz 1 lagi yang mau di tanyain”
“apa?”
“soal tanggal release game ini dan udah berapa lama game ini muncul?”
Dengan tangan hafiz yg menggarukkan kepala sambil memejamkan mata dia menginggat tanggal release dan berapa lama game Ragnarok Online ini muncul
“hmm releasenya kalau g salah tanggal 1 januari 2025, ya kalau sekarang tanggal 3 september 2025 berarti udah 8 bulan game ini ada fik”
“ya udah nanti jam sepulang sekolah kita ke First Media game shop beli game itu” kemudian bel tanda masuk kelas pun berbunyi semua murid kembali ke kelas masing termasuk fiko dan hafiz, setelah jam 2 siang pelajaran pun selesai semua murid2 pun keluar kelas lalu pulang tapi fiko berjalan ke arah ruang OSIS yang berada di dekat lapangan upacara tadi pagi
Setelah sampai di depan ruang OSIS fiko melihat beberapa murid laki2 dan perempuan tiba2 menatap dirinya dengan pandangan sinis seakan pandangan mereka menusuk langsung jantungnya, dengan cuek fiko menyentuh tombol phone book dan mencari daftar nomer telefon hafiz kemudian melakukan panggilan tiba2 bunyi *tut* terdengar
“HOI FIZ LAMA BENER AYO”
“iya iya bentar nih lagi ngumpulin berkas OSIS tgg 2 menit dah”
Setelah 2 menit yang berjalan bagai 2 jam akhirnya hafiz menghampiri fiko yang jongkok di samping pintu ruang OSIS dan langsung mengajaknya pergi ke First Media membeli installer game, setelah menemukan installernya hafiz berinisiatif mencari online cafe kemudian mengajak fiko menginstal game tersebut di sana
“hei fiz installernya?” fiko menunjukkan sebuah benda mirip dan seukuran pil obat yang memiliki conector di ujungnya agar dapat tersambung ke berwarna merah, setelah memasang installernya sebuah window dengan tulisan muncul yang berbentuk sedikit memperlihatkan shadow di pinggiran windownya.
Kemudian fiko memilih tombol dan langsung window tersebut seakaan pecah menjadi partikel cahaya kecil dan berganti menjadi sebuah bar installer berwarna biru cerah bertuliskan setelah proses install selesai sekali lagi bar installernya pecah menjadi partikel cahaya kemudian muncul tulisan
Dengan mata berkedip2 fiko bertanya2 “welcome to ragnarok online?”
“udah selesai ya installnya?”
“terus apa yang harus di lakuin abiz ini?”
“ckckckc baca lah manual booknya fik kayak kamu baru pertama kali aja main game online”
Kemudian fiko mengambil manual book dari dalam plastik tempat installer tadi berada kemudian membolak baliknya dan akhirnya dia menemukan sebuah komando untuk online ke dalam game
“nih dah ketemu pis, coba ya”
[Connection Start]
Tiba2 semua pandangan fiko berubah menjadi gelap menuju ke dunia virtual tapi sebenarnya keadaannya di dunia nyata seperti orang tertidur karena indera penglihatan perasa bau pendengaran dll di pindahkan ke dunia virtual, ketika pandanganya berubah menjadi gelap keluar garis berwarna biru cerah memutar di sekitar tubuh fiko selang beberapa detik tiba2 seakaan tubuhnya tertekan gravitasi dan jatuh serta tampilan hitam di penglihatanya seperti tertarik ke atas dan di gantikan warna putih.
Sekarang fiko berada di sebuah ruangan berwarna putih dengan cahaya biru yang mengelilinginnya, ketika dia sedang melihat sekelilingnya tiba2 sebuah window berwarna hitam muncul di depan tubuhnya bertuliskan [Ragnarok Online>]berwarna biru cerah, terdapat juga tampilan [Username] [Password] [Forgot Password] yang posisinya berbaris dari atas ke bawah serta tampilan [Sign Up] di bawah sebelah kiri. Fiko akhirnya menyentuh tombol [Sign Up] kemudian keluar lagi tampilan pop up window [Register ID] yang menutupi window sebelumnya, setelah membaca syarat2nya dia pun menekan tombol [Ok] d bawah window tersebut
Sedetik kemudian window [Register ID] beserta window yang lain pecah menjadi serpihan cahaya di sertai munculnya berbagai macam model job character di depan tubuhnya. Muncul lagi sebuah window hitam [Create Character] yang berisih 2 pilihan opsi [Suggest Sistem] / [Self Sistem], dalam hatinya fiko bertanya2 “Suggest sistem? Self sistem? O.o apaan lagi ini, tau dah pilih Suggest Sistem aja deh dari pada bingung” setelah menentukan pilihanya dan menekan opsi [Suggest Sistem] kemudian window tersebut menghilang secara halus beserta deretan job character tadi yang di gantikan dengan sebuah tampilan character memakai celana panjang coklat berhiaskan bola2 berwarna hitam seaakan terbuat dari kulit macan tutul dengan menggunakan baju bagian depan terbuka serta hiasan bulu di bagian lehernya
Kemudian muncul sebuah window lagi bertuliskan [Job Character : Shadow Chaser], setelah beberapa detik melihat tampilan character tersebut fiko bertanya2 “pakaianya gaje banget ini buat cewek apa cowok ya? Tapi kok bagian depan bajunya hilang ampir selurunya o.O tapi biarin dah dari pada bingung milih job character yang lain, ngikut aja dah~” setelah itu dia menekan tombol [Ok] d bagian bawah list nama job character tersebut, beberapa detik kemudian muncul suara entah dari mana yang terdengar halus seperti suara perempuan “nick, serta model rambut character akan di pilih secara random apakah anda setuju?”
Muncul lagi window dengan pilihan [Yes] [No], fiko akhirnya menekan tombol [Yes] dan sekali lagi matanya di butakan oleh cahaya silau di iringi lanjutan suara perempuan tadi “anda akan di pindahkan ke kota awal job anda, selamat berjuang”. Setelah suara itu sayup2 hilang tiba terdengar suara gemuruh angin yang lumayan keras di telinganya, fiko akhirnya mencoba membuka matanya dan melihat sebuah pemandangan yang benar2 hancur di depannya
“seperti bangunannya hancur terkena badai tapi apa mungkin badai gurun bisa menghancurkan tembok dan membuat tanah berubah menjadi kehitam2an” sambil menggaruk rambut serta menoleh ke kiri dan kananya dia bertanya2, kemudian dia mencoba berkeliling kota tersebut mencari apa ada orang yang tinggal di kota itu
Setelah 20 menit berjalan dia menemukan sebuah bangunan bertuliskan [Moroc Inn] yang tulisanya seperti mau terlepas dari tembok bangunan tersebut, dengan bertanya2 fiko masuk ke bangunan tersebut dan melihat sebuah perempuan berdiri sambil menundukkan setengah badanya ke depan ketika fiko masuk “oh seorang [NPC] ternyata” setengah kaget dia berbicara seperti itu. Kemudian melihat2 kesekeliling ruangan tepat di meja pojokan ada seorang laki2 berbadan biasa saja berambut hitam dengan rambut yang menutupi setengah wajahnya, dengan ragu2 fiko menghampiri laki2 tersebut yang sepertinya memiliki aura dingin serta membunuh yang kuat
“hmm permisi kakak bisa tanya sedikit gak soal tempat ini”
Laki2 tersebut yang tadi sepertinya tertidur kemudian mengangkat wajahnya sedikit ke atas menghadap fiko “soal kota ini?”
Dengan ragu2 fiko menangguk “yah gak banyak cuman mau tanya ini kota apa serta kenapa suasana di luar seperti kota yang habis di porak poranda badai pasir”
“itu bukanlah suasana yang habis di terjang badai pasir” dengan ekspresi yang tetap dingin sambil menyilangkan kedua tangannya di meja
“bukan terjangan badai pasir?lalu apa?”sambil fiko duduk perlahan di dekat laki2 tersebut
“yah awalnya kota ini adalah kota dagang terbesar di negara ini, nama kota ini adalah Moroc yang terkenal dengan keramaian kegiatan jual beli serta piramida2nya tapi sekelompok orang berhasil menyelesaikan sebuah quest awal yang tak pernah di duga seluru player game ini”
“ha quest awal yang tak terduga?” dengan respond fiko sedikit kaget
“ya sebuah quest awal dari struktur grand quest di game ini, yang bernama [Cursed of Sattan Moroc] mungkin pemikiran para player tentang quest ini hanya kerusuhan kecil di sedikit wilayah tapi kenyataanya berbeda , ketika kamu keluar dari tempat ini coba berjalan k arah timur maka akan terlihat sebuah tanah berwarna hitam kan dengan sebuah lobang menganga di tengah2nya yang dasarnya bahkan tak terlihat”
“ya aku melihat perbedaan tanah antara tempat ku berpijak awal dengan tempat tersebut” fiko sambil mengangguk2an kepalanya
“sebenarnya di tengah lubang itu dulu terdapat sebuah piramida cantik yang di kelilingi dengan danau tapi tiba2 setelah quest awal itu terselesaikan, piramida beserta danau di sekitarnya tiba2 seperti tenggelam dengan di iringi gempa yang sangat kuat dan langit2 pun berubah menjadi gelap kemudian muncullah sebuah mosnter bernama [Sattan Moroc] yang menurut desas desus sudah lama tersegel di antara dimensi kita dengan dimensi lain” sambil menoleh ke kiri dan ke kanan dengan pandangan waspada
“oh seperti itu ceritanya bener2 mengesankan” kata fiko dengan santainya
“oia terus untuk mengetahui kita dimana ya?”
“coba geser udara dengan jari telunjuk serta jari tengah tangan kananmu ke arah kanan”
Setelah di beri instruksi seperti itu fiko mencoba menggesernya dan kemudian muncul sebuah barisan tombol berjajar dari kiri ke kanan dengan warna putih berbentuk bulat
“ah ini ya, terima kasih banyak a...”sambil kebingungan ingin mengucapkan terimakasih pada orang tersebut
“panggil saja Envy itu adalah nama characterku”
“ah namaku adalah Black Hat” fiko berkata sambil melihat tulisan di main menu window settingnya
“terima kasih atas cerita yang menarik Envy, oia 1 lagi terus ini caranya log out aku harus bagaimana?” sekali lagi fiko bertanya sambil menggaruk2an kepalanya
“kau lihat perempuan tadi yang memberi hormat kepadamu ketika masuk?berbicaralah dengannya”
“ah perempuan itu ya” sambil fiko menoleh ke arah NPC penjaga penginapan tadi yang menyapanya, setelah melihat npc tadi fiko kembali menoleh ke arah envy sambil berkata “ah terima kasih en....”
Sambil berkedip mata fiko, dia bingung kemana orang yang tadi dia tanyai tiba2 menghilang tanpa jejak hanya beberapa detik setelah fiko memalingkan mukanya
“ah apa tadi hantu?tapi mana mungkin ada monster type ghost di sebuah kota -_-, udah ah cepet2 ngobrol sama npc itu lalu log out pasti si hafiz udah nunggu lama”sambil berkata fiko berdiri menghampiri npc penjaga penginapan kemudian berbicara denganya dan di beritahukan untuk menginap di latai ke2 bangunan itu, setelah membayar uang menginap fiko menuju ruangan atas gedung tersebut kemudian menggeser udara dengan jari telunjuk dan tengahnya ke arah kanan kemudian mencari pilihan setelah menemukanya dia memilih , beberapa detik kemudian seakan2 cahaya silau seperti dia login tadi terjadi dengan menghilangnya berbagai suara di penginapan tersebut yang pelan2 suara yang fiko dengar berbeda
Hafiz yang menanti lumayan lama hanya dapat menunggu sambil melanjutkan pekerjaan OSISnya yang dia ambil sebelum mengantar fiko mencari installer game “wah betah nih kayaknya si fiko dengan game barunya” setelah berbicara seperti itu tiba2 fiko bangun dari posisinya yang tadi kepalanya berada di meja cafe dengan tangan bergelantungan sekarang kepalanya sedikit bangkit dan di geleng2kan serta mencoba fokus dengan penglihatanya sekarang
Karena efek perpindahan indera dari dunia virtual kembali ke dunia nyata butuh waktu beberapa detik untuk menstabilkan kembali indera di dunia nyata “wah sepertinya aku login lama ya?”
“ah gak juga kok fik ya lumayan lah, tapi gimana tadi di dalam gamenya keren?”
“wah aku login di sebuah kota yang udah hancur” kata fiko sambil mengangguk2an kepalanya sambil mengingat kejadianya bertemu seseorang tadi di penginapan yang tiba2 menghilang setelah beberapa detik menoleh ke arah penjaga penginapan
“ow di moroc ya hmm ya udah besuk aja pas istirahat di kantin sekolah aku jelaskan rule2 game tersebut dengan berbagai macam hal2nya, oia sampai besuk aku jelasin jangan sekali2 login dulu ke game ya selain seperti membuat character awal tadi” kata hafiz mengingatkan temanya ini agar tidak melakukan hal bodoh sebelum tau rule2 di game tersebut
“ya iya pak guru sapa juga yang langsung mau maenin game ini tanpa tau rulenya serta seluk beluknya, nanti setiba di rumah aku mulai mencari informasi soal game ini yang sekarang serta versi jadulnya hhahahahaha” sambil sedikit tertawa fiko mengatakanya
“ya udah yuk pulang” ajak hafiz
“yok cabut”
By Fendra Black in Breakthrough community
“Hooooooaaaammmmm” Fiko menguap dengan malas di atas kasurnya wajahnya yang ampir berbentuk oval terkena sinar matahari pagi, dia pun memalingkan wajahnya ke sebelah kiri melihat matahari yang terbit di jendela kamarnya kemudian bangkit dari tempat tidur sambil mengacak2 rambutnya yang lumayan gondrong dengan melempar selimutnya entah kemana.
Dengan santai dia berjalan keluar kamar yang terletak di lantai 2, baru membuka pintu kamar tiba terdengar suara ibunya berteriak
“FFFFIIIIIKKKKOOOOOO sekarang sudah jam berapa? Kamu mau terlambat ke sekolah lagi hari ini?”
Fiko yang baru tersadar dari perkataan ibunya kembali ke dalam kamar kemudian melihat jam digital yang berada di atas meja belajarnya
“ waaaaaaaaaa udah jam 6:30 bisa telat nih ikut upacara -_- , bisa di panggang di lapangan seharian nih ceritanya kalau telat masuk”
Fiko pun langsung memakai seragam SMA nya dengan kemeja putih dengan Jas hitam dengan sedikit garis2 putih berlogo SMA d sebelah kiri serta menggunakan celana panjang hitam dan dasi berwarna merah, perbedaan murid kelas 10 11 dan 12 adalah dengan melihat logo di jas mereka yg warna dasar sebagian emblemnya berwarna hijau kuning dan merah. Dan tidak lupa ketinggalan dia mengambil sebuah benda menyerupai kalung yg tipis berbentuk lingkaran [ Xnecklace berupa kalung yang memiliki teknologi mirip sebuah komputer pada masa lalu yang di pasang d leher, yang tersambung dengan sebuah implan chip di belakang leher sehingga dapat menampilkan dapat terhubung dengan panca indera seperti mata,pendengaran,dll ] lalu memasangnya di lehernya kemudian menekan tombol yang terdeteksi dengan finger print pemiliknya.
Dia kemudian turun dari kamar berlari ke dalam kamar mandi untuk membasuh muka lalu ke dapur mengambil roti di meja dan langsung berlari berangkat sekolah tanpa mengucapkan salam langsung berlari ke terminal MRT , untuk saat ini tahun 2025 seluruh akses transportasi di kota seluruh indonesia sudah menggunakan MRT yang terminalnya menjadi 1 dengan bus kota. Jarak antara perumahaanya di daerah Sawojajar dengan SMA Tunas Bangsa di daerah Dieng berjarak kurang lebih 3KM di tempu sekitar 30 menit, ketika Fiko sudah sampai di terminal MRT dekat sekolahnya berjarak 200M dia langsung berlari ke arah sekolah
Sesampainya di depan pagar sekolah Fiko langsung masuk ke wilayah sekolah tapi baru melangkah 10x tiba2 dari arah pos satpam di gerbang ada yang memanggilnya
“Hei nak sini kamu”
dengan santai Fiko menoleh dan menyapa gurunya yang berbadan tegap berkumis tebal serta rambut botak itu “ya Pak Anang?:)”
“kamu tahu sekarang sudah jam berapa?” dengan ekspresi datar
Fiko melihat jam digital yang berada di sebelah kanan atas penglihatanya “jam 7:10 pak:)” dengan tampang tanpa dosa
“udah tahu telat tapi masih bisa senyum2 kamu, sini ikut bapak” yang langsung menarik kerah jas Fiko dan menyeretnya ke Lapangan Upacara, melewati beberapa murid dari belakang dalam pikiran Fiko dia sudah terselamatkan tapi ternyata si guru killer ini terus menariknya lewat samping pemimpin upacara dan akhirnya berhenti tepat di samping pembina upacara
Dalam hati Fiko berkata “wah ini namanya tadi udah terbang ke langit ke7 tiba2 d dorong jatuh ke tanah -_-, ini namanya sih di bully tapi secara halus”, Setelah melewati setengah hari pelajaran yang membosankan bel istirahat pun terdengar di masing2 kelas
“akhirnya ½ hari pelajaran membosankan selesai dan yang di tunggu2 tiba” tapi tiba2 ketika baru beranjak dari meja belajarnya sebuah message di sebelah kiri penglihatanya menampilkan tanda berwarna merah berkedip2 tanda ada pesan masuk, dengan menyentuhnya sebuah pop up window keluar di depan penglihatanya yg menutup sebagian besar penglihatanya. Setelah selesai membaca dia pun menutup kembali window tersebut lalu berjalan ke arah kantin
Selama perjalananya dari kelas yang berada paling belakang sekolah sampai ke kantin semua murid menatapnya dengan pandangan mengejek “gak ada bedanya seperti dulu”, Setelah tiba di kantin Fiko melihat daftar menu digital yang terupdate “hmm hari ini makan pangsit aja deh, pesen 1 pangsit bu” setelah pesanan datang dia membawanya ke bangku paling pojok di kantin, Kantin itu berbentuk seperti huruf U yang di tengah2nya terdapat kolam kecil serta taman yang rindang, apabila dia menoleh ke kanan dia dapat melihat pemandangan itu.
Tiba terdengar seseorang memanggil namanya, Fiko pun tersadar dari lamunanya akan masa lalu dan menoleh ke asal suara yang memanggilnya dia adalah seorang murid senior di sekolah ini dengan wajah yang bisa di bilang selalu tersenyum ke orang lain seakan hidupnya tanpa beban dengan rambut di sisir ke arah kanan dan memiliki badan yang atletis semakin memperlihatkan kesempurnaanya di sekolah ini
“hei fik gimana rasanya jadi asissten pembina upacara? Kamu jadi seperti tamu penting tadi”
“ah gila fiz rasanya kayak di bully seluruh sekolah belum lagi setelah kejadian itu semua anak di sekolah ini ngeliatin semua ke arahku ckckck” sambil Fiko mencoba mengambil sendok di depannya, dan di balas oleh Hafiz sambil sedikit tertawa “ya sekali2 jadi terkenal ga masalah kan? Hahahah” kemudian dia duduk di bangku di depan meja Fiko
“serah sih tapi aku gak peduli sama hal gituan, btw tadi ngirim message minta ketemu ngapain?”
“nih fik ada yang mau aku kasik liat ke kamu tapi kamu udah connect kan ke jaringan sekolah?”
“udah lah masa belom sini dah jangan lama2 kirim filenya” sambil Fiko mencoba menyantap pangsit pesananya Hafiz pun mulai menggerakkan tangannya ke kiri dan kekanan kemudian menatap fiko kembali
“nih filenya terima ya nama filenya ragnaroktrailler.avi”
“ragnarok?”
“dah terima dulu terus liat baru komentar ckckckck banyak tanya dah”
Dengan masih melanjutkan makanya fiko menerima file tersebut, setelah selesai proses pengiriman file yang lumayan cepat fiko membuka file tersebut dan keluar sebuah window berupa cuplikan sebuah video game
“game?emang ada apaan lagi sama game ini fiz?”
“dah liat aja bawel amad sih, liat dulu sampai selesai kalau masih gak paham baru tanya”
Setelah video berdurasi 2 menit selesai Fiko pun menggeser window tersebut ke arah kanan untuk meminimize “hmm game online lagi ya?baru?emang apa bedanya sama game2 Virtual Reality yang lain?”
“Gimana kalau kamu coba instal dulu game itu?”
Dengan ekspresi jengkel fiko melihat hafiz “tadi di suruh lihat dulu baru tanya lalu sekarang suruh coba install?-_- emang apa hebatnya sih game jadul yang di release ulang lagi? Bukanya malah orang2 dulu yang main game ini kalau balik bakal tau semua triknya atau menjual info2 dengan harga mahal pada newbie?”
Dengan menggelengkan kepalanya hafiz mencoba menjelaskan sedikit tentang game itu yang mungkin bisa menyulut semangat fiko menyentuh game online lagi “yah repot memang ngomong sama kamu, gini2 emang sih itu game jadul tapi sistemnya banyak yang di ubah dan di perbaharui demi kenyamanan player bahkan publishernya tidak sedikit2 meminta kita membeli item ato yang lainya dengan uang asli, bahkan item dan uang di game ini bebas di perjual belikan menjadi uang asli tanpa harus kita kejar2an sama cyber police”
Setengah kaget fiko ampir memuntahkan mie yang penuh di mulutnya “dimana beli installernya?dimana?ayo sekarang kita ke sana” dengan mata bercahaya fiko bertanya2 ke hafiz dan hafiz untuk kesekian kalinya menggelengkan kepalanya di hadapan fiko
“tuhkan kl UUD [ Ujung Ujungnya Duit ] pasti respondmu berubah secara drastis”
“hahahahaha tau lah mana mungkin sih ada hal sekeren ini di lepasin fiz?”
“ya udah nanti sehabis pulang sekolah temuin aku di depan ruangan OSIS”
“tunggu fiz 1 lagi yang mau di tanyain”
“apa?”
“soal tanggal release game ini dan udah berapa lama game ini muncul?”
Dengan tangan hafiz yg menggarukkan kepala sambil memejamkan mata dia menginggat tanggal release dan berapa lama game Ragnarok Online ini muncul
“hmm releasenya kalau g salah tanggal 1 januari 2025, ya kalau sekarang tanggal 3 september 2025 berarti udah 8 bulan game ini ada fik”
“ya udah nanti jam sepulang sekolah kita ke First Media game shop beli game itu” kemudian bel tanda masuk kelas pun berbunyi semua murid kembali ke kelas masing termasuk fiko dan hafiz, setelah jam 2 siang pelajaran pun selesai semua murid2 pun keluar kelas lalu pulang tapi fiko berjalan ke arah ruang OSIS yang berada di dekat lapangan upacara tadi pagi
Setelah sampai di depan ruang OSIS fiko melihat beberapa murid laki2 dan perempuan tiba2 menatap dirinya dengan pandangan sinis seakan pandangan mereka menusuk langsung jantungnya, dengan cuek fiko menyentuh tombol phone book dan mencari daftar nomer telefon hafiz kemudian melakukan panggilan tiba2 bunyi *tut* terdengar
“HOI FIZ LAMA BENER AYO”
“iya iya bentar nih lagi ngumpulin berkas OSIS tgg 2 menit dah”
Setelah 2 menit yang berjalan bagai 2 jam akhirnya hafiz menghampiri fiko yang jongkok di samping pintu ruang OSIS dan langsung mengajaknya pergi ke First Media membeli installer game, setelah menemukan installernya hafiz berinisiatif mencari online cafe kemudian mengajak fiko menginstal game tersebut di sana
“hei fiz installernya?” fiko menunjukkan sebuah benda mirip dan seukuran pil obat yang memiliki conector di ujungnya agar dapat tersambung ke berwarna merah, setelah memasang installernya sebuah window dengan tulisan muncul yang berbentuk sedikit memperlihatkan shadow di pinggiran windownya.
Kemudian fiko memilih tombol dan langsung window tersebut seakaan pecah menjadi partikel cahaya kecil dan berganti menjadi sebuah bar installer berwarna biru cerah bertuliskan setelah proses install selesai sekali lagi bar installernya pecah menjadi partikel cahaya kemudian muncul tulisan
Dengan mata berkedip2 fiko bertanya2 “welcome to ragnarok online?”
“udah selesai ya installnya?”
“terus apa yang harus di lakuin abiz ini?”
“ckckckc baca lah manual booknya fik kayak kamu baru pertama kali aja main game online”
Kemudian fiko mengambil manual book dari dalam plastik tempat installer tadi berada kemudian membolak baliknya dan akhirnya dia menemukan sebuah komando untuk online ke dalam game
“nih dah ketemu pis, coba ya”
[Connection Start]
Tiba2 semua pandangan fiko berubah menjadi gelap menuju ke dunia virtual tapi sebenarnya keadaannya di dunia nyata seperti orang tertidur karena indera penglihatan perasa bau pendengaran dll di pindahkan ke dunia virtual, ketika pandanganya berubah menjadi gelap keluar garis berwarna biru cerah memutar di sekitar tubuh fiko selang beberapa detik tiba2 seakaan tubuhnya tertekan gravitasi dan jatuh serta tampilan hitam di penglihatanya seperti tertarik ke atas dan di gantikan warna putih.
Sekarang fiko berada di sebuah ruangan berwarna putih dengan cahaya biru yang mengelilinginnya, ketika dia sedang melihat sekelilingnya tiba2 sebuah window berwarna hitam muncul di depan tubuhnya bertuliskan [Ragnarok Online>]berwarna biru cerah, terdapat juga tampilan [Username] [Password] [Forgot Password] yang posisinya berbaris dari atas ke bawah serta tampilan [Sign Up] di bawah sebelah kiri. Fiko akhirnya menyentuh tombol [Sign Up] kemudian keluar lagi tampilan pop up window [Register ID] yang menutupi window sebelumnya, setelah membaca syarat2nya dia pun menekan tombol [Ok] d bawah window tersebut
Sedetik kemudian window [Register ID] beserta window yang lain pecah menjadi serpihan cahaya di sertai munculnya berbagai macam model job character di depan tubuhnya. Muncul lagi sebuah window hitam [Create Character] yang berisih 2 pilihan opsi [Suggest Sistem] / [Self Sistem], dalam hatinya fiko bertanya2 “Suggest sistem? Self sistem? O.o apaan lagi ini, tau dah pilih Suggest Sistem aja deh dari pada bingung” setelah menentukan pilihanya dan menekan opsi [Suggest Sistem] kemudian window tersebut menghilang secara halus beserta deretan job character tadi yang di gantikan dengan sebuah tampilan character memakai celana panjang coklat berhiaskan bola2 berwarna hitam seaakan terbuat dari kulit macan tutul dengan menggunakan baju bagian depan terbuka serta hiasan bulu di bagian lehernya
Kemudian muncul sebuah window lagi bertuliskan [Job Character : Shadow Chaser], setelah beberapa detik melihat tampilan character tersebut fiko bertanya2 “pakaianya gaje banget ini buat cewek apa cowok ya? Tapi kok bagian depan bajunya hilang ampir selurunya o.O tapi biarin dah dari pada bingung milih job character yang lain, ngikut aja dah~” setelah itu dia menekan tombol [Ok] d bagian bawah list nama job character tersebut, beberapa detik kemudian muncul suara entah dari mana yang terdengar halus seperti suara perempuan “nick, serta model rambut character akan di pilih secara random apakah anda setuju?”
Muncul lagi window dengan pilihan [Yes] [No], fiko akhirnya menekan tombol [Yes] dan sekali lagi matanya di butakan oleh cahaya silau di iringi lanjutan suara perempuan tadi “anda akan di pindahkan ke kota awal job anda, selamat berjuang”. Setelah suara itu sayup2 hilang tiba terdengar suara gemuruh angin yang lumayan keras di telinganya, fiko akhirnya mencoba membuka matanya dan melihat sebuah pemandangan yang benar2 hancur di depannya
“seperti bangunannya hancur terkena badai tapi apa mungkin badai gurun bisa menghancurkan tembok dan membuat tanah berubah menjadi kehitam2an” sambil menggaruk rambut serta menoleh ke kiri dan kananya dia bertanya2, kemudian dia mencoba berkeliling kota tersebut mencari apa ada orang yang tinggal di kota itu
Setelah 20 menit berjalan dia menemukan sebuah bangunan bertuliskan [Moroc Inn] yang tulisanya seperti mau terlepas dari tembok bangunan tersebut, dengan bertanya2 fiko masuk ke bangunan tersebut dan melihat sebuah perempuan berdiri sambil menundukkan setengah badanya ke depan ketika fiko masuk “oh seorang [NPC] ternyata” setengah kaget dia berbicara seperti itu. Kemudian melihat2 kesekeliling ruangan tepat di meja pojokan ada seorang laki2 berbadan biasa saja berambut hitam dengan rambut yang menutupi setengah wajahnya, dengan ragu2 fiko menghampiri laki2 tersebut yang sepertinya memiliki aura dingin serta membunuh yang kuat
“hmm permisi kakak bisa tanya sedikit gak soal tempat ini”
Laki2 tersebut yang tadi sepertinya tertidur kemudian mengangkat wajahnya sedikit ke atas menghadap fiko “soal kota ini?”
Dengan ragu2 fiko menangguk “yah gak banyak cuman mau tanya ini kota apa serta kenapa suasana di luar seperti kota yang habis di porak poranda badai pasir”
“itu bukanlah suasana yang habis di terjang badai pasir” dengan ekspresi yang tetap dingin sambil menyilangkan kedua tangannya di meja
“bukan terjangan badai pasir?lalu apa?”sambil fiko duduk perlahan di dekat laki2 tersebut
“yah awalnya kota ini adalah kota dagang terbesar di negara ini, nama kota ini adalah Moroc yang terkenal dengan keramaian kegiatan jual beli serta piramida2nya tapi sekelompok orang berhasil menyelesaikan sebuah quest awal yang tak pernah di duga seluru player game ini”
“ha quest awal yang tak terduga?” dengan respond fiko sedikit kaget
“ya sebuah quest awal dari struktur grand quest di game ini, yang bernama [Cursed of Sattan Moroc] mungkin pemikiran para player tentang quest ini hanya kerusuhan kecil di sedikit wilayah tapi kenyataanya berbeda , ketika kamu keluar dari tempat ini coba berjalan k arah timur maka akan terlihat sebuah tanah berwarna hitam kan dengan sebuah lobang menganga di tengah2nya yang dasarnya bahkan tak terlihat”
“ya aku melihat perbedaan tanah antara tempat ku berpijak awal dengan tempat tersebut” fiko sambil mengangguk2an kepalanya
“sebenarnya di tengah lubang itu dulu terdapat sebuah piramida cantik yang di kelilingi dengan danau tapi tiba2 setelah quest awal itu terselesaikan, piramida beserta danau di sekitarnya tiba2 seperti tenggelam dengan di iringi gempa yang sangat kuat dan langit2 pun berubah menjadi gelap kemudian muncullah sebuah mosnter bernama [Sattan Moroc] yang menurut desas desus sudah lama tersegel di antara dimensi kita dengan dimensi lain” sambil menoleh ke kiri dan ke kanan dengan pandangan waspada
“oh seperti itu ceritanya bener2 mengesankan” kata fiko dengan santainya
“oia terus untuk mengetahui kita dimana ya?”
“coba geser udara dengan jari telunjuk serta jari tengah tangan kananmu ke arah kanan”
Setelah di beri instruksi seperti itu fiko mencoba menggesernya dan kemudian muncul sebuah barisan tombol berjajar dari kiri ke kanan dengan warna putih berbentuk bulat
“ah ini ya, terima kasih banyak a...”sambil kebingungan ingin mengucapkan terimakasih pada orang tersebut
“panggil saja Envy itu adalah nama characterku”
“ah namaku adalah Black Hat” fiko berkata sambil melihat tulisan di main menu window settingnya
“terima kasih atas cerita yang menarik Envy, oia 1 lagi terus ini caranya log out aku harus bagaimana?” sekali lagi fiko bertanya sambil menggaruk2an kepalanya
“kau lihat perempuan tadi yang memberi hormat kepadamu ketika masuk?berbicaralah dengannya”
“ah perempuan itu ya” sambil fiko menoleh ke arah NPC penjaga penginapan tadi yang menyapanya, setelah melihat npc tadi fiko kembali menoleh ke arah envy sambil berkata “ah terima kasih en....”
Sambil berkedip mata fiko, dia bingung kemana orang yang tadi dia tanyai tiba2 menghilang tanpa jejak hanya beberapa detik setelah fiko memalingkan mukanya
“ah apa tadi hantu?tapi mana mungkin ada monster type ghost di sebuah kota -_-, udah ah cepet2 ngobrol sama npc itu lalu log out pasti si hafiz udah nunggu lama”sambil berkata fiko berdiri menghampiri npc penjaga penginapan kemudian berbicara denganya dan di beritahukan untuk menginap di latai ke2 bangunan itu, setelah membayar uang menginap fiko menuju ruangan atas gedung tersebut kemudian menggeser udara dengan jari telunjuk dan tengahnya ke arah kanan kemudian mencari pilihan setelah menemukanya dia memilih , beberapa detik kemudian seakan2 cahaya silau seperti dia login tadi terjadi dengan menghilangnya berbagai suara di penginapan tersebut yang pelan2 suara yang fiko dengar berbeda
Hafiz yang menanti lumayan lama hanya dapat menunggu sambil melanjutkan pekerjaan OSISnya yang dia ambil sebelum mengantar fiko mencari installer game “wah betah nih kayaknya si fiko dengan game barunya” setelah berbicara seperti itu tiba2 fiko bangun dari posisinya yang tadi kepalanya berada di meja cafe dengan tangan bergelantungan sekarang kepalanya sedikit bangkit dan di geleng2kan serta mencoba fokus dengan penglihatanya sekarang
Karena efek perpindahan indera dari dunia virtual kembali ke dunia nyata butuh waktu beberapa detik untuk menstabilkan kembali indera di dunia nyata “wah sepertinya aku login lama ya?”
“ah gak juga kok fik ya lumayan lah, tapi gimana tadi di dalam gamenya keren?”
“wah aku login di sebuah kota yang udah hancur” kata fiko sambil mengangguk2an kepalanya sambil mengingat kejadianya bertemu seseorang tadi di penginapan yang tiba2 menghilang setelah beberapa detik menoleh ke arah penjaga penginapan
“ow di moroc ya hmm ya udah besuk aja pas istirahat di kantin sekolah aku jelaskan rule2 game tersebut dengan berbagai macam hal2nya, oia sampai besuk aku jelasin jangan sekali2 login dulu ke game ya selain seperti membuat character awal tadi” kata hafiz mengingatkan temanya ini agar tidak melakukan hal bodoh sebelum tau rule2 di game tersebut
“ya iya pak guru sapa juga yang langsung mau maenin game ini tanpa tau rulenya serta seluk beluknya, nanti setiba di rumah aku mulai mencari informasi soal game ini yang sekarang serta versi jadulnya hhahahahaha” sambil sedikit tertawa fiko mengatakanya
“ya udah yuk pulang” ajak hafiz
“yok cabut”
0 komentar:
Posting Komentar