VIRTUAL REALITY (New Begining, Ep. 2)

 VIRTUAL REALITY
<New Begining , Episode 2 >

Datang ke sekolah pagi hari hafiz di antar menaiki mobil dengan supir pribadinya, dia memasuki wilayah sekolahnya lebih pagi dari murid lain untuk membuat jadwal pertemuan dan kegiatan OSIS. Ketika baru mau membuka pintu ruangan OSIS tiba2 dari belakang pundak sebelah kananya merasa di sentuh oleh seseorang, dengan reflek kaget yang cepat hafiz menoleh ke arah kanan sambil badanya bergeser sedikit ke arah kiri untuk melihat siapa yang menyentuhnya.

Terlihat seorang perempuan seumuran dengan dia yang sama2 memakai seragam sekolahnya hanya perbedaanya terletak pada jas yang di pakainya atau lebih tepatnya sebuah blazer dengan rok setinggi di atas lututnya sedikit, berambut poni yang menutupi dahinya dan panjang rambut yang hampir menyentuh punggung tertata dengan rapi berwarna biru gelap dengan hidung mancung seperti perempuan2 eropa dengan warna berwarna biru cerah di padu dengan bibir kemerahan yang tipis.

Dia adalah [Ami] teman sekelas sekaligus pacar hafiz sejak kelas 10 yang termasuk dalam deretan 10 besar siswi tercantik di SMA Tunas Bangsa “ah hafiz kamu kaget ya fufufufuufu” sambil tertawa tertahan ami berbicara kepada hafiz

“jelaslah ini masih pagi ami, aku kira tadi ada hantu -_- by the way tumben banget kamu datang sepagi ini ke sekolah?” hafiz terheran2 dengan kedatangan ami sepagi ini biasanya dia datang 10 menit sebelum bel masuk berbunyi dengan santainya tapi berbeda dengan sekarang sikapnya seakan2 terburu atau mengejar sesuatu

“ya sekali2 datang pagi nyapa pacarnya masa gak boleh?”

“hmm tumben banget tapi makasih, tapi pasti ada sesuatu kan?”

Dengan kedua matanya yang bergerak dari kiri ke kanan serta ujung sepatu di kaki kirinya yang di hentak2an kecil ke tanah ami bergerak tiba2 menghampiri hafiz sampai punggung hafiz menyentuh tembok di sebelah pintu masuk ruang OSIS

“tuh dasi kamu miring sini aku benerin”

“eh tt. . .tung. . . tunggu ini kita berada di wilayah sekolah kalau ada yang melihat gimana” hafiz yang masing gugup bercampur bingung  sambil menoleh ke kiri dan ke kanan tetapi ami dengan santainya membetulkan posisi dasi pacarnya tersebut
“hmm sebenernya ada yang mau aku tanyain sama kamu fiz” dengan sedikit berbisik ami bertanya kepada hafiz apa yang sebenarnya kemarin dia lakukan sepulang sekolah bersama fiko di internet cafe

“ow soal itu ya hmm. . . hanya ngobrol2 doank soal ragnarok online”

“dia kembali bermain game VR lagi sekarang setelah kasus yang menimpanya 1 tahun yang lalu?” kata ami dengan pelan2 dengan tatapan tajamnya melihat hafiz seperti menyelidiki sesuatu

“hmm iya sih dia main lagi hanya untuk bersenang2 aja lagian aku yang ajak dia kok maen game VR lagi” kata hafiz sambil menyentuh pundak ami sambil membuat jarak di antara mereka agak merenggang

“tenang aja kamu tau kan RO sistemnya beda dengan game2 VR sebelum2nya”

“yah aku tau kok tapi aku juga kan player RO, lagian apa yang dia cari? Ah pasti dia akan ngelakuin  hal seperti yang dulu kan?” ami berkata sambil kembali menatap mata hafiz

“hmm entahlah tapi dia juga masih level 1 dan tentu dia belum tau semua rule di game itu, mungkin memakan waktu agak lama sampai niatanya terlaksana” kata hafiz mencoba menenangkan ami yang curiga

“ya udah kalau kamu yang bilang, aku ke kelas dulu ya say ada PR yang belum aku selesaikan mau minta file di temen2 dulu :p”

“tuh kan ketauan ckckckckk, makanya belajar dunk jangan leveling mulu sama shoping ke mall” sambil menggelengkan kepalanya hafiz menceramahi ami

“iya say :p dah ah kalau aku ngobrol terus sama kamu tugasku gak selesai2 nanti, duluan ya sayang” kemudian sambil melambaikan tangannya ami menghilang dari penglihatan hafiz

“sekarang masih jam 6:00, masih ada 1 jam lagi pasti jadwalnya sudah siap sebelum kelas di mulai” sambil melihat ke arah kiri atas penglihatanya hafiz mulai memasukin ruangan OSIS, seperti janjinya kemari kepada fiko bahwa mereka akan bertemu  lagi di kantin saat jam istirahat sekolah. 5 jam kemudian mereka bertemu di kantin, yang datang terlebih dahulu adalah fiko karena dia selalu telat sarapan dan telat datang ke sekolah jadi ketika bel istirahat berbunyi dia langsung  lari ke kantin memesan makanan minuman lalu duduk di tempat favoritnya di pojokan kantin seperti biasanya. Beberapa menit setelah fiko duduk terlihat hafiz datang dengan santainya sambil di sapa beberapa siswi perempuan ketika berjalan ke arah meja fiko

“hafiz makan sama kita yuk”

“iya fiz duduk sini aja mau kemana sih kamu?” dan berbagai maca suara ajakan terdengar silih berganti dari meja ke meja

“yah nanti ya :)” sambil melempar senyum dan kata ke para siswi dia melanjutkan kembali jalan ke arah meja paling pojok di kantin, ketika tiba di depan meja fiko hafiz langsung menarik kursi di seberang fiko dan langsung duduk

“seperti biasa meja pilihanmu selalu di pojokan sini emang apa enaknya sih? Bukan enak duduk di barisan tengah sana bareng cewek2 kawai :3” sambil wajahnya berubah bentuk seperti wajah seekor kucing imut yang di paksakan

“jangan bentuk wajahmu itu seperti kucing imut, itu GELI !!!” setelah fiko mengatakan hal tersebut mereka berdua tertawa, tiba2 dari arah para siswi yang duduk di tengah terdengar sayup2 kata2 yang sampai di meja berdua

“ih apa2an sih anak baru di depan hafiz itu padahal kan hafiz lagi bentuk cute face :3”

“eh eh bukanya dia yang pas upacara kemarin di suruh berdiri di samping pembina karena telat datang?”

“xixixixixixi iya2 aku ingat kok dan bukannya dia anak yang 1 tahun lalu masuk berita karena berurusan dengan cyber police?”

“ah iya bener2 itu kasus yang menghebohkan dunia game VR dan yang lainnya waktu itu”

Terdengar percakapan 2 siswi itu yang tujuan kata2nya jelas mengarah ke fiko, tiba2 wajat hafiz yang tadi terlihat santai sedikit berubah menjadi agak tegang
“ternyata mereka tau siapa yang masuk berita itu tapi  infonya kenapa cepat tersebar padahal bukan kamu aja yang masuk dari SMP itu ke sekolah ini, pasti ada seseorang di balik berita ini”

“ah serah lah fiz lagian itu juga udah lama” dengan cuek fiko memberitahu hafiz

“ya tapi kita harus tau siapa pelaku di balik berita ini tersebar iya kan?” jawab hafiz menegaskan maksudnya untuk membersihkan nama fiko di sekolah ini

“udah lah percuma fiz buat apa juga lagian itu kasus juga gak aku aja yang kena”

“ya emang fik tapi kamulah yang paling terkenal karena kasus tersebut, bisa di bilang kamu buronan nomer 1 cyber police waktu itu”

“ya emang, cuman aku masih beruntung karena umurku waktu itu untuk masuk penjara masih terlalu kecil jadi hanya rehabilitasi aja dan pengarahan2 gitu” lanjut fiko dengan suara tenang dan seakan2 tidak peduli akan anggapan orang kepadanya

“ya seperti biasa kamu selalu cuek soal masalah itu, ah iya kita kembali ke topik awal kita ketemuan di sini hari ini”

“ya itu emang yang di tunggu dari tadi kakak hafiz -_-“ sambil kepala fiko tiba2 menghadap kebawah

“baiklah2 kemari kamu udah sampai di kota moroc kan?” kembali fiko menaikan kepalanya lalu mengangguk kecil tanda benar

“moroc dulu adalah kota yang penuh sesat saat aku pertama main . . .” ketika mulai menjelaskan soal awal kota moroc tiba2 fiko menyela pembicaraan hafiz karena dia sudah tau soal quest cursed of sattan moroc tersebut, setelah itu hafiz melanjutkan ke topik selanjutnya

“ya udah kalau begitu, kita mulai dari awal permainan ini kamu di suruh memilih opsi kan antara [Suggest Sistem] dan [Self Sistem] bener kan?”

“yap” jawab fiko dengan singkat.

“ada 2 perbedaan dari 2 sistem itu dari cara pandang orang awam dan mereka yang tau sebuah rahasia di dalam sistemnya” kata hafiz sambil memelankan suaranya

“cara pandang orang awam dan yang tau fiz?” sambil menyipitkan matanya fiko bertanya2

“ya, gak paham kan? Aku juga awalnya dulu juga sepertimu, sebenernya ada keuntungan ketika kita memilih suggest sistem yang tidak di beritahukan di manual book game ini, yaitu adalah [Original Skill]”

“Original Skill?”

“ya original skill, terbentuk dari berbagai macam kenangan baik dan buruk pemilik character makanya skill itu hanya ada ketika seseorang memilih suggest sistem, tentu saja skill yang di miliki masing2 orang berbeda2 tapi meski memilih suggest sistem tidak secara otomatis skill itu dapat muncul. Perlu latihan khusus di suatu tempat untuk mengeluarkannya, yah bisa di billang jg termasuk hidden skill”

“ow jadi gak bisa langsung muncul ya” dengan ekspresi lemas fiko mengatakan hal tersebut

“gak bisa lah dan juga rahasia skill ini hanya di ketahui mungkin hanya para ketua guild besar yang saat ini ada” kata hafiz sambil menganggukkan kepalanya secara pelan

“kalau itu hanya di ketahui para ketua guild besar gimana kamu bisa tau soal rahasia skill itu?”

Mendengar pertanyaaan fiko hafiz mencoba merilekskan posisi duduknya “ya karena aku kenal dengan salah satu dari mereka secara dekat atau bisa di bilang teman di dunia nyata”

“ow begitu brarti termasuk top secret dunk infonya” dengan mata bersinar2 fiko mengatakanya

“tentu saja tentu saja, lanjut lagi soal stat mu yang di dapat di awal dengan orang lain berbeda point statusnya, misal job kamu adalah [Rune Knight] yang sebenernya termasuk tipe tanker tiba2 menjadi tipe DPS [ Damage Per Second ]  seperti [Guilotine Cross], meski sebenernya setiap orang bisa merubah sesuka hati sih status mereka dengan memilih self sistem. Tapi tetap aja suggest sistem lebih baik karena sistem itu membaca semua memory ingatanmu yang berisi kenangan apapun baik atau buruk sekalipun menjadi sebuah pilihan job character avatar yang paling pas untuk kamu mainkan”

“yang paling pas antara aku dan avatarku? Tetapi kapan sistem membaca memory ingatanku sedangkan proses pemilihan character hanya hitungan detik munculnya setelah memilih suggest sistem?”

“ah seperti biasa kamu selalu mendetail kalau bertanya. Itu terjadi ketika proses install game RO sedang berlangsung, selain menginstall sistem game dia juga membaca memory ingatanmu”

“ow begitu ternyata ya, terus aturan dan hal lain di ro apa lagi yang bisa kamu beritahukan fiz?”

“oia RO kalau udah teruninstall maka tidak dapat di install kembali lagi meski kamu mengganti Xnecklace kamu dengan yang baru, karena selain membaca tipe Xnecklacemu sistemnya juga membaca pancaran gelombang otak pemiliknya yang berbeda antara 1 orang dengan yang lainnya, dengan sistem itu juga kemungkinan hack ID orang lain bisa di bilang nihil meski kamu tau ID Pass orang lain”

“ah jadi kurang menarik ketika kamu memberitahu hal tersebut” kata fiko sambil menghela nafas dengan berat

“hahahaha udah aku tebak respondmu itu ketika mendengar hal itu, tapi jangan kuatir kita masih bisa mengambil equip orang lain dengan suatu cara” kata hafiz sambil melihat ke kanan dan kirinya

“apa dengan caraku dulu meretas admin sistem suatu game bisa di lakukan di game ini?” kata fiko ragu2 dengan perkataanya tersebut

“ah kalau pakek cara itu bisa2 sekali lagi kamu di kejar2 cyber police karena menghack sistem game tersebut . jadi bisa di bilang cara kita adalah seperti merampok lah”

“hmmm, merampok ya? Gimana caranya bisa jelasin?”

“caranya simple jadi gini kita lakuin itu di field hunt ketika orang lain sedang  hunting melawan monster kita serang mereka dari belakang, selain death pinalty exp sistem juga secara random akan melepas salah satu equip yang di pakainya”

“dengan kata lain [PK / Player Kill] di perbolehkan di game ini?” masih dengan ragu fiko bertanya ke hafiz dan di jawab dengan sedikit anggukan kepala oleh hafiz

“lalu yang lainnya?” fiko bertanya2 dengan semangat yang mulai naik kembali

“lalu soal gender char character udah pasti tidak bisa di rubah misal kamu di dunia nyata adalah seorang cowok nah di VR kamu membuat gender cewek maka dengan otomatis sistem menolaknya”

“wah [Sistem Anti Hode (player cowok yang bermain menjadi cewek)] ternyata ada di sini, akhirnya aku dapat terselamatkan dari neraka game yang berisi hode2 yang bahkan lebih cantik ketika membuat char dari pada seorang cewek asli -_-“
Dengan sedikit tertawa hafiz mendengar kata2 fiko, ketika mereka sedang tertawa tiba2 meja mereka di pukul dengan keras yang membuat keduanya kaget dan melihat seorang cewek berponi berambut biru kehitam2an tiba2 duduk di samping hafiz dengan ekspresi sedikit cemberut

“lagi ngapain sih fiz sama dia?”

“ah lagi kasik tau aja soal rule2 RO kenapa?”

“gpp ikut duduk ya”

“ya silahkan aja” dengan cuek fiko mengatakanya

“ah kalian belum berkenalan ya secara resmi? Ayo sayang coba perkenalkan dirimu ke fiko” kata hafiz menyuruh ami, dengan menggerakkan tangan kananya ke kiri kemudian ke kanan lalu posisi tanganya seperti mendorong sesuatu ke arah fiko dan muncullah sebuah window bertuliskan nama dan gambar foto ami

“ow ami ya salam kenal, sekarang aku ya :)” lalu fiko mengerakkan tangan kananya ke kiri untuk memilih menu kemudian menyentuh sebuah file dengan menahanya di geser ke arah kanan lalu kembali lagi menyentuh sebuah tampilan berbentuk persegi panjang berwarna hitam lalu menggabungkan file tadi dengan window persegi panjang tipis tersebut dan mengirimkannya ke ami.

Di depan ami muncul sebuah kotak persegi panjang lalu di tekannya, sedetik kemudian muncul window berisi daftar nama dan foto fiko dengan tatapan curgia ami menutup window tersebut

“ow namamu fiko salam kenal juga, lalu kenapa kamu memainkan game VR lagi setelah . .”

Tiba2 tangan hafiz menutup mulut ami dengan tangan kirinya, ami yang berontak langsung melepaskan tangan hafiz dari mulutnya

“kenapa sih fiz seluruh sekolah juga tau kalau dia adalah mantan seorang hacker kelas kakap di dunia VR, emang apa salahnya bertanya soal tersebut kepada seorang yang seperti dia”jawab ami lagi dengan matanya melirik tajam ke arah fiko

“ya aku emang mantan hacker yang terkenal itu lalu kenapa aku bermain game VR lagi? Jawabannya simple aku hanya ingin mencari sedikit uang dari game itu lalu mungkin akan aku hancurkan sistemnya seperti game VR lain sebelum2 ini” setelah fiko menyelesaikan katany2 tampak sebuah senyum tipis yang kejam terlihat di wajahnya, ami yang kaget dengan katanya lalu berdiri sambil berkata

“kalau itu keinginanmu aku gak akan tinggal diam liat saja nanti, yuk say kita pergi dari sini rasanya menjijikan duduk dengan seorang penjahat yang tidak menyesal dengan perbuatanya” jawab ami dengan ketus

“hush kamu tenang dulu duduk sini dulu, kamu terlalu emosi kayaknya dari tadi” hafiz mencoba menangkan pacarnya yang sedang emosi dengan menarik tanganya “kamu gak malu bicara keras seperti itu lihat lah kebelakang semua orang melihat kita” dengan sedikit kaget ami menoleh kebelakang nya melihat orang2 di kantin melihat ke arah mereka, ami kemudian dengan sedikit malu lalu duduk kembali ke kursinya. Dengan tenang hafiz memberi tahu ami tentang apa yang fiko ingin lakukan setelah beberapa menit menjelaskan ami akhirnya mengerti lalu wajahnya kembali menghadap fiko dengan sedikit malu

“ah maafkan aku soal tadi aku gak bermaksud mengatakan hal yang jahat seperti itu tapi tetap saja aku sedikit emosi karena melihat caramu menghancurkan game VR lainnya”

“ah tenang saja itu hanya masa lalu tapi siapa tau juga sih apa yang akan aku lakuin di game ini” kata fiko sedikit bercanda

“udah udah jadi ami untuk saat ini mungkin aku akan membantu fiko menaikkan levelnya untuk palign tidak menyentuh level 50 sebagai syarat minimal membuat sebuah guild” jawab hafiz dengan tenang ke ami

“guild? Dia mau jadi ketua guild? Guild seperti apa yang akan dia bentuk emangnya?” kembali ami bertanya2 dengan  hal tersebut, hafiz menerangkan bahwa fiko ingin membentuk guild khusus PK lalu menjual itemnya untuk sesuatu hal. Ami yang kaget kembali dengan kata2 hafiz kembali menatap tajam ke arah fiko

“jangan libatin pacarku dengan urusan seperti itu kalau sampai terjadi awas kamu”

“ah soal itu malah aku yang mengajaknya melakukan hal tersebut hehehehe” kata hafiz sambil tertawa sedikit, ami yang sekali lagi tidak percaya menatap mata hafiz seperti berkata “kamu beneran ay?” hafiz seperti tau apa yang di katakan ami lalu menganggukkan kepalanya lalu menawari ami dengan join ke calon guild ini yang namanya pun belum di pikirkan

“aku pikir2 dulu deh soal itu”

Tiba2 fiko menyela omongan ami dengan bertanya ke hafiz “ fiz emang  harga mata uang di game itu kalau di jadikan mata uang asli [eletronik money] jadi berapa?” hafiz yang menoleh ke arah fiko lalu berkata “hmm mata uangnya bernama zeny, kursnya setiap 100jt zeny = 200 ribu rupiah”

“wah dengan uang segitu bisa ke mall dunk shoping2 :3” kata fiko mencoba memancing respond ami yang terkenal cewek dengan hobi shoping ke mall dan berpakaian branded

“ah uang 200 ribu mana cukup buat beli pakaian, hanya bisa untuk jajan aja di mall tapi ya lumayan sih dari pada harus mengeluarkan uang pribadi, sepertinya aku mau deh kalau hasil yang di dapat seperti itu fufufufufu” tiba2 respond ami yang awalnya menolak berubah setuju karena mendengar nominal uangnya

“mudah kan di tebak fiz kalau cewek yang hobinya main2 ke mall pasti setuju dengan tawaran semenarik itu” kata fiko menyindir ami yang di ikuti hafiz dengan tertawa, ekspresi ami kembali cemberut dan memerah setelah mendengar kata2 fiko

“ya udah kita akhiri dulu pertemuan hari ini besuk aku mulai bantu naekin level kamu fik”

“ngapain tunggu besuk fiz kalau di sekolah pun kita bisa masuk ke jaringan internet global?”

Ami dan hafiz yang kaget mendengar kata2 fiko lalu sama2 saling menatap dengan ekspresi ragu2

“memang bisa?”keduanya bertanya dengan bersamaan, di lanjutkan dengan sebuah senyum menyeringai di wajah fiko, lalu keduanya bertanya2 bagaimana caranya karena selama ini belum ada murid yang bisa masuk ke jaringan internet global dari dalam sekolah

“ah soal itu jadi begini ceritanya, eh sebelum aku jelasin kalian harus bisa jaga rahasianya jangan sampai bocor ke orang lain” keduanya lalu menganggukan kepalanya dengan semanat, kemudian fiko menjelaskan bahwa dia telah memasang backdoor pada server sekolah ini ketika mengirim hasil pekerjaan rumahnya ke setiap guru jadi dia bisa tau mana guru yang mempunyai akses paling bebas ke jaringan internet global, setelah menemukan by pass dari Xnecklace guru tersebut sebuah virus ke server sekolah untuk mempunyai sebuah akses admin agar leluasa keluar masuk jaringan internet global tanpa di ketahui siapapun

“makanya jangan mengira aku kadang2 tidur di kelas karena benar2 tidur hahahahaha ” jawab fiko sambil tertawa sedikit

“bener2 licik kamu fiko sini sekarang ajarin aku caranya gimana” dengan sedikit batuk fiko mengatakan ke ami bahwa saat perkenalan tadi dia juga mengirim semacam aplikasi ke Xnecklace nya agar dia dapat masuk dengan leluasa ke jaringan internet global dengan sesuka hati tentu saja ketika fiko mengaktifkan admin passnya di server sekolah barulah backdoor terbuka. Mendengar itu hafiz pun iri lalu meminta fiko mengirimkan aplikasi tersebut ke Xnecklace nya juga, setelah mereka semua mendapatkan aplikasi tersebut fiko menyuruh mereka ber2 menjalankan aplikasi tersebut.

Tentu saja aplikasi tersebut berjalan di bawah sistem jadi sekali di aktifasi makan aplikasi tersebut tak akan terlihat dengan anti virus biasa, ketika mereka ber2 sudah mengaktifkan aplikasi tersebut fiko menggerakkan tangannya me launch aplikasi di Xnecklace nya untuk mengaktifkan backdoor di server sekolah. Setelah backdoor terbuka sepenuhnya muncul window di depan mereka ber3 bahwa mereka sekarang sudah terhubung dengan jaringan internet global

“nah terus mau bantu aku menaikkan level kapan?” kata fiko bertanya kepada mereka ber2

“ya udah lah karena udah dii beri aplikasi yang keren kaya gini nanti sepulang sekolah kita cari tempat yang enak masing2 untuk connect ke game” kata ami memberitahukan kepada fiko dan hafiz dengan di setujui mereka ber2, lalu bel masuk kelas pun berbunyi mereka ber3 berjalan ke arah kelas masing2

bel pulang sekolah pun berbunyi fiko dengan santai berjalan ke arah perpustakaan tanpa di duga dia bertemu hafiz dan ami yang punya niatan sama yaitu online dari ruangan tersebut yang memang terbuka sampai pukul 17:00 , akhirnya mereka mencari tempat sendiri2 fiko memilih sebuah kursi yg berada paling pojok di ruangan perpustakaan berlantai 3 ini, sedangkan ami dan hafiz berjalan ke lantai 2 dan login ntah di sebelah mana

Mereka berjanji bertemu di kota Moroc sebelah selatan di depan bekas piramida yang sudah tenggelam ke dasar tanah rune midgard “ sekarang deh ” sekali lagi fiko pergi menuju dunia yang dia masuki kemarin sore, setelah menunggu hampir 20 menit di depan seperti sebuah dua pasang tiang yang terbuat dari batu berwarna mirip pasir tiba2 sebuah cahaya berkumpul di situ lalu membentuk 2 wujud manusia

“ah ternyata kalian lama bener sih datangnya -_- aku sampai bosan menunggu fiz ami”

“hei jangan sebut nama asli di sini dunk” kata ami menyadarkan fiko bahwa ada sebuah aturan tak tertulis tentang larangan menyebutkan nama asli di dunia VR

“ah maap2 aku lupa kan dah 1 tahun gak datang ke dunia seperti ini :p” kata fiko dengan santai

“ah alibi” kata ami sambil menulurkan lidahnya, hafiz dan fiko lalu tertawa melihat hal tersebut, lalu fiko mulai bertanya kepada mereka tentang asal mereka datang dari mana kenapa bisa muncul di altar tersebut, lalu hafiz menjelaskan bahwa itu merupakan [Teleport Gate] antar kota di game ini. Setiap player yang mau berpindah kota dengan cepat menggunakanya dengan cara mendaftar ke kafra office di masing2 kota

“ya hanya dengan menyebutkan nama kotanya kamu dapat berpindah dengan cepat. Tapi seperti sekarang di moroc kita hanya dapat melakukan warp ke  comodo, geffen dan payon karena 3 kota tersebut lah yang paling dekat posisinya dengan kota ini”

Setelah itu mereka mengantar fiko ke kafra shop yang berjarak 100 meter dari teleport gate ke arah barat kota moroc, setelah mendaftar dan membayar sejumlah uang untuk dapat mengakses teleport gate untuk beberapa kali hafiz teringat akan sebuah hal

“ah iya aku belum mengenalkan diri di sini, aku adalah dan jobku adalah [Ranger]”

“lalu aku adalah [Sooyoung] dan jobku adalah [Warlock]”

Lalu hafiz menjelaskan dengan detail soal job ranger bahwa kelebihan jobnya adalah serangan dari range jauh sedangkan warlock meski di bilang kelebihanya juga memiliki range serangan yang lumayan jauh tapi perbedaan dari damage area lebih luas damage area seorang warlock dari pada ranger yang beberapa skillnya merupakan single target. Setelah menjelaskan itu sooyoung dan kurama bertanya kepada fiko

“ah lalu nickmu siapa namanya ?”

“oia aku juga belum memperkenalkan di dunia ini tapi bagaimana kita bisa tau ya apa mungkin insting pertemenan kita” kata fiko dengan nada sedikit bangga

“jangan berfikir yang aneh. Kan kita memang janjian d sini lagian di moroc udah jarang orang yang menetap jadi bisa di tebak lah dengan mudah” kata sooyoung aka ami berkata kepada fiko

“ow begitu, baiklah perkenalkan namaku adalah [Black Hat] dan jobku adalah [Shadow Chaser]”

“ow jadi ini wujud seorang Shadow Chaser aku baru pertama ini melihatnya, bener2 job yang jarang di pakai orang” kata sooyoung seperti terkagum2

“tentu dunk siapa dulu fiko gitu loh~” kata black hat dengan sombongnya

“ckckckck bukan karena job itu kuat tapi lebih tepatnya jarang orang memakainya karena damage dari job tersebut yang kecil dan juga bisa di bilang lebih condong ke tipe suport dari pada killer” kata kurama menyadarkan black hat yang mulai besar kepala

“ah terus apa hebatnya char yang gak punya damage gede -_-“ kata black hat yang mulai galau mendengar hasil perkataan kurama

“ya sapa tau di tanganmu sebuah kekuatan bisa terbentuk dari job tersebut” kurama mencoba mengembalikan semangat black hat yang mulai down tapi sooyung melanjutkan perkataan kurama “ya berharaplah yang tinggi :p” dengan kata2 tersebut black hat semangatnya kembali down yang sempat naik mendengar kata2 kurama

Setelah berbincang2 sedikit di depan kafra office kurama mengajak black hat dan sooyoung untuk pergi ke geffen terlebih dahulu karena di moroc tempat penjual potion sepertinya sudah tidak ada lagi, akhirnya mereka ber3 menuju teleport gate dan berkata “ teleport geffen “ tiba2 partikel2 cahaya berkumpul di sekitar mereka lalu semua yang terlihat menjadi silau. Beberapa detik kemudian cahaya silau di sekitar mereka perlahan2 hilang di gantikan seperti bangunan berbentuk kerucut berwarna putih

“akhirnya di geffen yuk ke arah barat untuk membeli perlengkapan dan potion lalu menuju prontera habis ini” ajak kurama, setelah membeli perlengkapan serta potion mereka ber3 kembali ke teleport gate untuk menuju prontera, setelah sampai di prontera kurama mengajak sooyoung dan black hat untuk berburu monster bernama , monster berbentuk seperti belalang berwarna hijau yang membawa sesuatu seperti alat musik biola di tangannya serta berdiri dengan kedua kaki, monster yang memiliki pergerakan sedikit cepat untuk para newbie ini merupakan monster yang cocok untuk menaikkan level black hat sampai ke level 5 dengan cepat

Mereka ber3 akhirnya berjalan ke arah gerbang barat prontera lalu berjalan melewati wilayah mosnter jinak level kecil di sekitar prontera setelah sampai d field yang di maksud kurama mengecek posisi monster di sekitar situ menggunakan skill [Falcon Eyes] setelah menemukan posisi targetnya kurama memberitahu sooyoung dan black hat untuk bergerak ke arah selatan sedikit, setelah melihatnya dari jarak 30M kurama melepaskan 1 anak panah ke arah Rocker. 1 hit awal mengenai punggung monster belalang tersebut secara reflek monster tersebut membalikkan badan dengan kecepatan lumayan tinggi untuk seorang newbie monster itu mendekati posisi mereka ber3 dengan memberi sedikit aba2 kepada black hat kurama mengganti panahnya dengan [Sleep Arrow] setelah menemukan sudut yang pas panah tersebut di lepaskannya dan mengenai tepat di kepala rocker yang langsung mendapat efek status [Sleep] secara reflek black hat maju dengan kecepatan lumayan cepat menghampiri monster tersebut dari arah kanan yang langsung mencoba memotong kepala monster itu.

Akhirnya kepala mosnter itu lepas dari badanya dengan 1 kali tebasan, sedetik kemudian tubuh monster itu pecah berkeping2 menjadi partikel cahaya lalu menghilang. Keadaan seperti itu di lakukan mereka ber2 sekitar 2 jam dan akhirnya black hat naik ke level 5, sedangkan sooyoung lebih memilih duduk di sungai yang berada di tengah2 field tersebut sambil menunggu kedua orang itu selesai hunt. Selesai black hat naik level kurama mengajak fiko menghampiri sooyoung untuk kembali ke prontera mencari penginapan lalu logout, setelah bertemu sooyoung black hat langsung menggerakan tangan kananya dari kiri ke kanan untuk membuka menu dan langsung mencari pilihan log out ketika hendak menyentuhnya tiba2 kurama memegang tangan kanan black hat

“hei jangan seenaknya log out di field seperti ini. Kalau kamu sampai log out di field maka charactermu tidak akan langsung hilang seperti kamu yang kembali ke dunia nyata tapi ada waktu sekitar 10-15 detik charmu diam tanpa player yang mengendalikannya, kalau kita di dunia nyata ibarat charactermu itu kehilangan rohnya, bisa saja orang lain melakukan Pk padamu saat itu terjadi”

Setelah menceramahi black hat sooyoung pun ikut2an melanjutkan ceramah kurama “aku kira hacker sepertimu tidak seenaknya ternyata penilaianku salah fufufufu”

“ah maaf soal itu aku gak tau sama sekali -_-“ black hat mencoba meminta maaf kepada mereka ber2

“ya udah yuk kembali ke prontera lalu log out kita sambung besuk lagi saat istirahat kelas” akhirnya mereka ber3 kembali ke prontera mencari penginapan murah di dekat gerbang barat prontera lalu log out di kamar masing2, setelah log out fiko mencoba melihat sekarang jam berapa di dunia nyata. Setengah tidak percaya dia melihat jam di sudut kiri penglihatanya

“tadi login sekitar jam 15:00 dan tadi di moroc 20 menit lalu di geffen beli perlengkapan 10 menit + jalan dari prontera ke field hunt selama 30 menit di tambah hunt selama 2 jam total semuanya brarti ada 3 jam bermain tapi sekarang masih 15:30. Apa mungkin 3 jam di dunia RO = 30 menit di dunia nyata?  Berarti 6 jam di RO = 1 jam di dunia nyata, 12 jam di RO = 2 jam di dunia nyata dan 24 jam di RO = 4 jam di dunia nyata? Wow game yang benar2 menghemat waktu”

Tiba2 dari belakang terdengar suara perempuan yang sepertinya fiko kenal “yap penilaianmu soal waktu bermain game tersebut benar sekali so gimana? Menarik kan game VR yang di release ulang dari game lama? Fufufufu” lanjut ami sambil tertawa

“udah2 yuk sekarang kita pulang ato fiko mau melanjutkan hunting sendiri di rumah?” tanya hafiz ke fiko

“ah lebih baik aku minta bantu leveling aja biar cepet ke target levelku hahahaha”
Setelah itu mereka ber3 melangkah ke rumah masing2 untuk mengerjakan kegiatanya dan kembali melanjutkan menarik level fiko waktu jam istirahat besok di sekolah
 

0 komentar:

Posting Komentar