Virtual Reality < New Begining, Episode 8>
[jadi kapan kita akan memulai Pknya black?]
Fiko yang masihberada di belakang wilayah sekolah hanya diam melihat pesan itu, matahari nampak semakin tinggi menjulang membuat udara menjadi lebih panas merasakan hal itu dia berjalan lagi sambil menutup pesan tersebut ‘sekarang jam 9 pagi, karena sekarang jam pelajaran olahraga biasanya memakan waktu 2 jam untuk pelajaran ini. Berarti pelajaran berakhir ketika jam istirahat, total waktu yang ada 2 ½ jam d tambah istirahat nanti jam 11 selama 30 menit, baiklah’
Setelah memikirkan waktu jam pelajaran yang dapat di manfaatkan untuk dapat login fiko menggerakkan tanganya di udara untuk membalas pesan dari envy [bagaimana kalau sekarang saja kita login], pesan telah terkirim fiko melanjutkan langkahnya berfikir mencari tempat paling aman untuk login saat ini ‘perpusatakaan?tidak,kantin?terlalu bnyk orang,jd d mana ya, berifikir berfikir berfikir. Ah iya tentu saja ada tempat seperti itu bahkan di sebuah sekolah ada ruangan yang memiliki privasi lebih’ menemukan sebuah ide fiko mengubah arah jalannya dan menuju ke salah satu ruangan yang tersebar di beberapa tempat di sekolah
Langkahnya terhenti di depan sebuah pintu yang memiliki gambar orang berwarna biru bertuliskan [Male], dia membuka gagang pintunya dan membukanya lalu langsung berjalan ke dalam, langkahnya menuju ke salah satu bilik yang berada di pojok ruangan itu. Dia membuka pintu bilik dan masuk ke dalamnya tidak lupa di kuncinya pintu itu dan duduk di atas kloset, sebuah tanda pesan masuk terlihat di matanya tanganya langsung menyentuh tampilan menu pesan dan membaca pesan dari envy [bisa, kita bertemu di depan gua payon sekarang persiapkan kebutuhan yang sama dengan hunting monster biasanya]. Fiko menutup pesan dari envy lalu memejamkan matanya dan mengatakan perintah untuk login
[Connection Start]
Aku terbangun di dalam sebuah kamar terbuat dari kayu yang mengelilingi ruanganya ‘ah benar kemarin aku logout dari kama ini di penginapan payon’, meyakinkan diriku sendiri aku bangkit dari tidurku untuk duduk di tepian tempat tidur. Aku menggerakkan kananku di udara seakan-akan memotongnya dengan tanganku, tampilan menu berbentuk bola berwarna putih muncul di hadapanku tanganku bergerak ke menu [friendlist] melihat apakah envy sudah login tetapi ketika melihat tanda lingkaran di sebelah namanya masih berwarna abu-abu aku tutup kembali menu di hadapanku lalu bangkit dari tempat tidur untuk turun ke lantai 1
Tiba di lantai 1 aku menuju npc penjaga penginapan untuk memesan menu makanan, sebuah window berwarna putih muncul di hadapanku berisi nama berbagai macam makanan minuman dan harganya, setelah melihat-lihat menunya aku memilih memesan [Opor Ayam] dan [Siroma Icetea] aku melangkah menjauh dari npc tadi menuju salah satu meja. Sekarang masih pagi di ragnarok online tetapi sudah banyak player yang login bahkan di ruangan ini hampir penuh mejanya dengan orang yang sedang menikmati sarapan mereka di sini
Makan sebanyak apapun di dunia ragnarok online tidak akan membuatmu kekenyangan atau sampai muntah, meski makanan di sini hanya berupa data digital tetapi tetap saja saraf otak kita di dunia nyata menerima sinyal-sinyal yang membuat kita ketika berada di dunia nyata merasa kenyang meski sebenarnya kita tidak memakan apapun. Banyak kejadian player lupa makan di dunia nyata dan hanya menggantungkan makanya di dunia game sehingga menyebabkan mereka jatuh sakit
Makanan dan minuman yang aku tunggu akhirnya datang di mejaku dengan lahap aku memakannya, beberapa kali aku memakan opor itu tetapi mendadak terasa seseorang sedang memperhatikan gerak gerikku, aku menghentikan makanku dengan sendok masih berada di mulut aku mencoba melihat sekelilingku mencari dari arah mana perasaan itu datang. Meski melihat ke berbagai arah di ruangan itu aku tidak dapat mengetahui asal perasaan itu dari arah mana
Aku kembali memakan oporku dengan perasaan tidak enak, setelah oporku habis aku meminum siroma icetea untuk menyegarkan tenggorokkanku. Setelah semuanya habis aku berdiri dari kursiku dan menuju kelaur penginapan, karena penginapan ini berada di sebelah timur dari pohon yang menjulang tinggi di tengah-tengah payon maka secara otomatis ketika kita berada di depan pintu pandangan kita langsung melihat penampakan pohon besar yang menjulang tinggi itu. Dengan tatapan hampir tidak percaya aku melihat pohon itu untuk beberapa menit hingga seseorang sedikit menyenggolku dari arah belakang
“ah maaf” orang itu meminta maaf kepadaku karena menyenggol tubuhku barusan
“ah tidak apa-apa, aku yang salah karena berdiri di depan pintu dan diam” aku juga mencoba meminta maaf kepada orang itu
Sekilas penampilanya sama persis seperti envy, setelah saling meminta maaf dia tersenyum dan berjalan menjauh menuju ke kerumunan orang yang berada di bawah pohon besar itu. Aku juga melangkahkan kakiku menuju ke toko peralatan yang berada di sebelah barat daya dekat gerbang pembatas wilayah kota payon aku sedikit berfikir ‘kenapa kota ini sama seperti prontera yang memiliki tembok pembatas di dalam kotanya, di wilayah istana d utara kota ini juga di batasi oleh pagar pembatas dan juga di sini juga memiliki pagar pembatas padahal di luar pagar kota juga masih masuk dalam wilayah kota’ berfikir sambil berjalan membuatku melewatkan berbagai macam hal yang terjadi menuju toko peralatan. Tiba di depan toko peralatan aku langsung masuk ke dalamnya dan menemui seorang npc pria tua untuk memberi sedikit potion, setelah semua barang yang di perlukan sudah di beli aku membuka menu [friendlist] dan melihat tanda lingkaran di sebelah nama envy sudah menyala hijau, aku menyentuh namanya dan muncul window di atasnya untuk melakukan chat atau menghapus namanya dari friendlist
Aku memilih menu chat kepada envy [sudah di tempat ketemuan?] sambil berjalan keluar aku menunggu chat balasan dari envy, berjalan menuju ke desa payon hari ini aku ingin melewati istana payon lagi pagi ini. Sebuah chat balasan dari envy masuk [baru saja aku sampai aku tunggu di samping pintu masuk gerbang] [OK], setelah membalas chatnya aku menutup semua tampilan di hadapanku, selama perjalanan menuju istana payon nampak banyak player duduk sambil membuka vending menjual berbagai macam barang
Aku berjalan sambil melihat di sisi kiri dan kananku berbagai macam orang membuka dagangannya, tepat sebelum masuk kota payon di sisi kiri terdapat banyak orang seperti sedang mengupgrade equip dan senjatanya, di sisi kanan terdapat 5 bendera besar yang memiliki berbagai macam gambar. Aku mendekati salah satu bendera yang memiliki gambar seperti phoenix berwarna hitam dan melihat sebuah tulisan [Greenwood 1 telah di kuasai oleh guild : Phoenix Pinion]
“ow jadi seperti ini ya apabila sebuah guild apabila menguasai sebuah kastil” setelah mengatakan hal itu aku melanjutkan langkahku memasuki istana payon
Melewati sebuah gerbang yang terbuat dari batu berwarna abu-abu tertata setinggi sekitar 5 meter di hiasi oleh genting berwarna hitam,tampak jalan dari gerbang ini menuju istana di hadapanku berbeda dengan jalan biasanya di kota payon ini, jalannya lebih nampak seperti di prontera yang terbuat dari batu berwarna abu-abu membentang dari gerbang istana sampai di depan gedung istana itu sendiri, aku melangkahkan kakiku masuk semakin mendekati istana payon. Di hadapanku sekarang terlihat gedung yang mirip dengan Hanok (sebutan rumah tradisional korea) yang dindingnya di buat dari bata yang di buat dari campuran tanah dan rumput, tiang-tiangnya terbuat dari kayu berwarna coklat gelap, jendelanya terbuat dari kayu sama seperti tiang-tiangnya hanya saja jendela apabila di dunia nyata di hiasi oleh kaca maka jendela tradisional korea di hiasi oleh Hanji (kertas tradisional korea), gentingnya berwarna hitam gelap dengan pinggiranya berbentuk melengkung ke atas yang biasa di sebut Cheoma
Di belakang istana payon nampak juga sungai yang kemarin aku lihat dari atas tebing yang berada di belakang istana ini, pagi itu wilayah sekitar istana terlihat ramai oleh player yang sedang duduk-duduk ,setelah puas melihat istana payon aku berjalan keluar melewati gerbang di sebelah timur istana menuju desa payon nampak beberapa orang lalu lalang di depanku menuju istana payon ataupun keluar istana. Beberapa kali melangkah dari gerbang perasaan seperti sedang di awasi terasa kembali
Aku menghentikan langkahku melihat kembali ke sekelilingnya tetapi karena terlalu banyak orang sehingga susah untuk mengetahuinya, aku pura-pura menghiraukan perasaan itu dan berjalan kembali menuju desa payon
“lama sekali black datangnya”
Aku menunggu black hat yang tadi katanya akan segera ke sini, tetapi sudah 30 menit menunggu tetap saja wujudnya belum nampak terlihat. Aku berjalan ke dekat pagar yang berada di dekat gua payon dan duduk menunggu, angin sepoi terasa menerpa wajauhku membuatku ingin memejamkan mata sebentar tetapi aku mencoba untuk tidak memejamkan mata dan menunggu kehadiran black hat, dari kejauhan nampak seseorang berambut putih dengan pakaian khas seorang shadow chaser mendekat ke arahku
“maap envy aku tadi terlalu menikmati tour di istana payon hehehe” jawab laki-laki itu dengan sedikit tertawa
“hampir mati kepanasan aku black menunggumu, ayo kita masuk”
“maaf maaf”
Mengaktifkan skill cloacking membuat tubuhku menghilang black yang kaget melihat aku mengaktifkan skill ini “eh vy envy kamu dmn” black hat memanggil manggil namaku dengan melihat kesana kemari
“hei diam sebentar black dan liat ke posisi aku tadi berdiri” setelah aku mengatakan hal itu black hat kembali melihat ke tempat aku berdiri tadi
“sekarang coba kamu lihat dengan fokus sedikit apakah ada sesuatu yang transparan nampak di depanmu”
“ya sedikit seperti bayangan cuman aku belum terlalu jelas dapat melihatnya”
“ya di situlah aku berdiri sekarang” dengan masih bingung black hat melihat ke arahku berdiri dengan mode cloacking
“begini buka dulu menu partymu dan ubah mode pembicaraan ke dalam mode party jangan di umum jadi ketika kita berada dalam 1 party dan berada dengan jarak yang jauh kita masih dapat berkomunikasi, setelah itu aku akan menjelaskan soal mode cloacking dan stealth tentunya” setelah aku mengatakan itu black hat menggerakkan tanganya d udara untuk membuka menu dan mensetting mode pembicaraanya, setelah selesai dia mengacungkan jempolnya
“begini kalau kita dalam 1 party seperti sekarang maka secara otomatis semua anggota party dapat melihat kita saat posisi cloacking ataupun stealth, tapi tidak dalam wujud yang utuh melainkan sedikit transparan, kalau kamu sudah biasa melihat partymu melakukan cloacking dan stealth maka dengan melihat biasa saja tanpa perlu fokus kamu sudah dapat melihatnya dan juga . . . . ” aku mengatakan panjang lebar soal keunggulan party ketika menggunakan mode cloacking dan stealth tetapi black hat tiba-tiba menyela pembicaraanku
“sebentar, dari tadi ada seseorang yang mengikutiku sejak di penginapan sepertinya bahkan rasanya sekarang dia juga melihat kita, bagaimana ini envy” mendengar pertanyaan black hat aku lalu mengambil sebuah kotak dari dalam menu itemku, sebuah kotak berwarna emas [Box of Sunlight] muncul dan kubuka di dalamnya terdapat sebuah benda berbentuk seperti bola kecil berwarna merah, setelah mengambilnya langsung ku telan item dari dalam kotak itu. Setelah memakannya aku melihat ke arah sekeliling dan melihat sebuah sosok berwarna hitam melihat kami di sini dari balik sebuah pohon di persimpangan jalan antara ke gua payon dan ke tempat perubahaan archer
“memang ada orang yang membuntutimu, kalau begini berarti” aku mengatakan hal itu dengan keluar dari mode cloacking, berjalan menuju ke arah pohon yang berada di persimpangan jalan itu aku menarik sepasang katar dari sarungnya, melihat hal itu orang itu langsung mundur menjauh dan menghilang. Aku kembali menyarungkan katarku lalu kembali melihat ke arah black hat
“ya sudah aman sekarang ayo kita masuk ke dalam, oia makan ini sebelum kita masuk” aku melemparkan sebuah benda dalam wadah plastik ke arah black hat
Dia melihatnya dan membukanya sambil berkata “puding pandan, buat apa ini?”
“itu untuk meningkatkan kecepatan gerak kita, cepatlah makan dan gunakan mode stealthmu kita akan menuju ke lantai 4 gua ini untuk bekerja”
“dan juga aktifkan mode night vision agar dapat melihat lebih enak di dalam gua payon yang gelap”
“night vision? Sebentar aku cari dulu di menu”
Black hat mencari menu night vision lumayan lama tetapi akhirnya dapat menemukannya dan di aktifkannya, setelah mengaktifkan mode night vision dia memakan puding pandan itu lalu mengaktifkan skill stealth dan aku juga menggunakan mengaktfikan skill cloacking, akhirnya kami berlari ke dalam gua payon. Melewati lantai 1 dan 2 dengan kecepatan lari penuh dan menghiraukan beberapa monster yang berada di setiap lantai, sekarang kami sudah berada di lantai 3 yang berisi monster [Sohee] nampak juga bangunan-bangunan tradisional korea yang sudah hancur di beberapa bagianya, black hat dan aku melihat bangunan itu lalu berlari lagi
“kita menuju kemana nih envy?apa masih jauh lantai 4 itu?” black hat sedikit mengeluh terus berlarian
“sebentar lagi kita sampai setelah melewati bangunan itu, lagian kita juga tidak akan kecapean berlari di dunia ini” kataku sambil menunjuk salah satu gedung
Setelah melewati gedung yang aku tunjuk tadi terlihat sebuah gapura khas korea yang salah satu pintunya terbuka sedikit, aku dan black hat berhenti berlari dan berjalan sampai di depan gapura. Aku langsung masuk ke dalam sedangkan black hat masih berada di belakang pintu mengintip situasi di dalam lantai itu
Lantai 4 gua payon adalah sebuah pusat kota payon yang juga tenggelam ke dalam tanah bersamaan dengan desa payon pada masa lalu, meski tenggelam ke dalam tanah kota ini masih memperlihatkan sisa-sisa kemegahaanya dengan patung budha di tengah-tengah, di desain dengan pagar pembatas yang mengelilingi seluruh kota dan juga terdapat bangunan di tengahnya yang mengitari patung budha dengan posisi lebih tinggi dari pada wilayah di sekitarnya sehingga untuk mencapainya kita harus menaiki tangga
Kami berjalan mencari tempat yang dapat melihat kedatangan orang dari lantai sebelumnya tanpa di ketahui, akhirnya kami berhenti di salah satu pojokan pagar kota yang di dekatnya terdapat sebuah pohon besar yang sudah mati, dari tempat ini aku dan black hat bersembunyi menanti orang yang masuk ke dalam lantai ini untuk mencari [Moonlight Flower] bos monster map ini. Kami keluar dari mode cloacking dan stealth, black hat sedang duduk di bawah pohon itu sedangkan aku tetap mengamati pintu masuk lantai ini, cukup lama kami menanti bahkan black hat sampai menggerutu “membosankan sekali menunggu seperti ini, apa tidak ada metode lain ya envy?”
“sudah lah sabar sedikit, orang sabar itu di sayang tuhan tau” jawabku sekenanya menjawab pertanyaan black hat
Sekitar 1 jam kami menanti kedatangan orang yang memburu moonlight flower, padahal bunyi loncengnya sudah terdengar dari tempat kami berdiri, black hat yang dari tadi duduk bermalas-malasan lalu berdiri menyebelahiku untuk mengamati pintu masuk, tiba-tiba 2 orang terlihat di depan pintu masuk lantai ini, aku mencoba mengamati job mereka dan ternyata itu adalah party seorang [Sura] dan [Mechanic], sura berambut panjang berwarna merah dengan bajunya berwarna putih dengan hiasan api berwarna merah yang d biarkanya terlepas dari badanya memperlihatkan tubuhnya yang berotot memakai celana berwarna putih dengan hiasan yang sama dengan bajunya tetapi celananya terlihat compang camping, kedua tanganya di hiasi glove berwarna hitam yang di telapak tanganya di lindungi besi berwarna emas, di tangan kananya nampak sebuah gada berwarna hitam gelap, ujungnya berbentuk oval dengan tambahan mata pisau di setiap sisinya. Sedangkan sang mechanic memiliki rambut yang sedikit lebih rapi berwarna kuning penampillan badanya juga berotot sama seperti sura tadi hanya saja di sepanjang kedua lenganya nampak di tutupi oleh pelindung besi berwarna merah dan memakai celana hitam dengan sepatu boots yang memiliki pelindung dari besi berwarna merah juga
Di punggungnya nampak sebuah kapak besar dengan pegangan berbentuk seperti pipa panjang dengan mata pisau berbentuk seperti pisau pemotong daging berwarna kuning yang sedikit karatan “sepertinya melawan mereka sedikit menarik ya envy” black hat tiba-tiba berbicara dengan mengamati 2 orang itu
“mungkin aku dulu saja yang menyerang, kamu seranglah mereka ketika salah satunya lengah kalau bisa bunuh dengan instant damage, mengerti?”
“ya aku mengerti akan aku tunggu kesempatan itu”
“tapi level mereka sepertinya sama denganku jadi bisa membunuh 1 saja sepertinya sudah bagus”
“memang levelmu berapa envy?” tanya black hat dengan semangat
“rahasia”
“dasar menyebalkan” black hat mencibir mendengar jawaban dariku
Setelah sedikit perbincangan aku meninggalkan black hat dan menuju ke arah mereka berdua yang sedang asik berbicara, aku mendekati dengan mode cloacking “baiklah aku akan memulai dengan sura itu dulu” aku berbicara masih dalam mode party sehingga orang di luar party tidak dapat mendengar percakapanku, sambil mendekatinya aku mengambil botol berisi racun leech end dan aku tambahkan ke katarku agar efeknya keluar, setelah menemukan sudut yang pas aku berjalan mendekatinya tetapi ketika jarak hampir 1 meter tiba-tiba sura itu mengaktifkan skill [Wind Mill] memutar tubuhnya dengan cepat sehingga menghasilkan efek udara yang seakan-akan menebas semua yang ada di dekatnya
Jarakku yang kurang dari 1 meter itu secara otomatis terkena tebasan udara itu dan jatuh tersungkur di tanah, aku yang tadi mendekatinya dengan cloacking akibat terkenak skill itu secara otomatis terlihat, sang mechanic sedikit kaget dengan apa yang terjadi sedangkan sura tersebut sedikit tersenyum
“well, well, well lihatlah itu seorang guilotine cross, tetapi kamu bukanlah guilotine cross biasa benar kan envy”
Aku yang terjatuh di tanah lalu melihat ke arah sura dan menchanic itu dan melihat tato di tubuh mereka yang bergambar seperti phoenix hitam “ kalau melihat lambangmu sepertinya aku tau siapa kamu“
“ya kami adalah member dari guild phoenix pinion” jawab sura tersebut dengan santai sedangkan mechanic itu melihat dengan ekspresi kebingungan
“phoenix pinion ya” kataku sambil bangkit dari jatuhku tadi “sura dengan rambut panjang berwarna merah dari guild phoenix pinion, berarti tidak salah lagi kamu adalah . . . .”
READMORE
[jadi kapan kita akan memulai Pknya black?]
Fiko yang masihberada di belakang wilayah sekolah hanya diam melihat pesan itu, matahari nampak semakin tinggi menjulang membuat udara menjadi lebih panas merasakan hal itu dia berjalan lagi sambil menutup pesan tersebut ‘sekarang jam 9 pagi, karena sekarang jam pelajaran olahraga biasanya memakan waktu 2 jam untuk pelajaran ini. Berarti pelajaran berakhir ketika jam istirahat, total waktu yang ada 2 ½ jam d tambah istirahat nanti jam 11 selama 30 menit, baiklah’
Setelah memikirkan waktu jam pelajaran yang dapat di manfaatkan untuk dapat login fiko menggerakkan tanganya di udara untuk membalas pesan dari envy [bagaimana kalau sekarang saja kita login], pesan telah terkirim fiko melanjutkan langkahnya berfikir mencari tempat paling aman untuk login saat ini ‘perpusatakaan?tidak,kantin?terlalu bnyk orang,jd d mana ya, berifikir berfikir berfikir. Ah iya tentu saja ada tempat seperti itu bahkan di sebuah sekolah ada ruangan yang memiliki privasi lebih’ menemukan sebuah ide fiko mengubah arah jalannya dan menuju ke salah satu ruangan yang tersebar di beberapa tempat di sekolah
Langkahnya terhenti di depan sebuah pintu yang memiliki gambar orang berwarna biru bertuliskan [Male], dia membuka gagang pintunya dan membukanya lalu langsung berjalan ke dalam, langkahnya menuju ke salah satu bilik yang berada di pojok ruangan itu. Dia membuka pintu bilik dan masuk ke dalamnya tidak lupa di kuncinya pintu itu dan duduk di atas kloset, sebuah tanda pesan masuk terlihat di matanya tanganya langsung menyentuh tampilan menu pesan dan membaca pesan dari envy [bisa, kita bertemu di depan gua payon sekarang persiapkan kebutuhan yang sama dengan hunting monster biasanya]. Fiko menutup pesan dari envy lalu memejamkan matanya dan mengatakan perintah untuk login
[Connection Start]
Aku terbangun di dalam sebuah kamar terbuat dari kayu yang mengelilingi ruanganya ‘ah benar kemarin aku logout dari kama ini di penginapan payon’, meyakinkan diriku sendiri aku bangkit dari tidurku untuk duduk di tepian tempat tidur. Aku menggerakkan kananku di udara seakan-akan memotongnya dengan tanganku, tampilan menu berbentuk bola berwarna putih muncul di hadapanku tanganku bergerak ke menu [friendlist] melihat apakah envy sudah login tetapi ketika melihat tanda lingkaran di sebelah namanya masih berwarna abu-abu aku tutup kembali menu di hadapanku lalu bangkit dari tempat tidur untuk turun ke lantai 1
Tiba di lantai 1 aku menuju npc penjaga penginapan untuk memesan menu makanan, sebuah window berwarna putih muncul di hadapanku berisi nama berbagai macam makanan minuman dan harganya, setelah melihat-lihat menunya aku memilih memesan [Opor Ayam] dan [Siroma Icetea] aku melangkah menjauh dari npc tadi menuju salah satu meja. Sekarang masih pagi di ragnarok online tetapi sudah banyak player yang login bahkan di ruangan ini hampir penuh mejanya dengan orang yang sedang menikmati sarapan mereka di sini
Makan sebanyak apapun di dunia ragnarok online tidak akan membuatmu kekenyangan atau sampai muntah, meski makanan di sini hanya berupa data digital tetapi tetap saja saraf otak kita di dunia nyata menerima sinyal-sinyal yang membuat kita ketika berada di dunia nyata merasa kenyang meski sebenarnya kita tidak memakan apapun. Banyak kejadian player lupa makan di dunia nyata dan hanya menggantungkan makanya di dunia game sehingga menyebabkan mereka jatuh sakit
Makanan dan minuman yang aku tunggu akhirnya datang di mejaku dengan lahap aku memakannya, beberapa kali aku memakan opor itu tetapi mendadak terasa seseorang sedang memperhatikan gerak gerikku, aku menghentikan makanku dengan sendok masih berada di mulut aku mencoba melihat sekelilingku mencari dari arah mana perasaan itu datang. Meski melihat ke berbagai arah di ruangan itu aku tidak dapat mengetahui asal perasaan itu dari arah mana
Aku kembali memakan oporku dengan perasaan tidak enak, setelah oporku habis aku meminum siroma icetea untuk menyegarkan tenggorokkanku. Setelah semuanya habis aku berdiri dari kursiku dan menuju kelaur penginapan, karena penginapan ini berada di sebelah timur dari pohon yang menjulang tinggi di tengah-tengah payon maka secara otomatis ketika kita berada di depan pintu pandangan kita langsung melihat penampakan pohon besar yang menjulang tinggi itu. Dengan tatapan hampir tidak percaya aku melihat pohon itu untuk beberapa menit hingga seseorang sedikit menyenggolku dari arah belakang
“ah maaf” orang itu meminta maaf kepadaku karena menyenggol tubuhku barusan
“ah tidak apa-apa, aku yang salah karena berdiri di depan pintu dan diam” aku juga mencoba meminta maaf kepada orang itu
Sekilas penampilanya sama persis seperti envy, setelah saling meminta maaf dia tersenyum dan berjalan menjauh menuju ke kerumunan orang yang berada di bawah pohon besar itu. Aku juga melangkahkan kakiku menuju ke toko peralatan yang berada di sebelah barat daya dekat gerbang pembatas wilayah kota payon aku sedikit berfikir ‘kenapa kota ini sama seperti prontera yang memiliki tembok pembatas di dalam kotanya, di wilayah istana d utara kota ini juga di batasi oleh pagar pembatas dan juga di sini juga memiliki pagar pembatas padahal di luar pagar kota juga masih masuk dalam wilayah kota’ berfikir sambil berjalan membuatku melewatkan berbagai macam hal yang terjadi menuju toko peralatan. Tiba di depan toko peralatan aku langsung masuk ke dalamnya dan menemui seorang npc pria tua untuk memberi sedikit potion, setelah semua barang yang di perlukan sudah di beli aku membuka menu [friendlist] dan melihat tanda lingkaran di sebelah nama envy sudah menyala hijau, aku menyentuh namanya dan muncul window di atasnya untuk melakukan chat atau menghapus namanya dari friendlist
Aku memilih menu chat kepada envy [sudah di tempat ketemuan?] sambil berjalan keluar aku menunggu chat balasan dari envy, berjalan menuju ke desa payon hari ini aku ingin melewati istana payon lagi pagi ini. Sebuah chat balasan dari envy masuk [baru saja aku sampai aku tunggu di samping pintu masuk gerbang] [OK], setelah membalas chatnya aku menutup semua tampilan di hadapanku, selama perjalanan menuju istana payon nampak banyak player duduk sambil membuka vending menjual berbagai macam barang
Aku berjalan sambil melihat di sisi kiri dan kananku berbagai macam orang membuka dagangannya, tepat sebelum masuk kota payon di sisi kiri terdapat banyak orang seperti sedang mengupgrade equip dan senjatanya, di sisi kanan terdapat 5 bendera besar yang memiliki berbagai macam gambar. Aku mendekati salah satu bendera yang memiliki gambar seperti phoenix berwarna hitam dan melihat sebuah tulisan [Greenwood 1 telah di kuasai oleh guild : Phoenix Pinion]
“ow jadi seperti ini ya apabila sebuah guild apabila menguasai sebuah kastil” setelah mengatakan hal itu aku melanjutkan langkahku memasuki istana payon
Melewati sebuah gerbang yang terbuat dari batu berwarna abu-abu tertata setinggi sekitar 5 meter di hiasi oleh genting berwarna hitam,tampak jalan dari gerbang ini menuju istana di hadapanku berbeda dengan jalan biasanya di kota payon ini, jalannya lebih nampak seperti di prontera yang terbuat dari batu berwarna abu-abu membentang dari gerbang istana sampai di depan gedung istana itu sendiri, aku melangkahkan kakiku masuk semakin mendekati istana payon. Di hadapanku sekarang terlihat gedung yang mirip dengan Hanok (sebutan rumah tradisional korea) yang dindingnya di buat dari bata yang di buat dari campuran tanah dan rumput, tiang-tiangnya terbuat dari kayu berwarna coklat gelap, jendelanya terbuat dari kayu sama seperti tiang-tiangnya hanya saja jendela apabila di dunia nyata di hiasi oleh kaca maka jendela tradisional korea di hiasi oleh Hanji (kertas tradisional korea), gentingnya berwarna hitam gelap dengan pinggiranya berbentuk melengkung ke atas yang biasa di sebut Cheoma
Di belakang istana payon nampak juga sungai yang kemarin aku lihat dari atas tebing yang berada di belakang istana ini, pagi itu wilayah sekitar istana terlihat ramai oleh player yang sedang duduk-duduk ,setelah puas melihat istana payon aku berjalan keluar melewati gerbang di sebelah timur istana menuju desa payon nampak beberapa orang lalu lalang di depanku menuju istana payon ataupun keluar istana. Beberapa kali melangkah dari gerbang perasaan seperti sedang di awasi terasa kembali
Aku menghentikan langkahku melihat kembali ke sekelilingnya tetapi karena terlalu banyak orang sehingga susah untuk mengetahuinya, aku pura-pura menghiraukan perasaan itu dan berjalan kembali menuju desa payon
“lama sekali black datangnya”
Aku menunggu black hat yang tadi katanya akan segera ke sini, tetapi sudah 30 menit menunggu tetap saja wujudnya belum nampak terlihat. Aku berjalan ke dekat pagar yang berada di dekat gua payon dan duduk menunggu, angin sepoi terasa menerpa wajauhku membuatku ingin memejamkan mata sebentar tetapi aku mencoba untuk tidak memejamkan mata dan menunggu kehadiran black hat, dari kejauhan nampak seseorang berambut putih dengan pakaian khas seorang shadow chaser mendekat ke arahku
“maap envy aku tadi terlalu menikmati tour di istana payon hehehe” jawab laki-laki itu dengan sedikit tertawa
“hampir mati kepanasan aku black menunggumu, ayo kita masuk”
“maaf maaf”
Mengaktifkan skill cloacking membuat tubuhku menghilang black yang kaget melihat aku mengaktifkan skill ini “eh vy envy kamu dmn” black hat memanggil manggil namaku dengan melihat kesana kemari
“hei diam sebentar black dan liat ke posisi aku tadi berdiri” setelah aku mengatakan hal itu black hat kembali melihat ke tempat aku berdiri tadi
“sekarang coba kamu lihat dengan fokus sedikit apakah ada sesuatu yang transparan nampak di depanmu”
“ya sedikit seperti bayangan cuman aku belum terlalu jelas dapat melihatnya”
“ya di situlah aku berdiri sekarang” dengan masih bingung black hat melihat ke arahku berdiri dengan mode cloacking
“begini buka dulu menu partymu dan ubah mode pembicaraan ke dalam mode party jangan di umum jadi ketika kita berada dalam 1 party dan berada dengan jarak yang jauh kita masih dapat berkomunikasi, setelah itu aku akan menjelaskan soal mode cloacking dan stealth tentunya” setelah aku mengatakan itu black hat menggerakkan tanganya d udara untuk membuka menu dan mensetting mode pembicaraanya, setelah selesai dia mengacungkan jempolnya
“begini kalau kita dalam 1 party seperti sekarang maka secara otomatis semua anggota party dapat melihat kita saat posisi cloacking ataupun stealth, tapi tidak dalam wujud yang utuh melainkan sedikit transparan, kalau kamu sudah biasa melihat partymu melakukan cloacking dan stealth maka dengan melihat biasa saja tanpa perlu fokus kamu sudah dapat melihatnya dan juga . . . . ” aku mengatakan panjang lebar soal keunggulan party ketika menggunakan mode cloacking dan stealth tetapi black hat tiba-tiba menyela pembicaraanku
“sebentar, dari tadi ada seseorang yang mengikutiku sejak di penginapan sepertinya bahkan rasanya sekarang dia juga melihat kita, bagaimana ini envy” mendengar pertanyaan black hat aku lalu mengambil sebuah kotak dari dalam menu itemku, sebuah kotak berwarna emas [Box of Sunlight] muncul dan kubuka di dalamnya terdapat sebuah benda berbentuk seperti bola kecil berwarna merah, setelah mengambilnya langsung ku telan item dari dalam kotak itu. Setelah memakannya aku melihat ke arah sekeliling dan melihat sebuah sosok berwarna hitam melihat kami di sini dari balik sebuah pohon di persimpangan jalan antara ke gua payon dan ke tempat perubahaan archer
“memang ada orang yang membuntutimu, kalau begini berarti” aku mengatakan hal itu dengan keluar dari mode cloacking, berjalan menuju ke arah pohon yang berada di persimpangan jalan itu aku menarik sepasang katar dari sarungnya, melihat hal itu orang itu langsung mundur menjauh dan menghilang. Aku kembali menyarungkan katarku lalu kembali melihat ke arah black hat
“ya sudah aman sekarang ayo kita masuk ke dalam, oia makan ini sebelum kita masuk” aku melemparkan sebuah benda dalam wadah plastik ke arah black hat
Dia melihatnya dan membukanya sambil berkata “puding pandan, buat apa ini?”
“itu untuk meningkatkan kecepatan gerak kita, cepatlah makan dan gunakan mode stealthmu kita akan menuju ke lantai 4 gua ini untuk bekerja”
“dan juga aktifkan mode night vision agar dapat melihat lebih enak di dalam gua payon yang gelap”
“night vision? Sebentar aku cari dulu di menu”
Black hat mencari menu night vision lumayan lama tetapi akhirnya dapat menemukannya dan di aktifkannya, setelah mengaktifkan mode night vision dia memakan puding pandan itu lalu mengaktifkan skill stealth dan aku juga menggunakan mengaktfikan skill cloacking, akhirnya kami berlari ke dalam gua payon. Melewati lantai 1 dan 2 dengan kecepatan lari penuh dan menghiraukan beberapa monster yang berada di setiap lantai, sekarang kami sudah berada di lantai 3 yang berisi monster [Sohee] nampak juga bangunan-bangunan tradisional korea yang sudah hancur di beberapa bagianya, black hat dan aku melihat bangunan itu lalu berlari lagi
“kita menuju kemana nih envy?apa masih jauh lantai 4 itu?” black hat sedikit mengeluh terus berlarian
“sebentar lagi kita sampai setelah melewati bangunan itu, lagian kita juga tidak akan kecapean berlari di dunia ini” kataku sambil menunjuk salah satu gedung
Setelah melewati gedung yang aku tunjuk tadi terlihat sebuah gapura khas korea yang salah satu pintunya terbuka sedikit, aku dan black hat berhenti berlari dan berjalan sampai di depan gapura. Aku langsung masuk ke dalam sedangkan black hat masih berada di belakang pintu mengintip situasi di dalam lantai itu
Lantai 4 gua payon adalah sebuah pusat kota payon yang juga tenggelam ke dalam tanah bersamaan dengan desa payon pada masa lalu, meski tenggelam ke dalam tanah kota ini masih memperlihatkan sisa-sisa kemegahaanya dengan patung budha di tengah-tengah, di desain dengan pagar pembatas yang mengelilingi seluruh kota dan juga terdapat bangunan di tengahnya yang mengitari patung budha dengan posisi lebih tinggi dari pada wilayah di sekitarnya sehingga untuk mencapainya kita harus menaiki tangga
Kami berjalan mencari tempat yang dapat melihat kedatangan orang dari lantai sebelumnya tanpa di ketahui, akhirnya kami berhenti di salah satu pojokan pagar kota yang di dekatnya terdapat sebuah pohon besar yang sudah mati, dari tempat ini aku dan black hat bersembunyi menanti orang yang masuk ke dalam lantai ini untuk mencari [Moonlight Flower] bos monster map ini. Kami keluar dari mode cloacking dan stealth, black hat sedang duduk di bawah pohon itu sedangkan aku tetap mengamati pintu masuk lantai ini, cukup lama kami menanti bahkan black hat sampai menggerutu “membosankan sekali menunggu seperti ini, apa tidak ada metode lain ya envy?”
“sudah lah sabar sedikit, orang sabar itu di sayang tuhan tau” jawabku sekenanya menjawab pertanyaan black hat
Sekitar 1 jam kami menanti kedatangan orang yang memburu moonlight flower, padahal bunyi loncengnya sudah terdengar dari tempat kami berdiri, black hat yang dari tadi duduk bermalas-malasan lalu berdiri menyebelahiku untuk mengamati pintu masuk, tiba-tiba 2 orang terlihat di depan pintu masuk lantai ini, aku mencoba mengamati job mereka dan ternyata itu adalah party seorang [Sura] dan [Mechanic], sura berambut panjang berwarna merah dengan bajunya berwarna putih dengan hiasan api berwarna merah yang d biarkanya terlepas dari badanya memperlihatkan tubuhnya yang berotot memakai celana berwarna putih dengan hiasan yang sama dengan bajunya tetapi celananya terlihat compang camping, kedua tanganya di hiasi glove berwarna hitam yang di telapak tanganya di lindungi besi berwarna emas, di tangan kananya nampak sebuah gada berwarna hitam gelap, ujungnya berbentuk oval dengan tambahan mata pisau di setiap sisinya. Sedangkan sang mechanic memiliki rambut yang sedikit lebih rapi berwarna kuning penampillan badanya juga berotot sama seperti sura tadi hanya saja di sepanjang kedua lenganya nampak di tutupi oleh pelindung besi berwarna merah dan memakai celana hitam dengan sepatu boots yang memiliki pelindung dari besi berwarna merah juga
Di punggungnya nampak sebuah kapak besar dengan pegangan berbentuk seperti pipa panjang dengan mata pisau berbentuk seperti pisau pemotong daging berwarna kuning yang sedikit karatan “sepertinya melawan mereka sedikit menarik ya envy” black hat tiba-tiba berbicara dengan mengamati 2 orang itu
“mungkin aku dulu saja yang menyerang, kamu seranglah mereka ketika salah satunya lengah kalau bisa bunuh dengan instant damage, mengerti?”
“ya aku mengerti akan aku tunggu kesempatan itu”
“tapi level mereka sepertinya sama denganku jadi bisa membunuh 1 saja sepertinya sudah bagus”
“memang levelmu berapa envy?” tanya black hat dengan semangat
“rahasia”
“dasar menyebalkan” black hat mencibir mendengar jawaban dariku
Setelah sedikit perbincangan aku meninggalkan black hat dan menuju ke arah mereka berdua yang sedang asik berbicara, aku mendekati dengan mode cloacking “baiklah aku akan memulai dengan sura itu dulu” aku berbicara masih dalam mode party sehingga orang di luar party tidak dapat mendengar percakapanku, sambil mendekatinya aku mengambil botol berisi racun leech end dan aku tambahkan ke katarku agar efeknya keluar, setelah menemukan sudut yang pas aku berjalan mendekatinya tetapi ketika jarak hampir 1 meter tiba-tiba sura itu mengaktifkan skill [Wind Mill] memutar tubuhnya dengan cepat sehingga menghasilkan efek udara yang seakan-akan menebas semua yang ada di dekatnya
Jarakku yang kurang dari 1 meter itu secara otomatis terkena tebasan udara itu dan jatuh tersungkur di tanah, aku yang tadi mendekatinya dengan cloacking akibat terkenak skill itu secara otomatis terlihat, sang mechanic sedikit kaget dengan apa yang terjadi sedangkan sura tersebut sedikit tersenyum
“well, well, well lihatlah itu seorang guilotine cross, tetapi kamu bukanlah guilotine cross biasa benar kan envy”
Aku yang terjatuh di tanah lalu melihat ke arah sura dan menchanic itu dan melihat tato di tubuh mereka yang bergambar seperti phoenix hitam “ kalau melihat lambangmu sepertinya aku tau siapa kamu“
“ya kami adalah member dari guild phoenix pinion” jawab sura tersebut dengan santai sedangkan mechanic itu melihat dengan ekspresi kebingungan
“phoenix pinion ya” kataku sambil bangkit dari jatuhku tadi “sura dengan rambut panjang berwarna merah dari guild phoenix pinion, berarti tidak salah lagi kamu adalah . . . .”




