VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 5 >
Setelah membaca perintah login pandangan fiko berubah menjadi gelap
dalam sekejap, suasan sunyi dan gelap di kamarnya berubah menjadi
peohonan hijau serta udara sejuk yang menerpa tubuhnya. Sekarang fiko
bukan lagi murid SMA tetapi seorang Shadow Chaser di game Ragnarok
Online bernama Black Hat
Pandanganya masih tetap kosong, pikiranya
masih memikirkan segala hal yang terjadi sore tadi, hatinya masih tidak
menentu merasakan berbagai perasaan yang terjadi
“HAAAA. . . . MESKI SUDAH ONLINE PERASAAN SEPERTI ITU MASIH SAJA MENGGANJAL”
Black
hat berteriak di atas bukit dekat gua payon, dia mengingat kembali
kenapa berada di sini saat online tadi ‘tadi siang bermain hanya 3 jam
dan itu juga waktu istirahat, makanya kita lari keluar field dan mencari
tempat aman agar dapat logout’. Black hat masih mengamati
sekelilingnya, terlihat pintu masuk gua payon di sebelah kananya dan
beberapa orang masuk, di belakangnya terlihat bangunan yang di penuhi
lumut di atapnya yang merupakan [Toko Peralatan] di tempat ini, di
bawahnya tampak danau kecil yang di kelilingi oleh pepohonan dan
beberapa bangunan tua terbuat dari kayu
“sepertinya duduk di sini sebentar tidak ada salahnya”
Black
hat mencoba duduk di dekat pohon di sampingnya lalu memejamkan mata
mencoba merasakan deburan angin, suara daun, dan ranting pohon yang
jatuh tertiup angin. Segala hal di tempat itu membuat perasaaanya
menjadi tenang sekarang
“ternyata di dunia seperti ini ada tempat yang nyaman untuk menenangkan diri”
Setelah
mengatakan hal tersebut dia membuka matanya kembali lalu bangkit dari
duduknya dan berjalan ke arah kota payon, ketika turun dari bukit dan
berada di persimpangan jalan dia melihat seseorang dengan baju seperti
bangsawan eropa menggenggam benda seperti gitar listrik duduk di atas
sebuah batu sambil memainkan musik instrumental tanpa bernyanyi
Beberapa
saat mengamati, orang tersebut sepertinya sadar bahwa dia sedang di
amati lalu memalingkan wajahnya ke arah black hat berada, dia lalu
menghentikan permainanya dan berkata
“kenapa kamu melihat saya?”
Black
hat yang terlalu fokus mengamati kaget setelah mendengar orang tersebut
melihatnya dan berbicara, dengan canggung black hat membalas pertanyaan
orang tersebut
“ah itu, permainan musikmu bagus sekali”
Mendengar
perkataan black hat orang tersebut tertawa kemudian diam sebentar
dengan senyuman tipis tampak di wajahnya, kepalanya menghadap ke langit
sambil berkata
“musik yang sebenarnya bukanlah sesuatu
yang di hasilkan dari suatu hal yang bagus, tetapi menyampaikan
perasaaanmu ke melodynya dan membuat orang lain merasakannya tanpa
mengeluarkan sepatah kata itulah musik yang sebenarnya”
“arti kata-katamu sangat dalam”
“hahahahah aku mengatakanya dengan asal-asalan saja”
Jawab orang tersebut sambil tertawa sambil kembali melihat ke arah black hat
“umm, jarang sekali orang duduk di atas bukit sana apa kamu sedang memiliki masalah?”
Black hat sedikit kaget mendengar ucapan orang tersebut
“bagaimana kamu tau aku di sana?”
“hmm
soal itu, sebenarnya saya baru saja sampai di tempat ini tetapi sebelum
duduk saya melihat seseorang sedang berdiri di pinggir bukit tersebut
seperti sedang mengalami beban pikiran yang berat. Apa kamu mau mencoba
rasanya bunuh diri lewat game?”
Tanya orang tersebut kepada black hat yang membuatnya semakin kaget
“mana mungkin aku berfikiran pendek seperti itu”
Jawab black hat dengan lemas sambil sedikit menundukkan kepalanya
“lalu
kenapa?” “ah maaf kita tidak saling mengenal seharusnya saya tidak
pantas menanyakan masalah pribadi seseorang yang belum di kenal”
Setelah
mengatakan hal tersebut suasana kembali sunyi yang terdengar hanya
gesekan daun yang tertiup angin, tiba-tiba black hat membuka pembicaraan
kembali
“memang kita belum saling mengenal tapi tidak ada
salahnya kan kita berkenalan :)” “perkenalkan namaku Black Hat dan
jobku adalah Shadow Chaser”
Setelah mendengar black hat berkata, orang tersebut dengan mata kagum dan berkata
“jadi seperti itu ya seorang shadow chaser” “jarang sekali player memainkan job itu karena tidak termasuk killer job”
Setelah
mengatakanya orang tersebut turun dari batu lalu melangkah ke arah
black hat, beberapa langkah akhirnya dia sudah di depan black hat.
Sedetik kemudian telapak tangan kananya berada di dada sebelah kirinya
lalu sedikit membungkukkan badanya ke depan
“perkenalkan namaku RIP, dan jobku adalah Joker”
Setelah
mengatakanya dia menjatuhkan tangan kanannya kembali, mantel panjangnya
berwarna ungu dengan hiasan bentuk diamond berwarna putih, dengan
lengan pendek di tambah sepasang glove yang panjangnya sampai lengan
berwarna putih kebiru-biruan. Pakaianya berwarna hitam dengan celana
pendek yang bawahanya menggembung berwarna hitam dengan garis putih,
sepasang boots berwarna putih setinggi lutut dan topi hitam dengan
hiasan berbentuk seperti sepatu tangan yang di angkat berwarna putih
dengan lingkaran berbentuk mata berwarna hitam berjumlah tiga. Sebuah
gitar listrik berwarna hitam dengan dua neck dan headstock berbentuk
setengah lingkaran yang di putus antara neck tersebut
Setelah
memperkenalkan diri rip mengajak black hat untuk duduk sejenak di dekat
batu tempat dia duduk tadi, mereka berdua duduk lalu rip kembali
menanyakan hal yang tadi di tanyakannya
“jadi kamu sedang ada masalah ya di dunia nyata?”
Black hat yang mendengar pertanyaan rip menjawab dengan datar
“ya masalah yang cukup rumit dan tidak jelas sepertinya”
“hmm merepotkan juga ya hahahahaha” jawab rip sambil tertawa kecil
“kalau
aku biasanya merasakan hal seperti itu maka aku akan melakukan apapun
kegiatan yang menurutku menarik untuk melupakan sedikit soal masalah
itu”
Black hat menoleh sebentar ke arah rip, tapi dia masih melanjutkan kata-katanya kembali
“tapi
jangan selamanya melarikan diri dari masalah, lebih baik jika kamu
menghadapinya. Karena tuhan memberi cobaan kepada umatnya sesuai dengan
kemampuan umatnya”
Black hat yang mendengar akhir perkataan dari rip lalu tersenyum dan kembali menghadap ke depan
“benar, kata-katamu mungkin bisa sedikit memberiku pencerahan pada saat seperti ini”
Rip
tertawa mendengar perkataan black hat, setelah beberapa lama berbincang
black hat akhirnya meminta ijin untuk ke kota payon dulu dan akhirnya
mereka berdua berpisah di persimpangan desa payon tersebut. Saat
berjalan ke arah gapura kota payon black hat kembali mendengar suara
gitar yang di mainkan rip
Setelah beberapa saat berjalan black hat
tiba di gerbang sebelah barat istana payon dia mencoba masuk dan
melihat istana itu setelah berkeliling sebentar dia keluar dari gerbang
selatan istana, melihat banyak orang berjualan item dan equip. Dia
berkeliling melihat equip tapi tidak ada yang memikat dirinya bukan
karena efek equip atau modelnya cuma karena zeny (mata uang di game RO)
miliknya tidak cukup, setelah berjalan cukup lama black hat sampai di
depan pohon yang besar di tengah kota payon, dia melihat pohon itu
sebentar kemudian teringat suatu hal dan mencoba membuka friend listnya
melihat apakah envy sedang online atau tidak, setelah menemukan bahwa
envy online dia mencoba mengirim pesan ke envy, akhirnya pesan pun
dikirimnya
***
Envy
sedang berjalan di dalam gelapnya goa payon lantai 4 untuk mencari
player yang sedang berburu [Moonlight Flower] bos monster map tersebut,
berkeliling di goa yang di dalamnya terdapat desa tua payon yang
terkubur tanah membuat suasana makin menegangkan, di tambah penerangan
yang hanya menggunakan obor. Beberapa langkah berjalan tiba-tiba
terdengar suara lonceng berbunyi
“itu dia”
Setelah
mendengarnya envy langsung mengaktifkan [Cloacking] sehingga membuat
tubuhnya seperti hilang di makan kegelapan, dia mencoba mencari asal
suara itu dengan berjalan di atas atap rumah rumah tua yang berada di
map itu. Jarak 200M ke arah selatan dari tempatnya berdiri dia melihat
sosok perempuan berambut kuning keemasan dengan topi kepala rubah, glove
serta boots
Dari kaki rubah dan sebuah ekor rubah. Tubuhnya di
tutupi seperti helaian kain dari kulit rubah dan lonceng besar yang di
bawanya berwarna emas
Di sekitarnya tampak monster rubah
berekor 9 [Ninetaill] mengelilinginya, envy lalu mengamati wilayah di
sekitar moonlight untuk mengetahui posisi player yang sedang berburu,
posisi yang berseberangan dengan moonlight terdapat sebuah party
berisikan Rune Knight, Arc Bishop, Warlock, dan Sura sedang bersiap-siap
Ketika
envy mencoba mendekat untuk melihat pertarungan tiba-tiba sebuah pesan
masuk dengan tanda merah menyala, dia membukanya dan melihat isi pesan
tersebut lalu menutupnya setelah membaca. Niatan awalnya yang ingin
memburu party tersebut di batalkannya dan kembali ke kota payon
***
Black
hat sudah tiba di tempat dimana mereka akan bertemu di atas bukit di
belakang istana payon, setelah menunggu beberapa saat tiba-tiba sebuah
sosok berpakaian hitam dengan armor berbentuk seperti tulang rusuk
berwarna putih, dan syal hitam muncul di sebelah black hat duduk
“kamu kalau datang jangan bikin kaget -_-“
Jawab black hat yang sedikit kager dengan kedatangan envy
“hmm tempat yang kamu pilih benar-benar tepat untuk bunuh diri”
“sehari ini sudah 2 orang yang mengatakan hal seperti itu”
Sekarang
mereka berada di bukit belakang istana payon yang di pisah oleh sungai
besar di bawahnya dengan ketinggian sekitar 20M, akhirnya envy berjalan
ke arah bukit yang lebih tinggi di pinggir kurangnya terdapat beberapa
pohon besar
“di sini lebih baik dari pada kita berada di
tempat tadi. Karena tempat ini jarang orang datang dan tentu saja kita
tidak terlihat dari kota payon di bawah”
Black hat hanya mengangguk mendengar envy berbicara
“lalu ada urusan apa kita bertemu di sini?apa kamu sudah membuat guildnya?”
“kalau soal itu malah aku belum membuatnya hehehe” jawab black hat sambil tertawa ringan
“lalu ada masalah apa?”
“hmm
aku melihat skill di bagian platinum skill, terdapat skill pasif
bernama [Plagiarism] dan sepertinya skill itu bisa di gunakan untuk
meniru skill orang lain. Aku berfikiran ingin meniru skill [Sonic Blow]
milikmu”
Envy kemudian berjalan ke salah satu pohon di
dekat jurang dan duduk, black hat yang melihat envy duduk di bawa pohon
hanya terdiam, kemudian envy menyuruh black hat untuk ketempatnya
“sini”
Setelah black hat datang dan duduk envy mulai membuka sedikit mulutnya
“soal sonic blow, skill itu hanya bisa di gunakan dengan senjata ini”
Envy berkata sambil menarik 2 buah katar di pinggangnya ke depan
“jadi selain senjata itu, skill tadi tidak dapat dia aktifkan?”
Envy mengangguk mendengar perkataan black hat, setelah mengetahui jawaban envy black hat seperti kehilangan semangatnya
“apabila
senjatamu adalah tipe one handed sword lebih baik meniru skill [Bash]
atau [Bowlling Bash], tapi itu juga kalau kamu tipe serangan jarak
dekat. Kalau tipe serangan jarak jauh lebih baik meniru skill panah
ranger atau skill magic warlock”
“kalau dengan senjata
saber ini dan shield bisa di bilang aku sekarang tipe jarak dekat,
berarti lebih baik meniru bash/bowlling bash ya. Lalu cara menirunya
bagaimana?”
Envy yang mendengar perkataan black hat lalu menundukkan kepalanya dengan lemas
“kamu ini kalau menjadi shadow chaser pelajarilah dengan serius skill jobmu”
“aku orang yang sibuk dengan berbagai macam pekerjaan di dunia nyata hahahahaha”
Kenyataan
yang terjadi padahal sebaliknya karena black hat di dunia nyata apabila
tidak memiliki niatan pasti akan malas melakukan suatu hal atau mencari
info, mendegar jawaban black hat envy melihat dengan tatapan curiga dan
dingin. Black hat yang menyadari tatapan tersebut langsung memiringkan
wajahnya dengan ekspresi sedikit takut
“yah sudahlah berarti bisa di bilang aku sekarang harus memberitahu garis besar skillmu”
Waktu
berjalan dengan singkat, envy menjelaskan berbagai macam skill yang di
miliki oleh shadow chaser, mulai dari kegunaan efeknya dan lain lain,
semua di bahas di pagi itu juga di RO. Setelah beberapa jam menjelaskan
envy bangkit dari duduknya dan mengajak black hat ke bar kota payon
untuk melihat matching list player yang berada di seluruh rune midgard
Setelah
menentukan tujuan, mereka berdua berjalan menuruni bukit di belakang
istana payon dan menuju ke bar yang berada di dekat pohon tua di tengah
kota payon, perjalanan yang memakan waktu singkat akhirnya selesai.
Mereka berdua tiba di depan pintu masuk, envy melangkah masuk duluan di
ikuti black hat di belakangnya, envy berjalan ke arah meja bar tender
berbentuk lingkaran yang berada di tengah ruangan
Di bar
tender terdapat seorang npc pria muda sedang membersihkan gelas, envy
duduk di kursi depan meja npc tersebut di ikuti black hat di sebelahnya.
Setelah mereka berdua duduk envy melihat sekelilingnya,black hat masih
diam saja menunggu perintah dari envy, beberapa kali melihat
sekelilingnya akhirnya envy melihat ke sebelah kiri mereka duduk, di
sana terdapat 2 buat layar besar yang digunakan untuk melihat daftar
rank matching list rune midgard, dan layar sebelahnya di gunakan untuk
melihat pertandingan di colleseum
Envy mengecek daftar
nama, level, job characther, dan point. Dengan teliti dia melihat daftar
player di layar tersebut, setelah yakin dengan namanya envy berbalik
dan menghadap black hat, dia memanggilnya untuk memberitahu suatu hal
“ha?”
“black coba kirim pesan ke nick itu”
Envy berkata sambil menunjuk ke salah satu nama yang berada di matching list
“ok, tapi kenapa cuman memilih nama saja membutuhkan waktu yang lama?”
Mendengar pertanyaan dari black hat envy lalu membalasnya dengan tenang
“itu
karena nick tersebut jarang sekali berada di colleseum untuk pvp, maka
dari itu kita bisa meminta tolong untuk membantumu meniru skillnya”
Black yang masih belum paham bertanya kembali ke envy
“memang kalau orang yang sering pvp kenapa?”
“soal itu, mereka pasti memasang tarif agar kamu bisa meniru skillnya”
“ow begitu dan kamu tahu dari mana mereka sering ke pvp atau tidak?”
Black hat kembali bertanya dan envy masih menjawab dengan nada seperti biasanya
“kamu lihat matching listnya? Di sana terdapat nomer urut player, nick, level, job, dan yang paling kanan adalah pvp point”
“pvp point?”
“ya pvp point”
Envy menjawabnya sambil mengangguk pelan dan melanjutkan pembicaraaanya, sedangkan black hat masih bingung seperti biasanya
“itu
adalah point untuk menentukan jumlah kemenangan di pvp, semakin tinggi
pointnya berarti semakin sering dan pro seseorang di pvp, maka dari itu
kita mencari orang dengan point pvp rendah agar dia mau membantu kita
tanpa imbalan”
Setelah mendengar penjelasan envy, black hat mengangguk tetapi envy masih meneruskan pembicaraanmya
“dan
beberapa perwakilan guild besar sering datang ke bar seperti ini saat
jam tertentu salah satunya seperti sekarang, mereka menawari player yang
point pvpnya tinggi dan merekrutnya ke guild mereka. Tentu saja harga
yang di tawarkan tidak murah, sudah sekarang lebih baik kamu kirim pesan
kalau dia setuju kita pesan map khusus yang berisi tidak lebih dari 5
orang”
“OK”
Black hat langsung mengirim
pesan ke player yang di beritahukan envy, setelah pesan di kirimkan
mereka berdua memesan minuman sambil menunggu balasan pesan player tadi.
Setelah menunggu hampir 30 menit sebuah pesan masuk, black hat
membukanya dan menentukan tempat map bertemunya. Setelah pengaturan
jadwal di setujui envy berbicara kepada npc bar teder untuk memesan
small pvp room, setelah itu npc tersebut menggerakkan tangannya di udara
sehingga menampilkan tampilan window yang berisi map pvp dan colleseum.
Npc itu menggerakkan tanganya beberapa kali lalu mengirim sebuah pesan
ke envy berisi nama map serta password akses ke dalam map pvp
Setelah
menerima pesan tersebut envy membayar harga pvp roomnya, mereka
berjalan ke arah yang berlawanan dengan layar matching list. Setelah
berjalan melewati beberapa meja yang penuh dengan para player yang
melihat layar mereka akhirnya sampai di depan pintu bertuliskan [Entry
Room] envy kemudian menyentuh tombol password akses room di depan pintu
tersebut. Setelah mengisinya pintu secara otomatis terbuka, mereka
berdua kemudian masuk ke dalam ruangan berukuran 3x3M berwarna putih
seluruhnya. Di depan mereka tampak sebuah pintu besi berwarna hitam
dengan hiasan tengkorak, terdiam beberapa saat tiba-tiba muncul window
berwarna hitam di depan mereka bertuliskan [akses ke small pvp room
dengan kode akses ***** sudah dapat di gunakan] berwarna biru cerah,
setelah membacanya envy menekan tombol [OK] berwarna merah di bawah
pesan tersebut
Beberapa detik kemudian window tersebut
menghilang secara halus dan pintu di depan mereka otomatis membuka, envy
berjalan masuk di ikuti black hat di belakangnya. Mereka masuk ke dalam
sebuah lorong yang suasananya remang-remang, setelah berjalan beberapa
langkah pintu masuk tadi langsung menutup dan menghilang. Black hat
menoleh kebelakang dengan sedikit kaget lalu kembali melihat cahaya
putih di depan mereka
“di sini merupakan rest area map pvp
ini dan juga save area, jadi selama berada di sini kita aman dari
serangan apapun dan juga life point secara otomatis bertambah lebih
cepat, jika kamu kalah dan mati secara otomatis kamu akan muncul di sini
lagi”
Mendengar envy berbicara black hat sambil melihat
lorong tersebut, lorong berwarna hitam dengan penerangan remang-remang
dari obor di tembok, lorong dengan panjang 6M dan lebar 3M di hiasi batu
berwarna hitam di temboknya dan lantainya samar- samar terlihat karena
cahay dari obor
“dari sini kamu maju sendiri aku akan
masuk ke sana dengan cloacking, oia 1 lagi cepat kirim dia password
akses map ini pasti dia sedang menunggu pesan itu”
Envy
berkata di ikuti dengan black hat yang mengirim password akses ke room
tersebut, setelah mengirim pesan black hat melihat ke depannya tetapi
envy sudah menghilang seperti di telan kegelapan. Akhirnya black hat
berjalan sendiri melewati lorong itu dan melihat apa yang ada di tengah
ruangan, ternyata ruangan tersebut berbentuk persegi dengan 2 lorong
save area, terdapat pilar yang menjulang ke atas berada di pinggir
ruangan, lantai dan temboknya terbuat dari batu yang terlihat mengkilap
seperti marmer
Black hat melihat ke atas dan mendapati
bentuk atas ruangan yang setengah lingkaran dengan hiasan gambar
perempuan berambut emas dengan helm seperti kesatria berwarna hitam,
memakai armor berwarna hitam dengan tombak berwarna merah di tangan
kananya di tangan kirinya terdapat glove yg terbuat dari besi yang
ukurannya di atas normal dengan bulu-bulu ungu kehitaman yang menutupi
sebagian lengannya. Di punggungnya terdapat sayap berwarna hitam.
Lumayan lama black hat melihat lukisan tersebut dari bawah, di kejauhan
envy tetap melihat sekelilingnya sambil cloacking
Kemudian
terdengar suara langkah dari armor yang berat, envy dan black hat
langsung melihat ke arah lorong save area di seberangnya, dari dalam
kegelapan lorong save area terlihat samar-samar sesosok pria menggenakan
armor yang terlihat mengkilap, sebuah pedang berwarna hitam sedikit
nampak di punggung orang tersebut, suara langkahnya semakin mendekat ke
arah black hat. Beberapa detik kemudian akhirnya nampak wujud dia yang
sebenarnya terkena cahaya di tengah ruangan tersebut
“kamu yang tadi mengirim pesan kepadaku kan? black hat”
VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 5 >
- VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 5 >
- Unknown
- Selasa, 13 Agustus 2013
- Tidak ada komentar:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar