Virtual Reality < New Begining, Episode 6>

 Virtual Reality < New Begining, Episode 6>


“kamu yang tadi mengirim pesan kepadaku kan? black hat”

Mendengar seseorang memanggilnya black hat melihat ke asal suara itu datang sambil membalas pertanyaan orang tersebut

“ya benar aku yang tadi mengirim pesan kepadamu. Vaith”

Mendengar jawaban black hat, vaith menganggukkan kepalanya tanda bahwa jawaban dia benar

“lalu skill apa yang mau kamu tiru?”

“hmm, skill bowling bash”

Setelah mendengar jawaban black, vaith menarik pedang berwarna hitam di punggunya. Pedang dua tangan berwarna hitam dengan ujung seperti kail [Executioner]

“sudah siap?”

“ayo kita mulai”

Mendengar jawaban black hat, vaith langsung mengaktifkan skill bowling bash yang membuat pedangnya di selimuti cahaya orange yang menyala, dia berjalan dengan santai menuju ke arah black hat. Setelah berada di depannya dia langsung menebas dengan satu serangan skill, black hat yang terkena tebasan dari skill bowling bash dengan otomatis terhempas ke belakang beberapa langkah. Setelah itu black hat membuka menu skill dan melihat bahwa skill bowling bash sudah di dapatkannya

“ya sudah dapat skillnya, terima kasih vaith”

Black hat mengaktifkan skill aktif [Preserve] untuk mengunci skill tiruanya agar tidak hilang jika terkena skill lainnya. Mendengar kata-kata dari black hat vaith yang msh tetap memegang pedangnya menawarkan sebuah ide kepada black hat

“bagaimana kalau kita latih tanding? Rugi kan kalau datang ke sini hanya untuk meniru skill saja tanpa mencobanya?”

Mendengar ide vaith black hat berfikir sejenak lalu mencari keberadaan envy yang sedang cloacking, setelah melihat sekelilingnya dan merasa tidak menemukanya black hat berfikir dengan mata tertutup, beberapa detik berfikir akhirnya dia membuka matanya dan mengangguk tanda setuju. Black hat menarik saber dari sarungnya dengan tangan kananya dan mengeluarkan shield kecil yang di pegang di tangan kirinya, vaith mengangkat pedangnya sedikit ke atas sedangnkan black hat memposisikan shield di depan tubuhnya dan saber dengan posisi horisontal. Posisi mereka berdua sudah siap untuk bertarung, kemudian envy tiba-tiba muncul di antara mereka berdua, secara otomatis vaith dan black hat sedikit kaget dengan kemunculan tiba-tiba envy di tengah-tengah mereka

“wah menarik sepertinya, baiklah aku akan menjadi wasitnya. Sistem pertarungan kita apabila salah satu dari kalian berdua life pointnya menyentuh warna merah dialah yang kalah, semua skill bebas di gunakan dan bebas menggunakan item penyembuh, bagaimana black? Vaith?”

“baiklah” “OK”

Mendengar jawaban mereka envy lalu mundur dengan skill back slide sampai di pinggir arena bertanding, dari kejauhan envy memberi aba-aba, black hat dan vaith melihat ke arah envy. Envy mengeluarkan sebuah white poiton lalu di lemparkannya di udara, botol potion tersebut melayang beberapa detik di udara, vaith dan black hat melihat botol itu melayang seperti lambat sekali di udara, ketika botol itu jatuh di lantai dan pecah menjadi partikel cahaya mereka berdua langsung saling melihat dan berlari

Vaith yang berlari dengan armor beratnya seperti terlihat tidak membawa beban yang berat karena kecepatan larinya masih bisa di bilang sama seperti black hat, karena executioner milik vaith termasuk kategory long sword dengan jarak yang sekitar 1,5m vaith langsung menebaskan pedangnya dengan posisi vertikal, black hat yang melihatnya langsung mengarahkan shieldnya menghadap ke atas untuk menghalangi executioner mengenai tubuhnya. Ketika executioner menyentuh lapias luar shield black hat sebuah tekanan terasa di tubuh black hat yang membuatnya langsung jatuh sambil menahan executioner, karena ujung executioner berbentuk seperti kail secara otomatis ujungnya mengenai bahu black hat dan membuat life pointnya berkurang. Black hat menahan serangan sambil melihat life pointnya yang sedikit demi sedikit berkurang ‘kalau seperti ini terus maka life pointku bisa jatuh ke warna merah dengan cepat’ , black hat berfikir sambil menahan executioner milik vaith

“apa cuman seperti itu saja?”

Kata-kata vaith mengagetkan black hat yang sedang berfikir, dia meliat ke arah vaith yang berada di atasnya, tiba-tiba vaith menendang tubuhnya dengan kaki kirinya yang membuat black akhirnya jatuh, karena tubuh yang tidak seimbang itu akhirnya shield yang tadi menahan executioner ikut tertarik membuat pedang itu langsung mengenai kaki kiri black hat

“argh”

Merasakan berat pedang itu balck hat sedikit menjerit, lalu black hat mengaktifkan skill hiding dan secara otomatis tubuhnya seakan-akan tenggelam ke dalam tanah. Black hat langsung menjauh ketika ada kesempatan, dia berjalan menuju pinggir arena pertandingan dan muncul di belakang tiang, black hat sedikit kaget dengan serangan vaith lalu melihat bar life pointnya ‘darahku sudah berada di garis kuning kalau seperti ini terus maka aku akan kalah’, black hat mengintip vaith yang berada di tengah arena pertandingan dari belakang tiang. Vaith masih dalam posisi bersiaga

“dimana dia bersembunyi”

Vaith berkata sendiri tetap dalam posisi siaga sambil melihat sekelilingnya, yang terlihat hanya envy yang sedang berdiri di salah satu sudut arena. Black hat yang masih bersembunyi tetap melihat dari kejauhan ‘bagaimana mengalahkan seorang rune knight, berfikir berfikir berfikir berfikir. . .. .  ah begitu ya’ , sebelum mencoba idenya black hat mengambil botol white potion yang tadi dia beli di kota payon lalu membukanya dan meminumnya, setelah isinya habis botol tersebut di letakkan dengan hati-hati di lantai tetapi efek hilangnya tetap terjadi, black hat melihat bar life pointnya yang td sudah 60% dan berada di garis kuning naik sedikit menjadi 70% dan berada di garis hijau

“ya segini mungkin cukup”

Black hat lalu bersiap-siap dengan shield dan sabernya lalu mengaktifkan skill hiding, dia tenggelam di dalam tanah dan berjalan dengan hati-hati ke arah belakang tubuh vaith, setelah menemukan posisi tepat di belakang tubuh vaith black hat langsung keluar dengan skill [Back Stab], sabernya di selimuti cahaya biru dengan cepat black hat menebas bagian belakang armor vaith sehingga membuat vaith sedikit kaget dan membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan tetapi vaith menahannya dengan executionernya di tancapkan di tanah lalu menendang black hat yang baru saja menyelesaikan skillnya. Terkena tedangan dari vaith black hat terjatuh di tanah, melihat black hat yang sedang tidak dalam posisi menguntungkan vaith lalu menarik pedangnya dan berlari dengan cepat sedang black hat yang baru bangun dari jatuhnya, beberapa saat kemudian vaith sudah berada di depan tubuh black hat sambil mengayunkan pedangnya secara horisontal

Kecepatan tebasan yang tinggi di arahkannya menuju bagian samping tubuh black hat untuk menebas kepalanya agar mendapatkan instant damage, black hat yang menyadari posisi tebasan executioner melempar shield di tangan kirinya ke kiri lalu mengaktifkan skill hiding. Executioner itu menghantam shield yang black hat lepaskan barusan sehingga shield tersebut melayang jauh dari tempat mereka berada, melihat serangannya gagal vaith mundur beberapa langkah dan bersiaga sambil melihat bar life pointnya yang terkena serangan black hat tadi

“lumayan juga life pointku berkurang 10%, tapi sekarang sudah waktunya untuk  serius”

‘untung saja aku melihatnya jika telat beberapa detik saja maka kepalaku sudah melayang di udara sekarang’

Black hat mengamati vaith kembali dari kejauhan, melihat vaith sedang bersiaga dia berfikir kembali dan menganalisa semua hasil pertarungan barusan. Memikirkan kembali pola serangan vaith yang mengincar instant damage, kecepatan lari dan tebasanya, timmingnya dan respondnya. Akhirnya black hat menemukan sebuah ide dari kejauhan black hat muncul dari posisi hidingnya dan berada di pinggir arena pertandingan, vaith mengetahui black hat muncul mengaktifkan skill [Wind Cutter] executioner di selimuti cahaya hijau menyala, black yang melihat cahaya pedang vaith dari kejauhan hanya diam melihatnya, tiba-tiba vaith dari kejauhan menebaskan pedangnya ke arah black hat yang di ikuti efek cahaya berwarna hijau  di pedangnya melaju dengan cepat ke arah black hat berdiri

Melihat cahaya hijau dari efek wind cutter menujunya, black hat langsung memposisikan tubuhnya tiarap sehingga serangan tadi mengenai tembok di belakangnya. Black hat bangkit dari tiarapnya dan langsung berlari di ikuti vaith yang tetap menggunakan skil wind cutter, melihat serangan itu datang black hat berlari zig zag untuk menghindar. Beberapa tebasan wind cutter dapat di hindarinya tetapi ketika jarak mereka semakin dekat black hat mulai sedikit kesulitan menghindar sehingga salah satu tebasan skill wind cutter mengenai tangan kanan dan kaki kanan black hat sehingga membuatnya jatuh ke lantai dan tanpa sadar melepas saber di tangan kananya

Terkena serangan barusan membuat life point black hat kembali turun ke garis kuning, selain life pointnya yang turun ketahanan armornya juga ikut menurun terkena serangan barusan, ide awal yang di pikirkan black hat akhirya di batalkannya karena terkenal skill yang baru pertama kali di lihatnya. Dia masih berada di tanah sambil sedikit merasakan sakit dari serangan tadi, meski hanya sebuah game tetapi rasa sakit tetap di kirim oleh sinyal menuju otak seakan-akan kita merasakan sakit yang sebenarnya. Vaith melihat black hat masih berada di lantai langsung berlari menghampirinya, executionernya menyala merah dia berlari mendekat dan menghantamkan pedangnya di tanah, black hat baru bangkit dari jatuhnya melihat executioner yang di selimuti cahaya merah menghantam tanah dan beberapa saat kemudian efek cahaya merah yang terlihat membara [Ignition Break] menyebar di sekitar vaith dan mengenai tubuh black hat. Rasa panas dari serangan barusan menyebar di sekujur tubuhnya dan membuat life pointya semakin mengurang di bawah 50%

Setelah terkena serangan barusan black hat bangkit dan mundur menggunakan back slide, dari kejauhan black hat masih dapat merasakan panas dari efek serangan vaith barusan

“seperti inikah gold skill. . . .”

“bagaimana black? Apa masih mau di lanjutkan?” tanya vaith dari kejauhan

“tentu saja sudah lama aku tidak merasakan adrenaline seperti ini”

Setelah mengatakannya black hat berlari tetapi bukan ke arah vaith melainkan menyusuri pinggir arena pertandingan, dia berlari sambil melihat vaith dari kejauhan. Vaith langsung mengeluarkan skill wind cutter untuk menyerang black hat yang berlari di pinggir arena, beberapa kali serangan wind cutter di lepaskan vaith untuk menyerang black hat tetapi semuanya dapat di hindarinya

“hoo begitu ya”

Setelah melihat serangan tadi black hat berlari lurus ke arah vaith, melihat itu vaith langsung melepaskan kembali serangan wind cutter dengan delay yang sedikit lambat, melihat jumlah wind cutter yang banyak black hat langsung hiding seketika itu vaith berlari mendekat dan kembali mengaktifkan skill ingnition break. Black hat masih berada dalam posisi hiding tetapi ketika efek ingnition break aktif black hat yang bersembunyi di dalam tanah merasakan efek panas dan secara otomatis tubuhnya keluar sendiri dari dalam posisi hiding

“bagaimana bisa”

Melihat black hat yang sedikit bingung vaith menjelaskannya “ itu karena skill ignition break efeknya menyebar bahkan saat kamu hiding efek itu juga dapat terasa, dan juga kamu tadi berada dalam area serangan skillku”

Mendengar penjelasan ringan vaith black hat kembali menjauh sambil melihat life pointnya yang sudah turun menjadi 30% ‘5% lagi maka life pointku akan merah, kalau sampai itu terjadi maka aku akan kalah’

“bagaimana black? Tidak ada salahnya kamu menyerah sekarang”

“seorang cowok tidak akan pernah menyerah”

Black hat berkata sambil melihat waktu yang melayang di udara ‘waktunya semakin menipis, apa bisa?ah iya tentu saja instant damage’ setelah menemukan ide instant damage black hat tersenyum, vaith yang melihat senyum black hat seditik bingung

“baiklah kalau seperti itu permintaanmu”

Dia sekali lagi melepaskan skill wind cutter ke arah black hat, black hat bergerak menghindari serangan tiba-tiba vaith dan kembali berlari, black hat berlari kembali di pinggir arena sambil sedikit memikirkan ide untuk dapat melakukan instant damage, seketika itu black hat menemukan ide dan melihat sabernya yang berada sedikit jauh di samping vaith berada, black hat langsung berhenti dan kembali berlari menujur arah vaith

“berapa kali mencoba juga hasilnya sama saja”

Setelah mengatakan hal tersebut vaith melepaskan lagi wind cutternya, black hat menghindar dengan hiding dan muncul kembali ke permukaan lalu berlari lagi. Jarak yang kurang dari 3m vaith memposisikan tubuh dan pedangnya unyuk mengaktifkan skill inginition break tetapi tidak keluar efek apapun

“kenapa tidak aktif”

Melihat itu black hat lalu menuju sabernya yang berada di lantai, vaith yang sedikit bingung melihat bar Spirit Pointnya sudah habis

“di saat seperti ini ada-ada saja”

Vaith mengambil botol dengan cairan berwarna biru [Blue Potion] dari dalam kantongnya untuk mengisi spirit pointnya kembali, melihat itu black hat yang sudah mendapatkan sabernya lalu menarik sebuah dagger di punggungnya dan di lempar ke arah botol dan mengenainya ketika vaith sedang membuka tutup botolnya, melihat botol blue potion yang di sentuhnya pecah dan hilang menjadi partikel cahaya vaith menoleh ke arah black hat tetapi dia sudah tidak ada di tempatnya tadi melempar dagger

Melihat itu vaith kembali mengambil blue potion dengan tergesa-gesa, ketika akan meminumnya tiba-tiba dari belakang sebuah tebasan dari skill back stab di pungungnya dan membuatnya jatuh ke depan, black hat kemudian mengaktifkan skill bowling bash yang tadi di tirunya dari vaith secara otomatis saber black hat di selimuti cahaya orange dari skill tersebut. Dia berlari mendekat ke arah vaith yang sedang tidak memegang executionernya karena jatuh terkena serangan black hat tadi. Dengan pasti black hat mengarahkan pedang yang sudah dia aktifkan skill bowling bash menuju leher vaith untuk mendapatkan instant damage, dengan cepat saber mengarah ke leher vaith yang masih kaget dengan serangan tadi
Saber black hat yang hampir mengenai leher vaith tiba-tiba terhenti, seluruh tubuh black hat mendadak terdiam untuk beberapa saat, vaith juga mengalaminya lalu muncul sebuah tulisan di depan tubuh black hat berwarna hitam dengan api berwarna biru mengelilinginya bertuliskan [ YOU LOSE ]

“ow sudah time up, maka dari itu pertandingan terhenti secara tiba-tiba” jawab envy dari pinggir arena pertandingan

Setelah tulisan di depan black hat menghilang tubuhnya kembali dapat di gerakkan, vaith langsung mengela nafasnya dan bangkit dari jatuhnya di bantu black hat

“hampir saja kalau tidak time up bisa-bisa aku sudah terkena instan damage”

“hahahha pertandingan yang menarik sekali, sudah lama aku tidak merasakan seperti ini”

Setelah black hat mengatakan hal tersebut mereka berdua langsung berjabatan tangan, envy mendekati mereka

“kamu tadi masuk lewat kota mana vaith?”

“ow aku tadi masuk dari kota prontera” mendengar itu black hat sedikit bingung
“prontera? Memang bisa masuk dari kota lain ya?” mendengar pertanyaan black hat vaith lalu menjawabnya

“tentu bisa tetapi tidak semua kota, hanya beberapa kota yang memiliki fasilitas masuk colleseum atau pvp room seperti ini”

“hoo seperti itu” jawab black sambil menganggukan kepalanya dan menyilangkan tangannya

“ya sudah kita berpisah di sini lain waktu kalau levelmu sudah naik kita bertarung lagi ya black”

“tentu saja”

Stelah mengatakan hal tersebut mereka mendengar sebuah suara menggema di dalam ruangan tersebut

“dalam 60 detik kalian akan secara otomatis di kembalikan ke bar masing-masing”
Setelah suara itu menghilang terlihat angka hitungan mundur berwarna merah, setelah angka menunnjukkan 0 tiba-tiba tubuh mereka smua di selimuti cahaya dan menghilang, beberapa detik kemudia mereka muncul di sebuah ruangan berwarna putih. Envy langsung membuka pintu di depan mereka, dia keluar ruangan di ikuti black hat, mereka keluar pintu yang posisinya agak jauh dari pintu dimana mereka masuk, envy kembali berjalan menuju pintu keluar bar di ikuti black hat di belakangnya

Baru saja keluar dari bar envy menghentikan langkahnya dan melihat sekelilingnya, setelah memastikan tidak ada orang di sekitarnya dia memanggil black hat

“black”

“apa?” sedikit kaget black hat menjawab

“karena kamu sudah mendapatkan skil bowling bash”

“. . .”

“bagaimana kalau kita melakukan PK?”

Mendengar ide envy black hat terdiam sebentar

“bbb. . . benarkah?”

“katanya kamu mau membuat guild PK kenapa tidak kamu rasakan sesekali rasanya Pk sebelum membuat guildnya?”

Black hat kembali berfikir sejenak “jangan sekarang envy, besuk saja kita atur waktu kembali”

“baiklah tetapi bagaimana kita dapat saling menghubungi?”

“oia ini aku kasik alamat emailku besuk kamu kirim saja pesan”

“baiklah, lalu sekarang kita mau kemana black? Hari masi sore”

“ah benar memang berapa lama kita tadi ya?”

“hmm... kita tadi bertemu sudah siang lalu bertarung di dalam map itu sekitar 1 jam itu juga belum sambil menunggu vaith membalas pesan dan menunggunya, juga pertandingan tadi terjadi selama 1 jam lamanya”

“haaa pertarungan tadi selama itu ya”

“ya itu masih tergolong pendek”

Mendengar jawaban envy black hat lalu berfikir sejenak dan bertanya lagi kepada envy

“oia kalau kita tidur di penginapan, apa kita akan kembali secara otomatis apa bangun kembali tetap di game?”

Mendengar pertanyaan black envy menerangkan bahwa di menu terdapat 2 pilihan menu untuk tidur, yaitu [log out sleep] dan [stand by sleep], jika memilih log out sleep maka ketika kita sudah tertidur secara otomatis akan log out dari game , tetapi jika memilih stand by sleep maka ketika tertidur kita masih berada di game dan bangun tetap di game

“ah seperti itu ya baiklah karena sudah sore dan di dunia nyata pasti sudah malam lebih baik aku tidur di penginapan payon dengan mode log out sleep”

“baiklah kalau seperti itu, aku masih ada urusan lain sampai bertemu besuk black”
Setelah itu mereka berpisah envy kembali berjalan menuju desa payon di utara kota dan black hat menuju ke penginapan payon, setelah mengisi daftar di npc penerima tamu black hat mendapatkan kunci kamar dan naik ke lantai atas. Setelah masuk pintu kamar di kunci black hat langsung berbaring

“ah melelahkan juga ternyata ya sudah aku akan pilih log out sleep saja”

Black hat menggerakkan tangannya untuk mengeluarkan menu option dan memilih seting log out sleep, setelah mengaktifkannya dia memejamkan matanya dan tertidur, secara otomatis black hat langsung log out dari game karena sudah tertidur


                                                         ***


Pagi menjelang aku bangun dari tidur, aku melihat keluar jendela dan menemukan awan masih gelap seperti kemarin sore, aku pun bangkit membuka pintu dan turun ke bawah. Berkeliling di rumah tetapi tidak menemukan ibuku, aku berjalan menuju meja makan dan melihat makanan sudah siap, dengan wajah masih mengantuk aku mengambil piring dan menaruh nasi di atas piring, mengambil beberapa ikan dan sayur lalu berjalan duduk ke arah kursi di ruang keluarga sambil melihat tv

Dengan malas-malasan aku makan sambil mengganti ganti acara tv, setelah makanannya habis aku lalu mematikan kembali tvnya dan menaruh piring di tempat cucian dan di kutinggalkan begitu saja. Aku melihat kulkas dan menemukan sebuah catatan “ibu berangkat dulu karena ada urusan mendadak di kantor” setelah membacanya aku berjalan menujur kamar mandi untuk mandi sebelum sekolah

Setelah mandi aku naik ke kamarku di lantai 2 mengambil seragam sekolah dari dalam lemari dan sedikit mengaca di depan cermin, setelah itu berjalan keluar sambil mengambil tas dari atas meja di dekat pintu kamar, aku keluar kamar dengan malas hari itu, turun ke bawah dan menuju ke pintu keluar rumah, pintu rumah kubuka lalu terasa angin dingin menerpa tubuhku . Aku melihat langit yang gelap menandakan akan hujan, kemudian mengambil payung yang berada di dekat pintu lalu menutup pintu dan menguncinya

Selama perjalanan jarang sekali orang terlihat bahkan di MRT pun pagi itu juga terlihat sepi tanpa ada orang 1 pun yang menaikinya. Setelah 30 menit perjalanan dari perumahanya menuju sekolahan aku turun di terminal MRT dekat sekolah, ternyata hujan sedang mengguyur wilayah sekitar sekolah

“untung aku membawa payung”

Aku membuka payung  dan berjalan menuju sekolahan, selama perjalanan menuju sekolahan  pun jarang terlihat murid berjalan atau guru sekalipun

“hee kemana semuanya apa aku berangkat terlalu pagi ya?”

Sambil melihat jam yang berada di sudut kanan atas pengelihatanku, ternyata masih jam 6:45 pagi tetapi jarang sekali terlihat murid-murid menuju sekolah dengan santai aku masuk halaman sekolah, terlihat beberapa mobil jeep bewarna hitam berada di teras halaman sekolah, ketika berjalan melewati gerbang kantor guru menuju lorong utama sekolah aku menerima pesan masuk ke Xnecklace dari ketua kelasku  “fiko kamu di suruh pak guru untuk datang ke aula sekolah kalau sudah sampai di sekolah” melihat pesan itu aku yang awalnya akan menuju ke ruang kelas yang berada di paling belakang sekolah berbalik arah dan menuju ke aula sekolah

Selama perjalanan terlihat murid-murid memandangiku dari dalam kelas, jarang terlihat murid satupun berada di luar kelas atau sekedar jalan menuju kelas mereka. Aku yang sudah sampai di depan aula hanya melihat 1 pintu yang terbuka di samping aula yang memiliki beberapa pintu di setiap sisinya,  akhirnya dengan malas aku melangkah mendekat ke arah aula

Ketika aku masuk beberapa langkah di dalam aula aku melihat suasana yang sepi, di atas panggung di sebelah kiriku yang berada di ujung aula, terdapat sebuah panggung untuk guru atau para anggota osis saat upacara tetapi sekarang di mataku terlihat 5 orang temanku sedang duduk di atas kursi dengan kaki terikat, badan mereka di ikat di kursi dan mulutnya di tutup kain, teman-temanku menggeleng-gelengkan kepalanya melihatku datang, melihat hal tersebut secara kaget aku merasakan dari belakang kedua pundakku di tekan oleh seseorang, bukan seseorang tetapi 2 orang mencengkram kedua pundakku dan memegang kedua pergelangan tanganku, aku memeberontak dengan keras tetapi kekuatanku tidak dapat membuatku dapat lepas dari mereka berdua, tiba-tiba sebuah benda seperti pistol terasa di leherku

Dengan perasaan takut dan rasa dingin dari senjata itu membuat tubuhku lemas, tiba-tiba terasa sesuatu di tembakkan dari senjata itu di leherku dan membuatku kehilangan kesadaran dan terjatuh ke lantai aula sekolah
 

0 komentar:

Posting Komentar