Virtual Reality < New Begining, Episode 6>
“kamu yang tadi mengirim pesan kepadaku kan? black hat”
Mendengar seseorang memanggilnya black hat melihat ke asal suara itu datang sambil membalas pertanyaan orang tersebut
“ya benar aku yang tadi mengirim pesan kepadamu. Vaith”
Mendengar jawaban black hat, vaith menganggukkan kepalanya tanda bahwa jawaban dia benar
“lalu skill apa yang mau kamu tiru?”
“hmm, skill bowling bash”
Setelah
mendengar jawaban black, vaith menarik pedang berwarna hitam di
punggunya. Pedang dua tangan berwarna hitam dengan ujung seperti kail
[Executioner]
“sudah siap?”
“ayo kita mulai”
Mendengar
jawaban black hat, vaith langsung mengaktifkan skill bowling bash yang
membuat pedangnya di selimuti cahaya orange yang menyala, dia berjalan
dengan santai menuju ke arah black hat. Setelah berada di depannya dia
langsung menebas dengan satu serangan skill, black hat yang terkena
tebasan dari skill bowling bash dengan otomatis terhempas ke belakang
beberapa langkah. Setelah itu black hat membuka menu skill dan melihat
bahwa skill bowling bash sudah di dapatkannya
“ya sudah dapat skillnya, terima kasih vaith”
Black
hat mengaktifkan skill aktif [Preserve] untuk mengunci skill tiruanya
agar tidak hilang jika terkena skill lainnya. Mendengar kata-kata dari
black hat vaith yang msh tetap memegang pedangnya menawarkan sebuah ide
kepada black hat
“bagaimana kalau kita latih tanding? Rugi kan kalau datang ke sini hanya untuk meniru skill saja tanpa mencobanya?”
Mendengar
ide vaith black hat berfikir sejenak lalu mencari keberadaan envy yang
sedang cloacking, setelah melihat sekelilingnya dan merasa tidak
menemukanya black hat berfikir dengan mata tertutup, beberapa detik
berfikir akhirnya dia membuka matanya dan mengangguk tanda setuju. Black
hat menarik saber dari sarungnya dengan tangan kananya dan mengeluarkan
shield kecil yang di pegang di tangan kirinya, vaith mengangkat
pedangnya sedikit ke atas sedangnkan black hat memposisikan shield di
depan tubuhnya dan saber dengan posisi horisontal. Posisi mereka berdua
sudah siap untuk bertarung, kemudian envy tiba-tiba muncul di antara
mereka berdua, secara otomatis vaith dan black hat sedikit kaget dengan
kemunculan tiba-tiba envy di tengah-tengah mereka
“wah
menarik sepertinya, baiklah aku akan menjadi wasitnya. Sistem
pertarungan kita apabila salah satu dari kalian berdua life pointnya
menyentuh warna merah dialah yang kalah, semua skill bebas di gunakan
dan bebas menggunakan item penyembuh, bagaimana black? Vaith?”
“baiklah” “OK”
Mendengar
jawaban mereka envy lalu mundur dengan skill back slide sampai di
pinggir arena bertanding, dari kejauhan envy memberi aba-aba, black hat
dan vaith melihat ke arah envy. Envy mengeluarkan sebuah white poiton
lalu di lemparkannya di udara, botol potion tersebut melayang beberapa
detik di udara, vaith dan black hat melihat botol itu melayang seperti
lambat sekali di udara, ketika botol itu jatuh di lantai dan pecah
menjadi partikel cahaya mereka berdua langsung saling melihat dan
berlari
Vaith yang berlari dengan armor beratnya seperti
terlihat tidak membawa beban yang berat karena kecepatan larinya masih
bisa di bilang sama seperti black hat, karena executioner milik vaith
termasuk kategory long sword dengan jarak yang sekitar 1,5m vaith
langsung menebaskan pedangnya dengan posisi vertikal, black hat yang
melihatnya langsung mengarahkan shieldnya menghadap ke atas untuk
menghalangi executioner mengenai tubuhnya. Ketika executioner menyentuh
lapias luar shield black hat sebuah tekanan terasa di tubuh black hat
yang membuatnya langsung jatuh sambil menahan executioner, karena ujung
executioner berbentuk seperti kail secara otomatis ujungnya mengenai
bahu black hat dan membuat life pointnya berkurang. Black hat menahan
serangan sambil melihat life pointnya yang sedikit demi sedikit
berkurang ‘kalau seperti ini terus maka life pointku bisa jatuh ke warna
merah dengan cepat’ , black hat berfikir sambil menahan executioner
milik vaith
“apa cuman seperti itu saja?”
Kata-kata
vaith mengagetkan black hat yang sedang berfikir, dia meliat ke arah
vaith yang berada di atasnya, tiba-tiba vaith menendang tubuhnya dengan
kaki kirinya yang membuat black akhirnya jatuh, karena tubuh yang tidak
seimbang itu akhirnya shield yang tadi menahan executioner ikut tertarik
membuat pedang itu langsung mengenai kaki kiri black hat
“argh”
Merasakan
berat pedang itu balck hat sedikit menjerit, lalu black hat
mengaktifkan skill hiding dan secara otomatis tubuhnya seakan-akan
tenggelam ke dalam tanah. Black hat langsung menjauh ketika ada
kesempatan, dia berjalan menuju pinggir arena pertandingan dan muncul di
belakang tiang, black hat sedikit kaget dengan serangan vaith lalu
melihat bar life pointnya ‘darahku sudah berada di garis kuning kalau
seperti ini terus maka aku akan kalah’, black hat mengintip vaith yang
berada di tengah arena pertandingan dari belakang tiang. Vaith masih
dalam posisi bersiaga
“dimana dia bersembunyi”
Vaith
berkata sendiri tetap dalam posisi siaga sambil melihat sekelilingnya,
yang terlihat hanya envy yang sedang berdiri di salah satu sudut arena.
Black hat yang masih bersembunyi tetap melihat dari kejauhan ‘bagaimana
mengalahkan seorang rune knight, berfikir berfikir berfikir berfikir. .
.. . ah begitu ya’ , sebelum mencoba idenya black hat mengambil botol
white potion yang tadi dia beli di kota payon lalu membukanya dan
meminumnya, setelah isinya habis botol tersebut di letakkan dengan
hati-hati di lantai tetapi efek hilangnya tetap terjadi, black hat
melihat bar life pointnya yang td sudah 60% dan berada di garis kuning
naik sedikit menjadi 70% dan berada di garis hijau
“ya segini mungkin cukup”
Black
hat lalu bersiap-siap dengan shield dan sabernya lalu mengaktifkan
skill hiding, dia tenggelam di dalam tanah dan berjalan dengan hati-hati
ke arah belakang tubuh vaith, setelah menemukan posisi tepat di
belakang tubuh vaith black hat langsung keluar dengan skill [Back Stab],
sabernya di selimuti cahaya biru dengan cepat black hat menebas bagian
belakang armor vaith sehingga membuat vaith sedikit kaget dan membuat
tubuhnya kehilangan keseimbangan tetapi vaith menahannya dengan
executionernya di tancapkan di tanah lalu menendang black hat yang baru
saja menyelesaikan skillnya. Terkena tedangan dari vaith black hat
terjatuh di tanah, melihat black hat yang sedang tidak dalam posisi
menguntungkan vaith lalu menarik pedangnya dan berlari dengan cepat
sedang black hat yang baru bangun dari jatuhnya, beberapa saat kemudian
vaith sudah berada di depan tubuh black hat sambil mengayunkan pedangnya
secara horisontal
Kecepatan tebasan yang tinggi di
arahkannya menuju bagian samping tubuh black hat untuk menebas kepalanya
agar mendapatkan instant damage, black hat yang menyadari posisi
tebasan executioner melempar shield di tangan kirinya ke kiri lalu
mengaktifkan skill hiding. Executioner itu menghantam shield yang black
hat lepaskan barusan sehingga shield tersebut melayang jauh dari tempat
mereka berada, melihat serangannya gagal vaith mundur beberapa langkah
dan bersiaga sambil melihat bar life pointnya yang terkena serangan
black hat tadi
“lumayan juga life pointku berkurang 10%, tapi sekarang sudah waktunya untuk serius”
‘untung saja aku melihatnya jika telat beberapa detik saja maka kepalaku sudah melayang di udara sekarang’
Black
hat mengamati vaith kembali dari kejauhan, melihat vaith sedang
bersiaga dia berfikir kembali dan menganalisa semua hasil pertarungan
barusan. Memikirkan kembali pola serangan vaith yang mengincar instant
damage, kecepatan lari dan tebasanya, timmingnya dan respondnya.
Akhirnya black hat menemukan sebuah ide dari kejauhan black hat muncul
dari posisi hidingnya dan berada di pinggir arena pertandingan, vaith
mengetahui black hat muncul mengaktifkan skill [Wind Cutter] executioner
di selimuti cahaya hijau menyala, black yang melihat cahaya pedang
vaith dari kejauhan hanya diam melihatnya, tiba-tiba vaith dari kejauhan
menebaskan pedangnya ke arah black hat yang di ikuti efek cahaya
berwarna hijau di pedangnya melaju dengan cepat ke arah black hat
berdiri
Melihat cahaya hijau dari efek wind cutter
menujunya, black hat langsung memposisikan tubuhnya tiarap sehingga
serangan tadi mengenai tembok di belakangnya. Black hat bangkit dari
tiarapnya dan langsung berlari di ikuti vaith yang tetap menggunakan
skil wind cutter, melihat serangan itu datang black hat berlari zig zag
untuk menghindar. Beberapa tebasan wind cutter dapat di hindarinya
tetapi ketika jarak mereka semakin dekat black hat mulai sedikit
kesulitan menghindar sehingga salah satu tebasan skill wind cutter
mengenai tangan kanan dan kaki kanan black hat sehingga membuatnya jatuh
ke lantai dan tanpa sadar melepas saber di tangan kananya
Terkena
serangan barusan membuat life point black hat kembali turun ke garis
kuning, selain life pointnya yang turun ketahanan armornya juga ikut
menurun terkena serangan barusan, ide awal yang di pikirkan black hat
akhirya di batalkannya karena terkenal skill yang baru pertama kali di
lihatnya. Dia masih berada di tanah sambil sedikit merasakan sakit dari
serangan tadi, meski hanya sebuah game tetapi rasa sakit tetap di kirim
oleh sinyal menuju otak seakan-akan kita merasakan sakit yang
sebenarnya. Vaith melihat black hat masih berada di lantai langsung
berlari menghampirinya, executionernya menyala merah dia berlari
mendekat dan menghantamkan pedangnya di tanah, black hat baru bangkit
dari jatuhnya melihat executioner yang di selimuti cahaya merah
menghantam tanah dan beberapa saat kemudian efek cahaya merah yang
terlihat membara [Ignition Break] menyebar di sekitar vaith dan mengenai
tubuh black hat. Rasa panas dari serangan barusan menyebar di sekujur
tubuhnya dan membuat life pointya semakin mengurang di bawah 50%
Setelah
terkena serangan barusan black hat bangkit dan mundur menggunakan back
slide, dari kejauhan black hat masih dapat merasakan panas dari efek
serangan vaith barusan
“seperti inikah gold skill. . . .”
“bagaimana black? Apa masih mau di lanjutkan?” tanya vaith dari kejauhan
“tentu saja sudah lama aku tidak merasakan adrenaline seperti ini”
Setelah
mengatakannya black hat berlari tetapi bukan ke arah vaith melainkan
menyusuri pinggir arena pertandingan, dia berlari sambil melihat vaith
dari kejauhan. Vaith langsung mengeluarkan skill wind cutter untuk
menyerang black hat yang berlari di pinggir arena, beberapa kali
serangan wind cutter di lepaskan vaith untuk menyerang black hat tetapi
semuanya dapat di hindarinya
“hoo begitu ya”
Setelah
melihat serangan tadi black hat berlari lurus ke arah vaith, melihat
itu vaith langsung melepaskan kembali serangan wind cutter dengan delay
yang sedikit lambat, melihat jumlah wind cutter yang banyak black hat
langsung hiding seketika itu vaith berlari mendekat dan kembali
mengaktifkan skill ingnition break. Black hat masih berada dalam posisi
hiding tetapi ketika efek ingnition break aktif black hat yang
bersembunyi di dalam tanah merasakan efek panas dan secara otomatis
tubuhnya keluar sendiri dari dalam posisi hiding
“bagaimana bisa”
Melihat
black hat yang sedikit bingung vaith menjelaskannya “ itu karena skill
ignition break efeknya menyebar bahkan saat kamu hiding efek itu juga
dapat terasa, dan juga kamu tadi berada dalam area serangan skillku”
Mendengar
penjelasan ringan vaith black hat kembali menjauh sambil melihat life
pointnya yang sudah turun menjadi 30% ‘5% lagi maka life pointku akan
merah, kalau sampai itu terjadi maka aku akan kalah’
“bagaimana black? Tidak ada salahnya kamu menyerah sekarang”
“seorang cowok tidak akan pernah menyerah”
Black
hat berkata sambil melihat waktu yang melayang di udara ‘waktunya
semakin menipis, apa bisa?ah iya tentu saja instant damage’ setelah
menemukan ide instant damage black hat tersenyum, vaith yang melihat
senyum black hat seditik bingung
“baiklah kalau seperti itu permintaanmu”
Dia
sekali lagi melepaskan skill wind cutter ke arah black hat, black hat
bergerak menghindari serangan tiba-tiba vaith dan kembali berlari, black
hat berlari kembali di pinggir arena sambil sedikit memikirkan ide
untuk dapat melakukan instant damage, seketika itu black hat menemukan
ide dan melihat sabernya yang berada sedikit jauh di samping vaith
berada, black hat langsung berhenti dan kembali berlari menujur arah
vaith
“berapa kali mencoba juga hasilnya sama saja”
Setelah
mengatakan hal tersebut vaith melepaskan lagi wind cutternya, black hat
menghindar dengan hiding dan muncul kembali ke permukaan lalu berlari
lagi. Jarak yang kurang dari 3m vaith memposisikan tubuh dan pedangnya
unyuk mengaktifkan skill inginition break tetapi tidak keluar efek
apapun
“kenapa tidak aktif”
Melihat itu
black hat lalu menuju sabernya yang berada di lantai, vaith yang sedikit
bingung melihat bar Spirit Pointnya sudah habis
“di saat seperti ini ada-ada saja”
Vaith
mengambil botol dengan cairan berwarna biru [Blue Potion] dari dalam
kantongnya untuk mengisi spirit pointnya kembali, melihat itu black hat
yang sudah mendapatkan sabernya lalu menarik sebuah dagger di
punggungnya dan di lempar ke arah botol dan mengenainya ketika vaith
sedang membuka tutup botolnya, melihat botol blue potion yang di
sentuhnya pecah dan hilang menjadi partikel cahaya vaith menoleh ke arah
black hat tetapi dia sudah tidak ada di tempatnya tadi melempar dagger
Melihat
itu vaith kembali mengambil blue potion dengan tergesa-gesa, ketika
akan meminumnya tiba-tiba dari belakang sebuah tebasan dari skill back
stab di pungungnya dan membuatnya jatuh ke depan, black hat kemudian
mengaktifkan skill bowling bash yang tadi di tirunya dari vaith secara
otomatis saber black hat di selimuti cahaya orange dari skill tersebut.
Dia berlari mendekat ke arah vaith yang sedang tidak memegang
executionernya karena jatuh terkena serangan black hat tadi. Dengan
pasti black hat mengarahkan pedang yang sudah dia aktifkan skill bowling
bash menuju leher vaith untuk mendapatkan instant damage, dengan cepat
saber mengarah ke leher vaith yang masih kaget dengan serangan tadi
Saber
black hat yang hampir mengenai leher vaith tiba-tiba terhenti, seluruh
tubuh black hat mendadak terdiam untuk beberapa saat, vaith juga
mengalaminya lalu muncul sebuah tulisan di depan tubuh black hat
berwarna hitam dengan api berwarna biru mengelilinginya bertuliskan [
YOU LOSE ]
“ow sudah time up, maka dari itu pertandingan terhenti secara tiba-tiba” jawab envy dari pinggir arena pertandingan
Setelah
tulisan di depan black hat menghilang tubuhnya kembali dapat di
gerakkan, vaith langsung mengela nafasnya dan bangkit dari jatuhnya di
bantu black hat
“hampir saja kalau tidak time up bisa-bisa aku sudah terkena instan damage”
“hahahha pertandingan yang menarik sekali, sudah lama aku tidak merasakan seperti ini”
Setelah black hat mengatakan hal tersebut mereka berdua langsung berjabatan tangan, envy mendekati mereka
“kamu tadi masuk lewat kota mana vaith?”
“ow aku tadi masuk dari kota prontera” mendengar itu black hat sedikit bingung
“prontera? Memang bisa masuk dari kota lain ya?” mendengar pertanyaan black hat vaith lalu menjawabnya
“tentu bisa tetapi tidak semua kota, hanya beberapa kota yang memiliki fasilitas masuk colleseum atau pvp room seperti ini”
“hoo seperti itu” jawab black sambil menganggukan kepalanya dan menyilangkan tangannya
“ya sudah kita berpisah di sini lain waktu kalau levelmu sudah naik kita bertarung lagi ya black”
“tentu saja”
Stelah mengatakan hal tersebut mereka mendengar sebuah suara menggema di dalam ruangan tersebut
“dalam 60 detik kalian akan secara otomatis di kembalikan ke bar masing-masing”
Setelah
suara itu menghilang terlihat angka hitungan mundur berwarna merah,
setelah angka menunnjukkan 0 tiba-tiba tubuh mereka smua di selimuti
cahaya dan menghilang, beberapa detik kemudia mereka muncul di sebuah
ruangan berwarna putih. Envy langsung membuka pintu di depan mereka, dia
keluar ruangan di ikuti black hat, mereka keluar pintu yang posisinya
agak jauh dari pintu dimana mereka masuk, envy kembali berjalan menuju
pintu keluar bar di ikuti black hat di belakangnya
Baru
saja keluar dari bar envy menghentikan langkahnya dan melihat
sekelilingnya, setelah memastikan tidak ada orang di sekitarnya dia
memanggil black hat
“black”
“apa?” sedikit kaget black hat menjawab
“karena kamu sudah mendapatkan skil bowling bash”
“. . .”
“bagaimana kalau kita melakukan PK?”
Mendengar ide envy black hat terdiam sebentar
“bbb. . . benarkah?”
“katanya kamu mau membuat guild PK kenapa tidak kamu rasakan sesekali rasanya Pk sebelum membuat guildnya?”
Black hat kembali berfikir sejenak “jangan sekarang envy, besuk saja kita atur waktu kembali”
“baiklah tetapi bagaimana kita dapat saling menghubungi?”
“oia ini aku kasik alamat emailku besuk kamu kirim saja pesan”
“baiklah, lalu sekarang kita mau kemana black? Hari masi sore”
“ah benar memang berapa lama kita tadi ya?”
“hmm...
kita tadi bertemu sudah siang lalu bertarung di dalam map itu sekitar 1
jam itu juga belum sambil menunggu vaith membalas pesan dan
menunggunya, juga pertandingan tadi terjadi selama 1 jam lamanya”
“haaa pertarungan tadi selama itu ya”
“ya itu masih tergolong pendek”
Mendengar jawaban envy black hat lalu berfikir sejenak dan bertanya lagi kepada envy
“oia kalau kita tidur di penginapan, apa kita akan kembali secara otomatis apa bangun kembali tetap di game?”
Mendengar
pertanyaan black envy menerangkan bahwa di menu terdapat 2 pilihan menu
untuk tidur, yaitu [log out sleep] dan [stand by sleep], jika memilih
log out sleep maka ketika kita sudah tertidur secara otomatis akan log
out dari game , tetapi jika memilih stand by sleep maka ketika tertidur
kita masih berada di game dan bangun tetap di game
“ah
seperti itu ya baiklah karena sudah sore dan di dunia nyata pasti sudah
malam lebih baik aku tidur di penginapan payon dengan mode log out
sleep”
“baiklah kalau seperti itu, aku masih ada urusan lain sampai bertemu besuk black”
Setelah
itu mereka berpisah envy kembali berjalan menuju desa payon di utara
kota dan black hat menuju ke penginapan payon, setelah mengisi daftar di
npc penerima tamu black hat mendapatkan kunci kamar dan naik ke lantai
atas. Setelah masuk pintu kamar di kunci black hat langsung berbaring
“ah melelahkan juga ternyata ya sudah aku akan pilih log out sleep saja”
Black
hat menggerakkan tangannya untuk mengeluarkan menu option dan memilih
seting log out sleep, setelah mengaktifkannya dia memejamkan matanya dan
tertidur, secara otomatis black hat langsung log out dari game karena
sudah tertidur
***
Pagi
menjelang aku bangun dari tidur, aku melihat keluar jendela dan
menemukan awan masih gelap seperti kemarin sore, aku pun bangkit membuka
pintu dan turun ke bawah. Berkeliling di rumah tetapi tidak menemukan
ibuku, aku berjalan menuju meja makan dan melihat makanan sudah siap,
dengan wajah masih mengantuk aku mengambil piring dan menaruh nasi di
atas piring, mengambil beberapa ikan dan sayur lalu berjalan duduk ke
arah kursi di ruang keluarga sambil melihat tv
Dengan
malas-malasan aku makan sambil mengganti ganti acara tv, setelah
makanannya habis aku lalu mematikan kembali tvnya dan menaruh piring di
tempat cucian dan di kutinggalkan begitu saja. Aku melihat kulkas dan
menemukan sebuah catatan “ibu berangkat dulu karena ada urusan mendadak
di kantor” setelah membacanya aku berjalan menujur kamar mandi untuk
mandi sebelum sekolah
Setelah mandi aku naik ke kamarku di
lantai 2 mengambil seragam sekolah dari dalam lemari dan sedikit
mengaca di depan cermin, setelah itu berjalan keluar sambil mengambil
tas dari atas meja di dekat pintu kamar, aku keluar kamar dengan malas
hari itu, turun ke bawah dan menuju ke pintu keluar rumah, pintu rumah
kubuka lalu terasa angin dingin menerpa tubuhku . Aku melihat langit
yang gelap menandakan akan hujan, kemudian mengambil payung yang berada
di dekat pintu lalu menutup pintu dan menguncinya
Selama
perjalanan jarang sekali orang terlihat bahkan di MRT pun pagi itu juga
terlihat sepi tanpa ada orang 1 pun yang menaikinya. Setelah 30 menit
perjalanan dari perumahanya menuju sekolahan aku turun di terminal MRT
dekat sekolah, ternyata hujan sedang mengguyur wilayah sekitar sekolah
“untung aku membawa payung”
Aku
membuka payung dan berjalan menuju sekolahan, selama perjalanan menuju
sekolahan pun jarang terlihat murid berjalan atau guru sekalipun
“hee kemana semuanya apa aku berangkat terlalu pagi ya?”
Sambil
melihat jam yang berada di sudut kanan atas pengelihatanku, ternyata
masih jam 6:45 pagi tetapi jarang sekali terlihat murid-murid menuju
sekolah dengan santai aku masuk halaman sekolah, terlihat beberapa mobil
jeep bewarna hitam berada di teras halaman sekolah, ketika berjalan
melewati gerbang kantor guru menuju lorong utama sekolah aku menerima
pesan masuk ke Xnecklace dari ketua kelasku “fiko kamu di suruh pak
guru untuk datang ke aula sekolah kalau sudah sampai di sekolah” melihat
pesan itu aku yang awalnya akan menuju ke ruang kelas yang berada di
paling belakang sekolah berbalik arah dan menuju ke aula sekolah
Selama
perjalanan terlihat murid-murid memandangiku dari dalam kelas, jarang
terlihat murid satupun berada di luar kelas atau sekedar jalan menuju
kelas mereka. Aku yang sudah sampai di depan aula hanya melihat 1 pintu
yang terbuka di samping aula yang memiliki beberapa pintu di setiap
sisinya, akhirnya dengan malas aku melangkah mendekat ke arah aula
Ketika
aku masuk beberapa langkah di dalam aula aku melihat suasana yang sepi,
di atas panggung di sebelah kiriku yang berada di ujung aula, terdapat
sebuah panggung untuk guru atau para anggota osis saat upacara tetapi
sekarang di mataku terlihat 5 orang temanku sedang duduk di atas kursi
dengan kaki terikat, badan mereka di ikat di kursi dan mulutnya di tutup
kain, teman-temanku menggeleng-gelengkan kepalanya melihatku datang,
melihat hal tersebut secara kaget aku merasakan dari belakang kedua
pundakku di tekan oleh seseorang, bukan seseorang tetapi 2 orang
mencengkram kedua pundakku dan memegang kedua pergelangan tanganku, aku
memeberontak dengan keras tetapi kekuatanku tidak dapat membuatku dapat
lepas dari mereka berdua, tiba-tiba sebuah benda seperti pistol terasa
di leherku
Dengan perasaan takut dan rasa dingin dari
senjata itu membuat tubuhku lemas, tiba-tiba terasa sesuatu di tembakkan
dari senjata itu di leherku dan membuatku kehilangan kesadaran dan
terjatuh ke lantai aula sekolah
Virtual Reality < New Begining, Episode 6>
- Virtual Reality < New Begining, Episode 6>
- Unknown
- Jumat, 30 Agustus 2013
- Tidak ada komentar:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar