Virtual Reality < New Begining, Episode 8>
[jadi kapan kita akan memulai Pknya black?]
Fiko yang masihberada di belakang wilayah sekolah hanya diam melihat
pesan itu, matahari nampak semakin tinggi menjulang membuat udara
menjadi lebih panas merasakan hal itu dia berjalan lagi sambil menutup
pesan tersebut ‘sekarang jam 9 pagi, karena sekarang jam pelajaran
olahraga biasanya memakan waktu 2 jam untuk pelajaran ini. Berarti
pelajaran berakhir ketika jam istirahat, total waktu yang ada 2 ½ jam d
tambah istirahat nanti jam 11 selama 30 menit, baiklah’
Setelah memikirkan waktu jam pelajaran yang dapat di manfaatkan untuk
dapat login fiko menggerakkan tanganya di udara untuk membalas pesan
dari envy [bagaimana kalau sekarang saja kita login], pesan telah
terkirim fiko melanjutkan langkahnya berfikir mencari tempat paling aman
untuk login saat ini ‘perpusatakaan?tidak,kantin?terlalu bnyk orang,jd d
mana ya, berifikir berfikir berfikir. Ah iya tentu saja ada tempat
seperti itu bahkan di sebuah sekolah ada ruangan yang memiliki privasi
lebih’ menemukan sebuah ide fiko mengubah arah jalannya dan menuju ke
salah satu ruangan yang tersebar di beberapa tempat di sekolah
Langkahnya terhenti di depan sebuah pintu yang memiliki gambar orang
berwarna biru bertuliskan [Male], dia membuka gagang pintunya dan
membukanya lalu langsung berjalan ke dalam, langkahnya menuju ke salah
satu bilik yang berada di pojok ruangan itu. Dia membuka pintu bilik dan
masuk ke dalamnya tidak lupa di kuncinya pintu itu dan duduk di atas
kloset, sebuah tanda pesan masuk terlihat di matanya tanganya langsung
menyentuh tampilan menu pesan dan membaca pesan dari envy [bisa, kita
bertemu di depan gua payon sekarang persiapkan kebutuhan yang sama
dengan hunting monster biasanya]. Fiko menutup pesan dari envy lalu
memejamkan matanya dan mengatakan perintah untuk login
[Connection Start]
Aku terbangun di dalam sebuah kamar terbuat dari kayu yang
mengelilingi ruanganya ‘ah benar kemarin aku logout dari kama ini di
penginapan payon’, meyakinkan diriku sendiri aku bangkit dari tidurku
untuk duduk di tepian tempat tidur. Aku menggerakkan kananku di udara
seakan-akan memotongnya dengan tanganku, tampilan menu berbentuk bola
berwarna putih muncul di hadapanku tanganku bergerak ke menu
[friendlist] melihat apakah envy sudah login tetapi ketika melihat tanda
lingkaran di sebelah namanya masih berwarna abu-abu aku tutup kembali
menu di hadapanku lalu bangkit dari tempat tidur untuk turun ke lantai 1
Tiba di lantai 1 aku menuju npc penjaga penginapan untuk memesan menu
makanan, sebuah window berwarna putih muncul di hadapanku berisi nama
berbagai macam makanan minuman dan harganya, setelah melihat-lihat
menunya aku memilih memesan [Opor Ayam] dan [Siroma Icetea] aku
melangkah menjauh dari npc tadi menuju salah satu meja. Sekarang masih
pagi di ragnarok online tetapi sudah banyak player yang login bahkan di
ruangan ini hampir penuh mejanya dengan orang yang sedang menikmati
sarapan mereka di sini
Makan sebanyak apapun di dunia ragnarok online tidak akan membuatmu
kekenyangan atau sampai muntah, meski makanan di sini hanya berupa data
digital tetapi tetap saja saraf otak kita di dunia nyata menerima
sinyal-sinyal yang membuat kita ketika berada di dunia nyata merasa
kenyang meski sebenarnya kita tidak memakan apapun. Banyak kejadian
player lupa makan di dunia nyata dan hanya menggantungkan makanya di
dunia game sehingga menyebabkan mereka jatuh sakit
Makanan dan minuman yang aku tunggu akhirnya datang di mejaku dengan
lahap aku memakannya, beberapa kali aku memakan opor itu tetapi mendadak
terasa seseorang sedang memperhatikan gerak gerikku, aku menghentikan
makanku dengan sendok masih berada di mulut aku mencoba melihat
sekelilingku mencari dari arah mana perasaan itu datang. Meski melihat
ke berbagai arah di ruangan itu aku tidak dapat mengetahui asal perasaan
itu dari arah mana
Aku kembali memakan oporku dengan perasaan tidak enak, setelah oporku
habis aku meminum siroma icetea untuk menyegarkan tenggorokkanku.
Setelah semuanya habis aku berdiri dari kursiku dan menuju kelaur
penginapan, karena penginapan ini berada di sebelah timur dari pohon
yang menjulang tinggi di tengah-tengah payon maka secara otomatis ketika
kita berada di depan pintu pandangan kita langsung melihat penampakan
pohon besar yang menjulang tinggi itu. Dengan tatapan hampir tidak
percaya aku melihat pohon itu untuk beberapa menit hingga seseorang
sedikit menyenggolku dari arah belakang
“ah maaf” orang itu meminta maaf kepadaku karena menyenggol tubuhku barusan
“ah tidak apa-apa, aku yang salah karena berdiri di depan pintu dan diam” aku juga mencoba meminta maaf kepada orang itu
Sekilas penampilanya sama persis seperti envy, setelah saling meminta
maaf dia tersenyum dan berjalan menjauh menuju ke kerumunan orang yang
berada di bawah pohon besar itu. Aku juga melangkahkan kakiku menuju ke
toko peralatan yang berada di sebelah barat daya dekat gerbang pembatas
wilayah kota payon aku sedikit berfikir ‘kenapa kota ini sama seperti
prontera yang memiliki tembok pembatas di dalam kotanya, di wilayah
istana d utara kota ini juga di batasi oleh pagar pembatas dan juga di
sini juga memiliki pagar pembatas padahal di luar pagar kota juga masih
masuk dalam wilayah kota’ berfikir sambil berjalan membuatku melewatkan
berbagai macam hal yang terjadi menuju toko peralatan. Tiba di depan
toko peralatan aku langsung masuk ke dalamnya dan menemui seorang npc
pria tua untuk memberi sedikit potion, setelah semua barang yang di
perlukan sudah di beli aku membuka menu [friendlist] dan melihat tanda
lingkaran di sebelah nama envy sudah menyala hijau, aku menyentuh
namanya dan muncul window di atasnya untuk melakukan chat atau menghapus
namanya dari friendlist
Aku memilih menu chat kepada envy [sudah di tempat ketemuan?] sambil
berjalan keluar aku menunggu chat balasan dari envy, berjalan menuju ke
desa payon hari ini aku ingin melewati istana payon lagi pagi ini.
Sebuah chat balasan dari envy masuk [baru saja aku sampai aku tunggu di
samping pintu masuk gerbang] [OK], setelah membalas chatnya aku menutup
semua tampilan di hadapanku, selama perjalanan menuju istana payon
nampak banyak player duduk sambil membuka vending menjual berbagai macam
barang
Aku berjalan sambil melihat di sisi kiri dan kananku berbagai macam
orang membuka dagangannya, tepat sebelum masuk kota payon di sisi kiri
terdapat banyak orang seperti sedang mengupgrade equip dan senjatanya,
di sisi kanan terdapat 5 bendera besar yang memiliki berbagai macam
gambar. Aku mendekati salah satu bendera yang memiliki gambar seperti
phoenix berwarna hitam dan melihat sebuah tulisan [Greenwood 1 telah di
kuasai oleh guild : Phoenix Pinion]
“ow jadi seperti ini ya apabila sebuah guild apabila menguasai sebuah
kastil” setelah mengatakan hal itu aku melanjutkan langkahku memasuki
istana payon
Melewati sebuah gerbang yang terbuat dari batu berwarna abu-abu
tertata setinggi sekitar 5 meter di hiasi oleh genting berwarna
hitam,tampak jalan dari gerbang ini menuju istana di hadapanku berbeda
dengan jalan biasanya di kota payon ini, jalannya lebih nampak seperti
di prontera yang terbuat dari batu berwarna abu-abu membentang dari
gerbang istana sampai di depan gedung istana itu sendiri, aku
melangkahkan kakiku masuk semakin mendekati istana payon. Di hadapanku
sekarang terlihat gedung yang mirip dengan Hanok (sebutan rumah
tradisional korea) yang dindingnya di buat dari bata yang di buat dari
campuran tanah dan rumput, tiang-tiangnya terbuat dari kayu berwarna
coklat gelap, jendelanya terbuat dari kayu sama seperti tiang-tiangnya
hanya saja jendela apabila di dunia nyata di hiasi oleh kaca maka
jendela tradisional korea di hiasi oleh Hanji (kertas tradisional
korea), gentingnya berwarna hitam gelap dengan pinggiranya berbentuk
melengkung ke atas yang biasa di sebut Cheoma
Di belakang istana payon nampak juga sungai yang kemarin aku lihat
dari atas tebing yang berada di belakang istana ini, pagi itu wilayah
sekitar istana terlihat ramai oleh player yang sedang duduk-duduk
,setelah puas melihat istana payon aku berjalan keluar melewati gerbang
di sebelah timur istana menuju desa payon nampak beberapa orang lalu
lalang di depanku menuju istana payon ataupun keluar istana. Beberapa
kali melangkah dari gerbang perasaan seperti sedang di awasi terasa
kembali
Aku menghentikan langkahku melihat kembali ke sekelilingnya tetapi
karena terlalu banyak orang sehingga susah untuk mengetahuinya, aku
pura-pura menghiraukan perasaan itu dan berjalan kembali menuju desa
payon
“lama sekali black datangnya”
Aku menunggu black hat yang tadi katanya akan segera ke sini, tetapi
sudah 30 menit menunggu tetap saja wujudnya belum nampak terlihat. Aku
berjalan ke dekat pagar yang berada di dekat gua payon dan duduk
menunggu, angin sepoi terasa menerpa wajauhku membuatku ingin
memejamkan mata sebentar tetapi aku mencoba untuk tidak memejamkan mata
dan menunggu kehadiran black hat, dari kejauhan nampak seseorang
berambut putih dengan pakaian khas seorang shadow chaser mendekat ke
arahku
“maap envy aku tadi terlalu menikmati tour di istana payon hehehe” jawab laki-laki itu dengan sedikit tertawa
“hampir mati kepanasan aku black menunggumu, ayo kita masuk”
“maaf maaf”
Mengaktifkan skill cloacking membuat tubuhku menghilang black yang
kaget melihat aku mengaktifkan skill ini “eh vy envy kamu dmn” black hat
memanggil manggil namaku dengan melihat kesana kemari
“hei diam sebentar black dan liat ke posisi aku tadi berdiri” setelah
aku mengatakan hal itu black hat kembali melihat ke tempat aku berdiri
tadi
“sekarang coba kamu lihat dengan fokus sedikit apakah ada sesuatu yang transparan nampak di depanmu”
“ya sedikit seperti bayangan cuman aku belum terlalu jelas dapat melihatnya”
“ya di situlah aku berdiri sekarang” dengan masih bingung black hat melihat ke arahku berdiri dengan mode cloacking
“begini buka dulu menu partymu dan ubah mode pembicaraan ke dalam
mode party jangan di umum jadi ketika kita berada dalam 1 party dan
berada dengan jarak yang jauh kita masih dapat berkomunikasi, setelah
itu aku akan menjelaskan soal mode cloacking dan stealth tentunya”
setelah aku mengatakan itu black hat menggerakkan tanganya d udara untuk
membuka menu dan mensetting mode pembicaraanya, setelah selesai dia
mengacungkan jempolnya
“begini kalau kita dalam 1 party seperti sekarang maka secara
otomatis semua anggota party dapat melihat kita saat posisi cloacking
ataupun stealth, tapi tidak dalam wujud yang utuh melainkan sedikit
transparan, kalau kamu sudah biasa melihat partymu melakukan cloacking
dan stealth maka dengan melihat biasa saja tanpa perlu fokus kamu sudah
dapat melihatnya dan juga . . . . ” aku mengatakan panjang lebar soal
keunggulan party ketika menggunakan mode cloacking dan stealth tetapi
black hat tiba-tiba menyela pembicaraanku
“sebentar, dari tadi ada seseorang yang mengikutiku sejak di
penginapan sepertinya bahkan rasanya sekarang dia juga melihat kita,
bagaimana ini envy” mendengar pertanyaan black hat aku lalu mengambil
sebuah kotak dari dalam menu itemku, sebuah kotak berwarna emas [Box of
Sunlight] muncul dan kubuka di dalamnya terdapat sebuah benda berbentuk
seperti bola kecil berwarna merah, setelah mengambilnya langsung ku
telan item dari dalam kotak itu. Setelah memakannya aku melihat ke arah
sekeliling dan melihat sebuah sosok berwarna hitam melihat kami di sini
dari balik sebuah pohon di persimpangan jalan antara ke gua payon dan ke
tempat perubahaan archer
“memang ada orang yang membuntutimu, kalau begini berarti” aku
mengatakan hal itu dengan keluar dari mode cloacking, berjalan menuju ke
arah pohon yang berada di persimpangan jalan itu aku menarik sepasang
katar dari sarungnya, melihat hal itu orang itu langsung mundur menjauh
dan menghilang. Aku kembali menyarungkan katarku lalu kembali melihat ke
arah black hat
“ya sudah aman sekarang ayo kita masuk ke dalam, oia makan ini
sebelum kita masuk” aku melemparkan sebuah benda dalam wadah plastik ke
arah black hat
Dia melihatnya dan membukanya sambil berkata “puding pandan, buat apa ini?”
“itu untuk meningkatkan kecepatan gerak kita, cepatlah makan dan
gunakan mode stealthmu kita akan menuju ke lantai 4 gua ini untuk
bekerja”
“dan juga aktifkan mode night vision agar dapat melihat lebih enak di dalam gua payon yang gelap”
“night vision? Sebentar aku cari dulu di menu”
Black hat mencari menu night vision lumayan lama tetapi akhirnya
dapat menemukannya dan di aktifkannya, setelah mengaktifkan mode night
vision dia memakan puding pandan itu lalu mengaktifkan skill stealth dan
aku juga menggunakan mengaktfikan skill cloacking, akhirnya kami
berlari ke dalam gua payon. Melewati lantai 1 dan 2 dengan kecepatan
lari penuh dan menghiraukan beberapa monster yang berada di setiap
lantai, sekarang kami sudah berada di lantai 3 yang berisi monster
[Sohee] nampak juga bangunan-bangunan tradisional korea yang sudah
hancur di beberapa bagianya, black hat dan aku melihat bangunan itu lalu
berlari lagi
“kita menuju kemana nih envy?apa masih jauh lantai 4 itu?” black hat sedikit mengeluh terus berlarian
“sebentar lagi kita sampai setelah melewati bangunan itu, lagian kita
juga tidak akan kecapean berlari di dunia ini” kataku sambil menunjuk
salah satu gedung
Setelah melewati gedung yang aku tunjuk tadi terlihat sebuah gapura
khas korea yang salah satu pintunya terbuka sedikit, aku dan black hat
berhenti berlari dan berjalan sampai di depan gapura. Aku langsung masuk
ke dalam sedangkan black hat masih berada di belakang pintu mengintip
situasi di dalam lantai itu
Lantai 4 gua payon adalah sebuah pusat kota payon yang juga tenggelam
ke dalam tanah bersamaan dengan desa payon pada masa lalu, meski
tenggelam ke dalam tanah kota ini masih memperlihatkan sisa-sisa
kemegahaanya dengan patung budha di tengah-tengah, di desain dengan
pagar pembatas yang mengelilingi seluruh kota dan juga terdapat bangunan
di tengahnya yang mengitari patung budha dengan posisi lebih tinggi
dari pada wilayah di sekitarnya sehingga untuk mencapainya kita harus
menaiki tangga
Kami berjalan mencari tempat yang dapat melihat kedatangan orang dari
lantai sebelumnya tanpa di ketahui, akhirnya kami berhenti di salah
satu pojokan pagar kota yang di dekatnya terdapat sebuah pohon besar
yang sudah mati, dari tempat ini aku dan black hat bersembunyi menanti
orang yang masuk ke dalam lantai ini untuk mencari [Moonlight Flower]
bos monster map ini. Kami keluar dari mode cloacking dan stealth, black
hat sedang duduk di bawah pohon itu sedangkan aku tetap mengamati pintu
masuk lantai ini, cukup lama kami menanti bahkan black hat sampai
menggerutu “membosankan sekali menunggu seperti ini, apa tidak ada
metode lain ya envy?”
“sudah lah sabar sedikit, orang sabar itu di sayang tuhan tau” jawabku sekenanya menjawab pertanyaan black hat
Sekitar 1 jam kami menanti kedatangan orang yang memburu moonlight
flower, padahal bunyi loncengnya sudah terdengar dari tempat kami
berdiri, black hat yang dari tadi duduk bermalas-malasan lalu berdiri
menyebelahiku untuk mengamati pintu masuk, tiba-tiba 2 orang terlihat di
depan pintu masuk lantai ini, aku mencoba mengamati job mereka dan
ternyata itu adalah party seorang [Sura] dan [Mechanic], sura berambut
panjang berwarna merah dengan bajunya berwarna putih dengan hiasan api
berwarna merah yang d biarkanya terlepas dari badanya memperlihatkan
tubuhnya yang berotot memakai celana berwarna putih dengan hiasan yang
sama dengan bajunya tetapi celananya terlihat compang camping, kedua
tanganya di hiasi glove berwarna hitam yang di telapak tanganya di
lindungi besi berwarna emas, di tangan kananya nampak sebuah gada
berwarna hitam gelap, ujungnya berbentuk oval dengan tambahan mata pisau
di setiap sisinya. Sedangkan sang mechanic memiliki rambut yang sedikit
lebih rapi berwarna kuning penampillan badanya juga berotot sama
seperti sura tadi hanya saja di sepanjang kedua lenganya nampak di
tutupi oleh pelindung besi berwarna merah dan memakai celana hitam
dengan sepatu boots yang memiliki pelindung dari besi berwarna merah
juga
Di punggungnya nampak sebuah kapak besar dengan pegangan berbentuk
seperti pipa panjang dengan mata pisau berbentuk seperti pisau pemotong
daging berwarna kuning yang sedikit karatan “sepertinya melawan mereka
sedikit menarik ya envy” black hat tiba-tiba berbicara dengan mengamati 2
orang itu
“mungkin aku dulu saja yang menyerang, kamu seranglah mereka ketika
salah satunya lengah kalau bisa bunuh dengan instant damage, mengerti?”
“ya aku mengerti akan aku tunggu kesempatan itu”
“tapi level mereka sepertinya sama denganku jadi bisa membunuh 1 saja sepertinya sudah bagus”
“memang levelmu berapa envy?” tanya black hat dengan semangat
“rahasia”
“dasar menyebalkan” black hat mencibir mendengar jawaban dariku
Setelah sedikit perbincangan aku meninggalkan black hat dan menuju ke
arah mereka berdua yang sedang asik berbicara, aku mendekati dengan
mode cloacking “baiklah aku akan memulai dengan sura itu dulu” aku
berbicara masih dalam mode party sehingga orang di luar party tidak
dapat mendengar percakapanku, sambil mendekatinya aku mengambil botol
berisi racun leech end dan aku tambahkan ke katarku agar efeknya keluar,
setelah menemukan sudut yang pas aku berjalan mendekatinya tetapi
ketika jarak hampir 1 meter tiba-tiba sura itu mengaktifkan skill [Wind
Mill] memutar tubuhnya dengan cepat sehingga menghasilkan efek udara
yang seakan-akan menebas semua yang ada di dekatnya
Jarakku yang kurang dari 1 meter itu secara otomatis terkena tebasan
udara itu dan jatuh tersungkur di tanah, aku yang tadi mendekatinya
dengan cloacking akibat terkenak skill itu secara otomatis terlihat,
sang mechanic sedikit kaget dengan apa yang terjadi sedangkan sura
tersebut sedikit tersenyum
“well, well, well lihatlah itu seorang guilotine cross, tetapi kamu bukanlah guilotine cross biasa benar kan envy”
Aku yang terjatuh di tanah lalu melihat ke arah sura dan menchanic
itu dan melihat tato di tubuh mereka yang bergambar seperti phoenix
hitam “ kalau melihat lambangmu sepertinya aku tau siapa kamu“
“ya kami adalah member dari guild phoenix pinion” jawab sura tersebut
dengan santai sedangkan mechanic itu melihat dengan ekspresi
kebingungan
“phoenix pinion ya” kataku sambil bangkit dari jatuhku tadi “sura
dengan rambut panjang berwarna merah dari guild phoenix pinion, berarti
tidak salah lagi kamu adalah . . . .”
Virtual Reality < New Begining, Episode 8>
- Virtual Reality < New Begining, Episode 8>
- Unknown
- Jumat, 30 Agustus 2013
- Tidak ada komentar:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar