Virtual Reality < New Begining, Episode 4>

 Virtual Reality < New Begining, Episode 4>

Sebuah pertarungan akan terjadi antara Guilotine Cross melawan Rune Knight dan Arc Bishop

“sepertinya lawanku hari ini cukup mudah” sang guilotine cross membuka percakapan kepada lawannya

“kamu yang sendirian tidak mungkin bisa menang melawan kami” sang rune knight membalas perkataan guilotine cross itu dengan sombongnya

“apa tidak sebaiknya kita mundur aja perasaaanku tidak enak melihat dia”  arc bishop memberi tau kepada teman partynya tetapi sang rune knight mengacuhkan kata2 temannya dan meminta buff suport untuk melawan guilotine cross tersebut
Rune knight mengambil langkah menuju guilotine cross yang jaraknya sekitar 10m dari mereka, beberapa hentakan kaki membuat jarak antara mereka berdua mejadi kurang dari 3m, pedang 2 tangan rune knight memancarkan cahaya berwarna orange [Bowling Bash] di aktifkan, posisi pedang yang awalnya berada bawah sebelah kanan di tebaskan ke atas menuju badang guilotine cross, 2 katar guilotine cross mengeluarkan cahaya ungu [Weapon Block] dan membentuk seperti huruf x untuk meredam efek serangan rune knight

Jarak yang kurang dari 2m terlihat seperti slow motion antara keduanya saat mengeluarkan skill masing2, akhirnya serangan mereka saling bertemu beberapa detik kemudian dan menghasilkan efek yang membuat mereka berdua sedikit terpental kebelakang. Setelah efek weapon block menghilang kemudian sebuah cahaya kuning keluar dari katar guilotine cross [Sonic Blow] dengan 1 hentakan kaki guilotine cross sudah di depan rune knight, sebuah serangan berjumlah 10 hit yang berkecepatan tinggi di arahkan ke tubuh Rune Knight yang tidak dapat menghindar, sekilas terlihat seperti sebuah kekuatan melindungi rune knight tersebut, efek dari suport skill arc bishop [Kyrie Eleison>] (menciptakan perisai tidak terlihat untuk mengurangi damage serangan lawan, jumlah serangan yang dapat di block sebanyak 10 hit)

Dari belakang arc bishop kembali mengeluarkan skill suport [highness Heal] (skill penyembuhan dengan level yang lebih tinggi dari heal untuk memulihkan life point) membuat life point rune knight kembali penuh, guilotine cross lalu mundur menjauh dari rune knight tersebut dan mengeluarkan sebuah botol dari dalam sakunya lalu di lumurkan cairan tersebut ke senjatanya dan tiba2 tubuh sang guilotine cross tersebut menghilang dalam cahaya remang2 gua payon
“aktifkan skill [Oratio](menurunkan efek dari ketahanan terhadap elemen holy dan sekaligus memberi tanda di udara untuk melihat lawan yang bersembunyi)” perintah sang rune knight kepada arc bishop, setelah skill tersebut aktif rune knight langsung melihat sekelilingnya mencari tanda cahaya di udara untuk mengetahui posisi musuh tetapi sudah terlambat karena efek cahaya tersebut ternyata berada di belakang arc bishop, tiba2 muncul tubuh guilotine cross tersebut dari kegelapan dan langsung menebas tubuh arc bishop hingga jatuh ke tanah

“dia terkena racun guilotine cross tersebut untuk mengurangi life point” tiba2 kurama berkata mengagetkan black hat dan sooyoung yang fokus melihat pertarungan tersebut dan kembali melihat pertarungan tadi

Arc bishop tersebut mengerang kesakitan di tanah dengan life pointnya yang terus menurun, ternyata cairan di senjata guilotine cross adalah [Leech End] (sebuah racun untuk mengurangi life point lawan setiap beberapa detik selama 300 detik), rune knight tersebut yang tau temannya sudah terjatuh langsung mengaktifkan skill [Frenzy] (meningkatnya maksimum life point, kecepatan gerak dan kekuatan serangan  secara drastis beberapa waktu. Flee menurun dan tidak dapat menggunakan potion  atau skill lain dan life point terus berkurang setiap detik) tanpa berfikir panjang sang rune knight maju dan menyerang membabi buta ke arah guilotine cross tersebut

Tapi guilotine cross tersebut dapat menghindar dari serangan rune knight dengan mudah, setelah beberapa kali menghindar terlihat sebuah celah untuk menyerangnya, dengan 1 tebasan yang masih memiliki efek racun leech end guilotine cross tersebut menyerangnya dan membuat  efek racun mengenai rune knight. Efek racun leech end dan skill frenzy membuat life point rune knight tersebut berkurang secara drastis, di lain sisi sebuah cahaya putih berada di tanah
“cahaya apa itu? Sebuah skill?

Black hat yang belum tau bahwa cahaya itu merupakan [Death Light] yang menandakan bahwa di tempat tersebut terdapat seorang player yang sudah mati dan waktu cahaya itu masih ada maka player tersebut dapat di bangkitkan lagi dengan skill atau item pembangkit, dan selama cahaya itu masih ada player yang mati dapat melihat dan mendengar apa pun yang berada di sekitarnya tapi ada wilayah tertentu yang tidak bisa membangkitkan seorang player meski death light masih ada, death light aktif selama 3 menit sebelum player kembali ke tempat simpan posisi terakhirnya

Terlihat sang rune knight terhuyung2 di tembok gua seperti kesakitan, guilotine cross dengan santai berjalan menghampiri rune knight itu sambil melihatnya dengan tatapan dingin, beberapa menit kemudian tubuh rune knight bercahaya dan menghilang di gantikan sebuah death light, sebuah window muncul di depan tubuh guilotine cross menandakan item yang di dapatnya setelah melakukan PK

“sepertinya aku pernah berbicara dengannya tapi dimana ya? Hmm ah iya di penginapan di kota moroc kalau tidak salah namanya hmm....”

“envy” black hat berkata kepada sooyoung dan kurama

“gak mungkin itu berarti dia adalah guilotine cross yang terkenal sebagai player PK yang tidak kenal ampun” sooyoung berkata seperti itu membuat black hat memiliki pertanyaan di kepalanya dan mulai menanyakannya

“player Pk yang terkenal ya *.*, kita ajak dia bergabung sama guild kita kalau udah berdiri yuk”

“mana mau dia black join dengan kita, aneh2 aja kamu itu”

“hmm sepertinya ide yang menarik black siapa tau dia berminat bergabung dengan kita” tiba2 kurama ikutan bergabung dalam obrolan mereka berdua

Tiba2 sebuah guilotine cross mendengar sebuah teriakan yang memanggil namanya dari dalam gua payon lantai 2

“hai envy” dia pun menoleh ke dalam lantai 2 dan berjalan ke arah black hat kurama dan sooyoung berada

“black bodoh kamu, ngapain panggil dia, liat tuh sekarang dia ke sini” sooyoung berkata sambil memukul kepala black hat

“apa dia akan menyerang kita juga? Kalau sampai hal itu terjadi kita tidak memiliki kesempatan menang karena party kita tanpa seorang DPS type jarak dekat” kurama dengan khawatir berkata dan bersiaga dengan bow nya yang siap di lepaskannya

“kalau sampai itu terjadi lebih baik membuatnya beku lalu lari dari tempat ini” sooyoung melanjutkan kata2 kurama

“apa kita log out aja di sini, meski mati kan drop equipnya di random” kata black hat dengan santai

“gila kalau sampai equipku yang bagus drop aku bunuh kamu di dunia nyata” sooyoung marah mendengar ide gile adik kelasnya itu

Beberapa menit kemudian mereka sudah saling berhadapan antara Envy dan party milik black hat

“ow kamu yang dulu bertanya soal kota moroc kan, hmm kalau tidak salah namamu black hat” envy membuka percakapan sambil menaruh kedua katarnya di pinggangnya

“betul sekali, cara bertarungmu tadi benar2 keren, apa kamu mau join dengan guildku nanti?” kata black hat, envy yang sedikit kaget dengan ajakan black hat tiba2 memikirkan suatu hal

‘sudah lama aku tidak merasakan seseorang mengajakku untuk bergabung dalam suatu hal, bukan di dunia ini saja bahkan di dunia nyata semua orang seperti tidak memperdulikan keadaanku, mereka seperti tidak merasakan keberadaanku meksipun aku di sekitarnya. Di dunia ini juga bahkan mereka seperti menghina apa pun hal yang aku jalani, tapi kenapa dia mengajakku?’

Tiba2 kembali suara dari black hat terdengar di telinganya
“aku eh bukan aku tapi kami, guild kami membutuhkan seseorang yang hebat seperti kamu karena kami ingin membuat guild Pk pertama di game ini” dengan santai black hat berbicara

“guild PK huh?” envy berkata dengan sedikit kaku

“ya guild Pk kita lihatkan teror bukan kepada sesama guild yang berseteru tapi kepada seluruh rune midgard, buktikan kita ada di sini dan teror itu benar2 adanya” black hat berkata lagi dengan semangat yang membara

“menarik juga kita lihat saja nanti, tapi sebelum itu tambahkan saja namaku dalam daftar temanmu kalau kamu butuh sesuatu hubungi aku saja” setelah mengatakan itu envy berjalan ke dalam lantai 2 gua payon

Kurama dan sooyoung yang tidak percaya dengan apa yangmereka dengar lalu berkata

“seperti mimpi ya say”

“bener banget aku seperti tidak percaya seseorang seperti dia mau join sama kita”

Tiba2 sebuah tawa terdengar
“hahahahhaha tentu saja siapa dulu yang mengajaknya” black hat berkata dengan sombongnya


                                                          * * *

Bangun di kelas yang terdengar sepi sekali tanpa suara ramai murid fiko sedikit bingung

“lho pada kemana sih kok sepi banget, apa sudah pulang ya?”

Fiko melihat jam di kanan atas pengelihatanya “ padahal masih jam 11:30 bukanya jam masuk kelas baru di mulai tapi kenala sepi sih”

Tiba2 sebuah pesan masuk kedalam Xnecklacenya “tidur terus aja gapapa kok cuman sekarang semuanya lagi di lab bahasa kalau kamu telat bangun dan datang ke lab dalam 10 menit bisa2 hal menakutkan menimpamu nanti”

Ternyata pesan itu datang dari teman 1 kelasnya bernama wita, seorang cewek berambut panjang berwarna hitam yang di biarkan terurai, setelah membaca pesan singkat tersebut fiko langsung bangkit dari kursinya dan berlari menuju lab yang berada dekat dengan kantin sekolah, sambil berlari dia mengirim pesan ke wita menanyakan apa guru bahasa berada di lab, dengan bercanda wita membalas pesan fiko

“ sepertinya sekarang kamu beruntung fik karena gurunya sedang keluar lab, kalau aku jadi kamu lebih baik lari dengan kecepatan tinggi lalu masuk ke dalam lab”

Beberapa saat setelah membaca pesan tersebut fiko sudah sampai di depan lab dan langsung berlari masuk ke deretan paling belakang

Berbeda dengan fiko hafiz bangun di kels dengan suasana yang masih ramai karena guru pelajaran selanjutnya tidak bisa hadir, beberapa menit kemudian ami memasuki kelas dan duduk di bangkunya yang berada di bagian depan kelas
Siang itu berlalu dengan cepat, sebelum kelas berakhir hafiz mengirim pesan ke fiko bahwa dia dan ami tidak bisa menemaninya hunt karena mereka akan pergi ke mall sepulang sekolah dan setelah pulang langsung mengerjakan tugas, setelah menerima pesan tersebut fiko lalu menutupnya. Bel pulang sekolah berbunyi menandakan bahwa waktu sekolah telah usai [jam 15:00]

Fiko keluar dari dalam lab bahasa menuju gerbang sekolah, udara sore begitu dingin karena awan menjadi sedikit gelap matahari tidak menampakkan sinarnya, dia melewati lapangan voli outdoor  berjajar 4 yang senin kemarin di gunakan untuk upacara, terlihat banyak siswa pria sedang bermain bola akhirnya fiko yang awalnya ingin langsung pulang kemudian duduk di lantai jalan depan salah satu kelas di dekat lapangan

Sambil menatap para siswa yang sedang asik bermain bola fiko bertanya pada dirinya sendiri ‘sepertinya menarik melihat orang lain saling berinteraksi dengan sesamanya, apa itu yang di namakan persahabatan? Apa aku bisa memilikinya juga?’

Tiba-tiba terdengar suara perempuan yang terdengar tak asing menyapanya

“kenapa hanya duduk di sini? Gak pingin gabung sama mereka?”

Fiko menoleh kepada asal suara itu, di sampingnya berdiri seorang siswi teman satu kelasnya yang tadi memberitahukan perpindahan kelas menuju lab bahasa setelah jam istirahat saat dia baru logout dari ragnarok online

“bergabung?”

“iya bukanya mereka 1 angkatan dengan kita juga?”

“apa orang sepertiku pantas bergabung dengan mereka?”

“maksudmu dengan pantas?”

Wita bertanya dengan sedikit agak bingung soal pertanyaan fiko

“apa orang yang pernah melakukan sebuah kejahatan sepertiku pantas memiliki seorang teman? Bahkan orang orang menganggap aku seperti sampah yang tidak pada tempatnya”

Setelah mengatakan itu fiko menundukkan kepalanya suasana menjadi hening yang terdengar hanya suara para siswa yang sedang asik bermain bola di tambah suasana awan yang semakin gelap menandakan akan turunya hujan, tiba tiba wita yang tadi berdiri di samping fiko kemudian duduk

“sebesar apapun kesalahan seseorang, selama dia menyadarinya dan mau berubah pasti suatu saat ada seseorang yang akan datang kepadamu dengan tulus di saat kamu terjatuh maupun sukses itulah arti seorang teman, apa kamu tidak menyadarinya bahwa kamu memilikinya?”

Mendengar perkataan wita fiko yang awalnya menundukkan kepalanya lalu sedikit kaget dan menaikan kepalanya, wita melanjutkan kata-katanya kembali

“kakak kelas yang sering bersamamu dan masih mau menjadi temanmu meski dia tau kamu pernah melakukan sebuah kesalahan besar di masa lalu”

Setelah berbicara seperti itu wita kemudian diam, fiko akhirnya tersadar dari pemikirannya yang terbelenggu ‘benar aku memiliki seorang teman yang masih mau menerimaku apa adanya’ , kembali wita berbicara

“atau mungkin selain teman kamu juga membutuhkan seseorang untuk berbagi perasaan”

Setengah kaget mendengar perkataan wita , fiko langsung berbicara tanpa pikir panjang

“pacar maksudmu?” sambil berkata dia menoleh ke arah wita lalu kembali menghadap ke arah para siswa yang berada di lapangan voly tersebut sambil bertanya lagi ke dalam dirinya sendiri

‘pacar? Sebuah cinta? Aku pernah dulu berfikir soal cinta tapi. . . . kehidupanku tidak lah sama seperti anak normal seumuranku’ setelah bertanya pada dirinya sendiri fiko mencoba mengeluarkan kata2 dengan sedikit berat
“hmm sebenarnya . . . aku. . . .”

“aku ingin sekali merasakan apa yang di namakan cinta tapi hidupku tidak sama dengan anak anak yang lain, ekonomi keluargaku sedang terpuruk semenjak ayahku tiada, hanya ibuku yang saat ini bekerja demi kelangsungan keluarga kami, dan yang bisa aku lakukan hanya membantu sedikit dengan cara menghasilkan uang dari game online setidaknya biaya sekolah bisa aku tangani sendiri. Mungkin faktor ekonomi yang membuatku tidak berani berfikir jauh soal cinta . . . “

Wita setengah kaget mendengar kata yang barusan keluar dari mulut fiko, dia menatap wajah fiko dengan berbagai pertanyaan muncul di otaknya ‘apa seberat itukah hidupmu sampai kamu melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu sendiri’ setelah befikir seperti itu wita membuka mulutnya

“cinta, tidak membutuhkan sesuatu yang di namakan materi, cinta adalah ikatan suci antara 2 manusia yang saling mengerti dan menyayangi. Kalau kamu berfikir seakan cinta itu membutuhkan materi untuk mendapatkanya itu adalah salah”
Mendengar sebuah perkataan dari teman sekelasnya fiko kembali terdiam di pikirannya berkecamuk berbagai pertanyaan kembali soal sebuah cinta yang sudah lama dia lupakan ‘mana mungkin, memang mudah berkata seperti itu jika kamu seorang anak yang hidup dalam keluarga yang normal, tapi hidupku setiap harinya di penuhi perjuangan untuk dapat bertahan hidup’

Setelah memikirkan kembali  pemikiran soal cinta hati fiko merasakan sesuatu yang lama tidak dia rasakan, sakit bercampur rindu terasa di dadanya seakan menekannya untuk membebaskan perasaan itu tapi dia mencoba meredamnya dengan menutup matanya dan menghela nafas mencoba sedikit melupakan arti
kata cinta yang sebenarnya dia inginkan lalu fiko membuka kembali kata-katanya

“entahlah aku masih tidak mau memikirkan soal cinta dan sejenisnya, memiliki seorang teman untukku saat ini sudah merupakan anugerah terbesar” setelah mengakatan itu fiko berdiri dari lantai, wita yang tadi duduk di sebelahny lalu menoleh ke arahnya sambil berkata

“memang sekarang kamu main game lagi? Game apa itu?”

Fiko yang berdiri menoleh kebawah ke arah wita duduk di sampingnya
“ragnarok online”

Wita kembali kaget untuk sekian kalinya mendengar ucapan fiko dia menatapnya dengan tatapan tidak percaya

“Rrr. . .ragnarok katamu?”
“iya ragnarok memang kenapa?ada sesuatu yang salah ?”

“ah tidak kok, memang level berapa dan job apa kamu?dan bergabung di guild mana?” wita mencoba menyelidiki info soal fiko di dunia game tersebut

“aku masih baru main beberapa hari, soal jobku sepertinya sekarang waktunya belum tepat untuk mengatakannya dan soal guild. . . kalau kamu memang player RO lihat saja nanti akan datang sebuah guild yang akan mengacaukan rune midgard”

Jawab fiko dengan santai, dia kemudian melihat jam di kanan atas pengelihatannya

“ah sudah jam 15:30 aku sebentar lagi ada urusan soal pekerjaan baruku dan terima kasih kamu telah mau menemaniku berbincang tadi :)“

Wita yang awalnya duduk kemudian berdiri sambil bertanya kepada fiko
“pekerjaan? Memang kerja apa kamu?”

“aku Cuma melamar kerja part time di salah satu fast food di mall olympic, oia aku duluan ya karena sebentar lagi aku harus test interview, aku duluan ya wita see you later”

Fiko berkata sambil melambaikan tangannya lalu berbalik arah dan berjalan menujur gerbang sekolah, wita yang masih berdiri hanya membalas lambaian teman sekelasnya yang sekarang sudah tidak terlihat lagi

“kerja part time? Sampai seperti itukah dia menjalani hidupnya”

                                              * * *


Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit menggunakan MRT dari sekolahnya fiko mencapai mall olympic yang berada di tengah kota malang, dia kemudian berjalan masuk menuju calon tempat dia bekerja di lantai 2 mall tersebut. Setelah sampai di depan fast food fiko masuk lalu bertanya kepada pegawai soal test interview

“ah permisi kak saya mau bertanya test interviewnya di sini?”

Seorang pegawai perempuan berambut pendek memberitahukan fiko untuk menunggu manager tempat tersebut  di salah satu meja, setelah menunggu 5 menit sang manager datang ke mejanya dan langsung melakukan test interview setelah beberapa pertanyaan di ajukan sang manager diam sejenak lalu memberitahukan fiko dapat bekerja mulai besuk sepulang sekolah di tempat itu
Setelah itu manager tersebut pergi, fiko berdiri dan langsung meninggalkan tempat tersebut sesampainya di pintu keluar dia mendengar suara seseorang memanggil namanya. Dia menoleh ke tempat asal suara itu datang

“eh fiko kesini juga?”

Suara yang berasal dari ami terdengar jelas di depan ami tampak hafiz yang sedang makan lalu melihatnya juga, fiko kemudian menghampiri meja mereka

“ah iya aku baru selesai makan tadi, aku duluan ya”

“sini aja dulu fik sepertinya kamu tergesa gesa gitu kayaknya?” hafiz berkata untuk mencegah fiko pergi

“ah gak deh kalian lanjutin aja, aku masih banyak urusan aku pergi dulu ya guys”

Ami dan hafiz hanya dapat melihat fiko yang keluar dari resto tersebut

“sepertinya dia lagi banyak pikiran ya say” ami bertanya kepada hafiz

“sebaiknya kita biarkan saja dia menyendiri” hafiz berkata sambil sedikit ragu melihat fiko yang tidak seperti biasanya

Ketika sampai di pintu loby mall fiko melihat ke arah luar, hujan telah mengguyur kota malang sore itu tapi dia tetap saja keluar mall tanpa menggunakan mantel hujan atau payung menuju terminal MRT, setelah perjalanan 20 menit akhirnya dia tiba di terminal MRT di perumahannya, fiko berjalan menuju rumahnya meski hujan masih turun dengan lebat sampai di depan pintu rumahnya dia menyentuh pintu sehingga mengeluarkan window berisi papan ketik angka untuk password kunci rumahnya. Setelah mengisinya pintu rumahpun terbuka dia membukanya dan masuk

“aku pulang”

Tidak ada suara jawaban dari dalam rumah tentu saja karena ibu fiko bekerja di kantor hingga larut malam, dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badanya setelah itu berjalan ke kamarnya di lantai 2 dan mengganti pakaiannya yang telah basah tadi karena hujan, fiko terdiam melihat ke arah jendela kamarnya hujan masih lebat mengguyur kotanya di iringi malam yang semakin gelap. Akhirnya fiko merebahkan badanya di atas kasurnya menatap langit langit kamar sambil bertanya kepada dirinya

‘apa yang terjadi padaku sekarang? Kata-katanya seperti membuat perasaaan yang telah lama ku pendam muncul kembali, sebuah rasa soal cinta tapi . . . ‘
Setelah berfikir lagi soal itu fiko memejamkan matanya lalu berteriak

“bisa gila lama lama mikir soal ini”

“lebih baik login ke game saja”

Setelah mengatur suhu ruanganya melalui virtual window fiko memejamkan matanya sambil berkata

[Connection Start]
 

0 komentar:

Posting Komentar