Virtual Reality < New Begining, Episode 8>

  Virtual Reality < New Begining, Episode 8>

[jadi kapan kita akan memulai Pknya black?]

Fiko yang masihberada di belakang wilayah sekolah hanya diam melihat pesan itu, matahari nampak semakin tinggi menjulang membuat udara menjadi lebih panas merasakan hal itu dia berjalan lagi sambil menutup pesan tersebut ‘sekarang jam 9 pagi, karena sekarang jam pelajaran olahraga biasanya memakan waktu 2 jam untuk pelajaran ini. Berarti pelajaran berakhir ketika jam istirahat, total waktu yang ada 2 ½ jam d tambah istirahat nanti jam 11 selama 30 menit, baiklah’

Setelah memikirkan waktu jam pelajaran yang dapat di manfaatkan untuk dapat login fiko menggerakkan tanganya di udara untuk membalas pesan dari envy [bagaimana kalau sekarang saja kita login], pesan telah terkirim fiko melanjutkan langkahnya berfikir mencari tempat paling aman untuk login saat ini ‘perpusatakaan?tidak,kantin?terlalu bnyk orang,jd d mana ya, berifikir berfikir berfikir. Ah iya tentu saja ada tempat seperti itu bahkan di sebuah sekolah ada ruangan yang memiliki privasi lebih’ menemukan sebuah ide fiko mengubah arah jalannya dan menuju ke salah satu ruangan yang tersebar di beberapa tempat di sekolah

Langkahnya terhenti di depan sebuah pintu yang memiliki gambar orang berwarna biru bertuliskan [Male], dia membuka gagang pintunya dan membukanya lalu langsung berjalan ke dalam, langkahnya menuju ke salah satu bilik yang berada di pojok ruangan itu. Dia membuka pintu bilik dan masuk ke dalamnya tidak lupa di kuncinya pintu itu dan duduk di atas kloset, sebuah tanda pesan masuk terlihat di matanya tanganya langsung menyentuh tampilan menu pesan dan membaca pesan dari envy [bisa, kita bertemu di depan gua payon sekarang persiapkan kebutuhan yang sama dengan hunting monster biasanya]. Fiko menutup pesan dari envy lalu memejamkan matanya dan mengatakan perintah untuk login

[Connection Start]

Aku terbangun di dalam sebuah kamar terbuat dari kayu yang mengelilingi ruanganya ‘ah benar kemarin aku logout dari kama ini di penginapan payon’, meyakinkan diriku sendiri aku bangkit dari tidurku untuk duduk di tepian tempat tidur. Aku menggerakkan kananku di udara seakan-akan memotongnya dengan tanganku, tampilan menu berbentuk bola berwarna putih muncul di hadapanku tanganku bergerak ke menu [friendlist] melihat apakah envy sudah login tetapi ketika melihat tanda lingkaran di sebelah namanya masih berwarna abu-abu aku tutup kembali menu di hadapanku lalu bangkit dari tempat tidur untuk turun ke lantai 1

Tiba di lantai 1 aku menuju npc penjaga penginapan untuk memesan menu makanan, sebuah window berwarna putih muncul di hadapanku berisi nama berbagai macam makanan minuman dan harganya, setelah melihat-lihat menunya aku memilih memesan [Opor Ayam] dan [Siroma Icetea] aku melangkah menjauh dari npc tadi menuju salah satu meja. Sekarang masih pagi di ragnarok online tetapi sudah banyak player yang login bahkan di ruangan ini hampir penuh mejanya dengan orang yang sedang menikmati sarapan mereka di sini
Makan sebanyak apapun di dunia ragnarok online tidak akan membuatmu kekenyangan atau sampai muntah, meski makanan di sini hanya berupa data digital tetapi tetap saja saraf otak kita di dunia nyata menerima sinyal-sinyal yang membuat kita ketika berada di dunia nyata merasa kenyang meski sebenarnya kita tidak memakan apapun. Banyak kejadian player lupa makan di dunia nyata dan hanya menggantungkan makanya di dunia game sehingga menyebabkan mereka jatuh sakit

Makanan dan minuman yang aku tunggu akhirnya datang di mejaku dengan lahap aku memakannya, beberapa kali aku memakan opor itu tetapi mendadak terasa seseorang sedang memperhatikan gerak gerikku, aku menghentikan makanku dengan sendok masih berada di mulut aku mencoba melihat sekelilingku mencari dari arah mana perasaan itu datang. Meski melihat ke berbagai arah di ruangan itu aku tidak dapat mengetahui asal perasaan itu dari arah mana
Aku kembali memakan oporku dengan perasaan tidak enak, setelah oporku habis aku meminum siroma icetea untuk menyegarkan tenggorokkanku. Setelah semuanya habis aku berdiri dari kursiku dan menuju kelaur penginapan, karena penginapan ini berada di sebelah timur dari pohon yang menjulang tinggi di tengah-tengah payon maka secara otomatis ketika kita berada di depan pintu pandangan kita langsung melihat penampakan pohon besar yang menjulang tinggi itu. Dengan tatapan hampir tidak percaya aku melihat pohon itu untuk beberapa menit hingga seseorang sedikit menyenggolku dari arah belakang

“ah maaf” orang itu meminta maaf kepadaku karena menyenggol tubuhku barusan

“ah tidak apa-apa, aku yang salah karena berdiri di depan pintu dan diam” aku juga mencoba meminta maaf kepada orang itu

Sekilas penampilanya sama persis seperti envy, setelah saling meminta maaf dia tersenyum dan berjalan menjauh menuju ke kerumunan orang yang berada di bawah pohon besar itu. Aku juga melangkahkan kakiku menuju ke toko peralatan yang berada di sebelah barat daya dekat gerbang pembatas wilayah kota payon aku sedikit berfikir ‘kenapa kota ini sama seperti prontera yang memiliki tembok pembatas di dalam kotanya, di wilayah istana d utara kota ini juga di batasi oleh pagar pembatas dan juga di sini juga memiliki pagar pembatas padahal di luar pagar kota juga masih masuk dalam wilayah kota’ berfikir sambil berjalan membuatku melewatkan berbagai macam hal yang terjadi menuju toko peralatan. Tiba di depan toko peralatan aku langsung masuk ke dalamnya dan menemui seorang npc pria tua untuk memberi sedikit potion, setelah semua barang yang di perlukan sudah di beli aku membuka menu [friendlist] dan melihat tanda lingkaran di sebelah nama envy sudah menyala hijau, aku menyentuh namanya dan muncul window di atasnya untuk melakukan chat atau menghapus namanya dari friendlist
Aku memilih menu chat kepada envy [sudah di tempat ketemuan?] sambil berjalan keluar aku menunggu chat balasan dari envy, berjalan menuju ke desa payon hari ini aku ingin melewati istana payon lagi pagi ini. Sebuah chat balasan dari envy masuk [baru saja aku sampai aku tunggu di samping pintu masuk gerbang] [OK], setelah membalas chatnya aku menutup semua tampilan di hadapanku, selama perjalanan menuju istana payon nampak banyak player duduk sambil membuka vending menjual berbagai macam barang

Aku berjalan sambil melihat di sisi kiri dan kananku berbagai macam orang membuka dagangannya, tepat sebelum masuk kota payon di sisi kiri terdapat banyak orang seperti sedang mengupgrade equip dan senjatanya, di sisi kanan terdapat 5 bendera besar yang memiliki berbagai macam gambar. Aku mendekati salah satu bendera yang memiliki gambar seperti phoenix berwarna hitam dan melihat sebuah tulisan [Greenwood 1 telah di kuasai oleh guild : Phoenix Pinion]
“ow jadi seperti ini ya apabila sebuah guild apabila menguasai sebuah kastil” setelah mengatakan hal itu aku melanjutkan langkahku memasuki istana payon
Melewati sebuah gerbang yang terbuat dari batu berwarna abu-abu tertata setinggi sekitar 5 meter di hiasi oleh genting berwarna hitam,tampak jalan dari gerbang ini menuju istana di hadapanku berbeda dengan jalan biasanya di kota payon ini, jalannya lebih nampak seperti di prontera yang terbuat dari batu berwarna abu-abu membentang dari gerbang istana sampai di depan gedung istana itu sendiri, aku melangkahkan kakiku masuk semakin mendekati istana payon. Di hadapanku sekarang terlihat gedung yang mirip dengan Hanok (sebutan rumah tradisional korea) yang dindingnya di buat dari bata yang di buat dari campuran tanah dan rumput, tiang-tiangnya terbuat dari kayu berwarna coklat gelap, jendelanya terbuat dari kayu sama seperti tiang-tiangnya hanya saja jendela apabila di dunia nyata di hiasi oleh kaca maka jendela tradisional korea di hiasi oleh Hanji (kertas tradisional korea), gentingnya berwarna hitam gelap dengan pinggiranya berbentuk melengkung ke atas yang biasa di sebut Cheoma
Di belakang istana payon nampak juga sungai yang kemarin aku lihat dari atas tebing yang berada di belakang istana ini, pagi itu wilayah sekitar istana terlihat ramai oleh player yang sedang duduk-duduk ,setelah puas melihat istana payon aku berjalan keluar melewati gerbang di sebelah timur istana menuju desa payon nampak beberapa orang lalu lalang di depanku menuju istana payon ataupun keluar istana. Beberapa kali melangkah dari gerbang perasaan seperti sedang di awasi terasa kembali


Aku menghentikan langkahku melihat kembali ke sekelilingnya tetapi karena terlalu banyak orang sehingga susah untuk mengetahuinya, aku pura-pura menghiraukan perasaan itu dan berjalan kembali menuju desa payon

“lama sekali black datangnya”

Aku menunggu black hat yang tadi katanya akan segera ke sini, tetapi sudah 30 menit menunggu tetap saja wujudnya belum nampak terlihat. Aku berjalan ke dekat pagar yang berada di dekat gua payon dan duduk menunggu, angin sepoi terasa menerpa wajauhku  membuatku ingin memejamkan mata sebentar tetapi aku mencoba untuk tidak memejamkan mata dan menunggu kehadiran black hat, dari kejauhan nampak seseorang berambut putih dengan pakaian khas seorang shadow chaser mendekat ke arahku

“maap envy aku tadi terlalu menikmati tour di istana payon hehehe” jawab laki-laki itu dengan sedikit tertawa

“hampir mati kepanasan aku black menunggumu, ayo kita masuk”

“maaf maaf”

Mengaktifkan skill cloacking membuat tubuhku menghilang black yang kaget melihat aku mengaktifkan skill ini “eh vy envy kamu dmn” black hat memanggil manggil namaku dengan melihat kesana kemari

“hei diam sebentar black dan liat ke posisi aku tadi berdiri” setelah aku mengatakan hal itu black hat kembali melihat ke tempat aku berdiri tadi

“sekarang coba kamu lihat dengan fokus sedikit apakah ada sesuatu yang transparan nampak di depanmu”

“ya sedikit seperti bayangan cuman aku belum terlalu jelas dapat melihatnya”

“ya di situlah aku berdiri sekarang” dengan masih bingung black hat melihat ke arahku berdiri dengan mode cloacking

“begini buka dulu menu partymu dan ubah mode pembicaraan ke dalam mode party jangan di umum jadi ketika kita berada dalam 1 party dan berada dengan jarak yang jauh kita masih dapat berkomunikasi, setelah itu aku akan menjelaskan soal mode cloacking dan stealth tentunya” setelah aku mengatakan itu black hat menggerakkan tanganya d udara untuk membuka menu dan mensetting mode pembicaraanya, setelah selesai dia mengacungkan jempolnya

“begini kalau kita dalam 1 party seperti sekarang maka secara otomatis semua anggota party dapat melihat kita saat posisi cloacking ataupun stealth, tapi tidak dalam wujud yang utuh melainkan sedikit transparan, kalau kamu sudah biasa melihat partymu melakukan cloacking dan stealth maka dengan melihat biasa saja tanpa perlu fokus kamu sudah dapat melihatnya dan juga . . . . ” aku mengatakan panjang lebar soal keunggulan party ketika menggunakan mode cloacking dan stealth tetapi black hat tiba-tiba menyela pembicaraanku

“sebentar, dari tadi ada seseorang yang mengikutiku sejak di penginapan sepertinya bahkan rasanya sekarang dia juga melihat kita, bagaimana ini envy” mendengar pertanyaan black hat aku lalu mengambil sebuah kotak dari dalam menu itemku, sebuah kotak berwarna emas [Box of Sunlight] muncul dan kubuka di dalamnya terdapat sebuah benda berbentuk seperti bola kecil berwarna merah, setelah mengambilnya langsung ku telan item dari dalam kotak itu. Setelah memakannya aku melihat ke arah sekeliling dan melihat sebuah sosok berwarna hitam melihat kami di sini dari balik sebuah pohon di persimpangan jalan antara ke gua payon dan ke tempat perubahaan archer

“memang ada orang yang membuntutimu, kalau begini berarti” aku mengatakan hal itu dengan keluar dari mode cloacking, berjalan menuju ke arah pohon yang berada di persimpangan jalan itu aku menarik sepasang katar dari sarungnya, melihat hal itu orang itu langsung mundur menjauh dan menghilang. Aku kembali menyarungkan katarku lalu kembali melihat ke arah black hat

“ya sudah aman sekarang ayo kita masuk ke dalam, oia makan ini sebelum kita masuk” aku melemparkan sebuah benda dalam wadah plastik ke arah black hat
Dia melihatnya dan membukanya sambil berkata “puding pandan, buat apa ini?”

“itu untuk meningkatkan kecepatan gerak kita, cepatlah makan dan gunakan mode stealthmu kita akan menuju ke lantai 4 gua ini untuk bekerja”

“dan juga aktifkan mode night vision agar dapat melihat lebih enak di dalam gua payon yang gelap”

“night vision? Sebentar aku cari dulu di menu”

Black hat mencari menu night vision lumayan lama tetapi akhirnya dapat menemukannya dan di aktifkannya, setelah mengaktifkan mode night vision dia memakan puding pandan itu lalu mengaktifkan skill stealth dan aku juga menggunakan mengaktfikan skill cloacking, akhirnya kami berlari ke dalam gua payon. Melewati lantai 1 dan 2 dengan kecepatan lari penuh dan menghiraukan beberapa monster yang berada di setiap lantai, sekarang kami sudah berada di lantai 3 yang berisi monster [Sohee] nampak juga bangunan-bangunan tradisional korea yang sudah hancur di beberapa bagianya, black hat dan aku melihat bangunan itu lalu berlari lagi

“kita menuju kemana nih envy?apa masih jauh lantai 4 itu?” black hat sedikit mengeluh terus berlarian

“sebentar lagi kita sampai setelah melewati bangunan itu, lagian kita juga tidak akan kecapean berlari di dunia ini” kataku sambil menunjuk salah satu gedung
Setelah melewati gedung yang aku tunjuk tadi terlihat sebuah gapura khas korea yang salah satu pintunya terbuka sedikit, aku dan black hat berhenti berlari dan berjalan sampai di depan gapura. Aku langsung masuk ke dalam sedangkan black hat masih berada di belakang pintu mengintip situasi di dalam lantai itu
Lantai 4 gua payon adalah sebuah pusat kota payon yang juga tenggelam ke dalam tanah bersamaan dengan desa payon pada masa lalu, meski tenggelam ke dalam tanah kota ini masih memperlihatkan sisa-sisa kemegahaanya dengan patung budha di tengah-tengah, di desain dengan pagar pembatas yang mengelilingi seluruh kota dan juga terdapat bangunan di tengahnya yang mengitari patung budha dengan posisi lebih tinggi dari pada wilayah di sekitarnya sehingga untuk mencapainya kita harus menaiki tangga

Kami berjalan mencari tempat yang dapat melihat kedatangan orang dari lantai sebelumnya tanpa di ketahui, akhirnya kami berhenti di salah satu pojokan pagar kota yang di dekatnya terdapat sebuah pohon besar yang sudah mati, dari tempat ini aku dan black hat bersembunyi menanti orang yang masuk ke dalam lantai ini untuk mencari [Moonlight Flower] bos monster map ini. Kami keluar dari mode cloacking dan stealth, black hat sedang duduk di bawah pohon itu sedangkan aku tetap mengamati pintu masuk lantai ini, cukup lama kami menanti bahkan black hat sampai menggerutu “membosankan sekali menunggu seperti ini, apa tidak ada metode lain ya envy?”

“sudah lah sabar sedikit, orang sabar itu di sayang tuhan tau” jawabku sekenanya menjawab pertanyaan black hat

Sekitar 1 jam kami menanti kedatangan orang yang memburu moonlight flower, padahal bunyi loncengnya sudah terdengar dari tempat kami berdiri, black hat yang dari tadi duduk bermalas-malasan lalu berdiri menyebelahiku untuk mengamati pintu masuk, tiba-tiba 2 orang terlihat di depan pintu masuk lantai ini, aku mencoba mengamati job mereka dan ternyata itu adalah party seorang [Sura] dan [Mechanic], sura berambut panjang berwarna merah dengan bajunya berwarna putih dengan hiasan api berwarna merah yang d biarkanya terlepas dari badanya memperlihatkan tubuhnya yang berotot memakai celana berwarna putih dengan hiasan yang sama dengan bajunya tetapi celananya terlihat compang camping, kedua tanganya di hiasi glove berwarna hitam yang di telapak tanganya di lindungi besi berwarna emas, di tangan kananya nampak sebuah gada berwarna hitam gelap, ujungnya berbentuk oval dengan tambahan mata pisau di setiap sisinya. Sedangkan sang mechanic memiliki rambut yang sedikit lebih rapi berwarna kuning penampillan badanya juga berotot sama seperti sura tadi hanya saja di sepanjang kedua lenganya nampak di tutupi oleh pelindung besi berwarna merah dan memakai celana hitam dengan sepatu boots yang memiliki pelindung dari besi berwarna merah juga

Di punggungnya nampak sebuah kapak besar dengan pegangan berbentuk seperti pipa panjang dengan mata pisau berbentuk seperti pisau pemotong daging berwarna kuning yang sedikit karatan “sepertinya melawan mereka sedikit menarik ya envy” black hat tiba-tiba berbicara dengan mengamati 2 orang itu

“mungkin aku dulu saja yang menyerang, kamu seranglah mereka ketika salah satunya lengah kalau bisa bunuh dengan instant damage, mengerti?”

“ya aku mengerti akan aku tunggu kesempatan itu”

“tapi level mereka sepertinya sama denganku jadi bisa membunuh 1 saja sepertinya sudah bagus”

“memang levelmu berapa envy?” tanya black hat dengan semangat

“rahasia”
“dasar menyebalkan” black hat mencibir mendengar jawaban dariku

Setelah sedikit perbincangan aku meninggalkan black hat dan menuju ke arah mereka berdua yang sedang asik berbicara, aku mendekati dengan mode cloacking “baiklah aku akan memulai dengan sura itu dulu” aku berbicara masih dalam mode party sehingga orang di luar party tidak dapat mendengar percakapanku, sambil mendekatinya aku mengambil botol berisi racun leech end dan aku tambahkan ke katarku agar efeknya keluar, setelah menemukan sudut yang pas aku berjalan mendekatinya tetapi ketika jarak hampir 1 meter tiba-tiba sura itu mengaktifkan skill [Wind Mill] memutar tubuhnya dengan cepat sehingga menghasilkan efek udara yang seakan-akan menebas semua yang ada di dekatnya

Jarakku yang kurang dari 1 meter itu secara otomatis terkena tebasan udara itu dan jatuh tersungkur di tanah, aku yang tadi mendekatinya dengan cloacking akibat terkenak skill itu secara otomatis terlihat, sang mechanic sedikit kaget dengan apa yang terjadi sedangkan sura tersebut sedikit tersenyum

“well, well, well lihatlah itu seorang guilotine cross, tetapi kamu bukanlah guilotine cross biasa benar kan envy”

Aku yang terjatuh di tanah lalu melihat ke arah sura dan menchanic itu dan melihat tato di tubuh mereka yang bergambar seperti phoenix hitam “ kalau melihat lambangmu sepertinya aku tau siapa kamu“

“ya kami adalah member dari guild phoenix pinion” jawab sura tersebut dengan santai sedangkan mechanic itu melihat dengan ekspresi kebingungan

“phoenix pinion ya” kataku sambil bangkit dari jatuhku tadi “sura dengan rambut panjang berwarna merah dari guild phoenix pinion, berarti tidak salah lagi kamu adalah . . . .”
 

Virtual Reality < New Begining, Episode 7>

  Virtual Reality < New Begining, Episode 7>

Aku membuka dengan berat kedua mataku, berusaha menggerakkan badanku tetapi tidak dapat di gerakkan, samar-samar terdengar beberapa orang sedang berbincang di dekatku sekarang ini setelah itu suara menjadi sunyi hanya terdengar beberapa suara langkah kaki yang mulai menjauh dari tempatku sekarang, aku mencoba membuka mulutku meski berat di rasakan

“aku dimana”

“oh kamu sudah bangun ternyata”

“. . .”

‘bangun? Ah iya benar tadi ada sebuah senjata seperti pistol yang ujungnya berada di leherku, dan terasa sebuah benda dengan ujung seperti jarum menembus kulit leherku dan membuatku kehilangan kesadaran’

“sepertinya kamu masih bingung ya”

“. . .”

“bisakah aku memanggilmu dengan sebutan black hat saja? Agar terasa familiar”

Mendengar perkataan orang itu aku sedikit kaget, karena tidak banyak yang tau nama inisialku di dunia itu, aku mencoba menggerakkan kepalaku ke arah orang yang berbicara kepadaku tetapi pandanganku masih sedikit kabur di tambah pencahayaan ruangan ini yang kurang cahaya

“aku dimana? Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan?”

Aku bertanya-tanya sambil menggerakkan tubuhku yang terikat di kursi dan kedua tanganku yang sedang di borgol terlihat di depanku

“tenang black hat atau fiko kita sekarang masih berada di aula sekolahanmu”

“kami adalah team dari cyber police dan sepertinya kamu sudah tahu apa tujuan kami berada di sini kan apabila mendengar kami dari mana”

Kembali kata-kata orang ini mengagetkanku membuat kepalaku langsung tertunduk lemas ‘berarti sudah ketahuan ternyata, sial gimana sekarang’ , aku mencoba mengangkat kepalaku untuk mencoba melihat wajah orang karena pandanganku sudah sedikit jelas. Wajahnya masih muda seperti anak kuliahan dan lebih tinggi dariku sekarang rambutnya lurus di sisir ke samping berwarna kecoklat-coklatan . Dia menggunakan kaca mata hitam ditengah ruangan yang kurang pencahayaanya seperti ini

Melihat sekelilingku ternyata memang benar aku masih berada di ruangan aula tetapi teman-temanku yang tadi di atas panggung sudah hilang tinggal aku sendirian di sini, posisi kursiku skrg berada di pinggir panggung jika di dorong sedikit maka aku bisa jatuh ke lantai d bawah, setelah melihat posisiku yang kurang menguntungkan aku mencoba kembali melihat sekelilingku, di pintu samping panggung yang menuju bagian belakang panggung terlihat seseorang dengan rambut yang panjang cuman wajah dan sebagian tubuhnya tidak terlihat karena kurangnya cahaya yang terlihat hanya rambutnya yang panjang dan sedang duduk di kursi, aku memalingkan wajahku dari tempat itu dan kembali melihat orang di depanku

“dimana teman-temanku sekarang? Kenapa kalian susah-susah menangkapku di sekolah, apa mau kalian sebenarnya?”

Orang itu mendengar pertanyaanku lalu berjalan menjauh mengambil sebuah kursi lipat dan kembali ke depanku, dia membuka kursi lipat itu dan di dudukinya

“temanmu? Apa benar mereka temanmu? Kalau dia temanmu seharusnya dia memberitahukan bahwa kamu sedang kami incar”

Orang itu tersenyum setelah mengatakanya lalu mengambil bungkus rokok dan mengeluarkan 1 batang rokok dari bungkusnya dengan di gigit lalu menyalakan rokok untuk membakar ujung rokoknya, aku yang mendengar kata-kata orang itu mengatakan sesuatu yang tidak dia tahu soal temanku membuat emosiku langsung naik

“kau orang bodoh, jangan pernah menghina teman-temanku seenakmu saja”

“hahahahahaha tenanglah sedikit black hat, mereka sekarang dalam perjalanan ke kantor kami, sedangkan kita sedang menunggu kendaraan untuk menjemput kita jadi selama itu mari kita berbincang-bincang sebentar, tentunya dengan santai”

“kamu belum menjawab pertanyaanku”

“ah soal kenapa menangkapmu? Bukannya memang itu sudah tugas kami untuk menangkap orang-orang yang mengganggu ketertiban dan keamananan di dunia maya?”

“jadi siapa orang yang memberitahumu identitas kami?”

Ketika aku menanyakan hal tersebut ekspresi orang itu yang awalnya dengan santai menghisap rokoknya langsung menjatuhkan rokoknya dan menginjaknya serta ekspresi wajahnya berubah sedikit tegang, dia memajukan kursinya semakin dekat di depanku

“soal itu bukankah sudah jelas kami memiliki semua informasi terbaru dari pada informan kami, apa lagi hanya menangkap kelompok kecil sepertimu itu bukanlah pekerjaaan yang susah”

“jadi tanpa bantuan informan itu kalian bahkan sebenarnya tidak bisa menemukan kami ya?hahahahahha sungguh menyedihkan sekali, pemerintah membayar orang seperti kalian menjaga dunia maya tetapi hanya untuk menangkap kami kalian harus susah payah, berapa lama informan itu bekerja untuk kalian? Bahkan kami sudah lama tidak bisa kalian tangkap”

“. . .”

Mendengar kata-kata provokasiku sepertinya membuat orang itu langsung bangkit dari duduknya lalu menyentuh kursiku dan di dorongnya kebelakang membentuk posisi 45 derajat seakan-akan dia akan membuangku dari atas panggung itu ke lantai di bawah, aku sedikit kaget dengan respondnya yang berubah derastis ketika memakan umpanku dengan mentah-mentah tetapi cara melakukanya sekarang benar-benar membuatku berada di posisi yang berbahaya. Jika saja dia melepaskan tangannya secara otomatis aku akan jatuh dari panggung setinggi 2 ½ M

“makanya aku benci apabila berurusan dengan bocah seperti kalian, kalian pikir kalian siapa?”

“kami siapa? Pertanyaan yang bodoh sudah jelas-jelas kami adalah hacker”

“bodoh katamu? Kamu mau merasakan jatuh dari ketinggian ini dengan kepala berada di bawah?”

Mendengar perkataanya aku sedikit takut, tiba-tiba suara semacam nada panggil terdengar dari sakut orang itu, dia menarik kembali kursiku dan di kembalikan di posisi semula dan menjauh dari tempatku berada, terlihat dari tempatku dia mengambil benda berbentuk persegi panjang berwarna putih dari sakunya dengan layar yang menutupi seluruh bagian depan benda itu dan menempelkanya di telinganya, ternyata itu adalah panggilan telepon dia berbicara sambil tangan kirinya menutupi mulutnya seakan-akan agar membuatku tidak dapat membaca gerak bibirnya

 ‘sebuah handphone?ah bukan itu seperti smartphone yang dulu sempat di pakai banyak orang tahun sekitar tahun 2012’

“di jaman seperti ini masih saja ada orang yang menggunakan smartphone”

Aku mengatakan hal tersebut sambil melihat ke arah pintu yang menuju belakang panggung tetapi orang yang duduk di sekitar tempat itu sekarang sudah tidak ada yang tersisa hanya sebuah kursi lipat yang berada di tempat orang itu berada tadi, aku kembali melihat ke arah orang yang tadi sedang menginterogasiku, dia sudah menutup telponya dan kembali ke tempatku

“kendaraan yang akan menjemput kita akan tiba sebentar lagi, sebaiknya kita bersiap-siap”

Dia membuka ikatan di badanku lalu menyuruhku berdiri dari kursi dan di suruhnya aku berjalan keluar aula di ikutinya dari belakang, di depan aula sekolah tampak sepi sekali hari ini aku melihat ke atas awan pun tetap gelap dan gerimis semakin mendukung keadaanku sekarang ini. Aku di suruhnya berjalan menuju halaman sekolah, selama perjalanan dari aula menuju halaman sekolah kami melewat banyak kelas, semua siswa dan guru yang berada di dalam ruangan ketika melihat kami berjalan langsung melihati dari dalam jendela kelas, pandangan mereka seakan-akan menghinaku dengan keadaan seperti sekarang bahkan terdengar sayup-sayup suara mereka menertawakanku. Orang itu masih di belakangku berjalan sambil bermain dengan smarthphonenya

Setelah melewati gerbang utama dari wilayah dalam sekolah menuju halaman depan sekolah yang melewati sebuah lorong penuh iklan pengumuman di temboknya aku menghentikan langkahku, membuat orang itu yang sedari tadi sibuk bermain dengan smarthphonenya menabrakku dari belakang, dia sedikit kaget melihatku berhenti mendadak

“hei kenapa berhenti”

Aku diam mendengar pertanyaanya, dia lalu memegang pundak kananku sambil sedikit mendorongku ke depan

“ayo jalan lagi”

Aku berjalan beberapa langkah dengan lambat membuat orang di belakangku sedikit jengkel melihat ulahku, dia langsung berjalan dan sekarang berada di depanku sambil melihatku

“kenapa kamu?”

Aku menundukkan kepala lalu aku membuat tubuhku seakan-akan tidak seimbang dan pura-pura terjatuh, terlihat sekilas dia memajukan kedua tanganya hendak menangkap badanku yang terjatuh ke arahnya berdiri, tepat ketika dia akan memegangku aku menghentakkan kedua kaki sehingga membuat sedikit dorongan dan menghantam tubuhnya sampai terjatuh di lantai, aku pun juga ikutan terjatuh di lantai tetapi aku langsung bangkit dan mencoba untuk kabur. Aku berlari dengan sekuat tenaga danakhirnya berada di ujung lorong dan melihat halaman sekolah yang sedang di guyur hujan dengan derasnya, aku akan berlari lagi tetapi terdengar sebuah suara letusan tembakan dari arah belakangku,aku yang mencoba berlari tiba-tiba merasakan panas dan terasa sakit dipundak kiriku, merasakan hal seperti itu membuat penglihatanku langsung gelap aku sudah tidak dapat berfikir lagi apa yang terjadi

                                                             ***

“huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. . . .”

“hah. . .hah. . . . hah. .  .”

“apa yang terjadi”

Fiko terbangun di tempat tidur rumahnya, dia bingung melihat sekelilingnya meski itu merupakan kamarnya sendiri

“tadi aku di tembak”

Dia mencoba membuka kaosnya dan melihat apakah ada bekas luka atau jahitan di pundak kirinya, tetapi yang terlihat hanya bekas luka lamanya

“mimpi kah tadi?”

Fiko masih terdiam di atas tempat tidurnya mencoba menenangkan pikirannya, sinar matahari sedikit masuk ke dalam kamar dan menerpa wajahnya, dia melihat ke arah jendela yang tirainya tidak tertutup penuh, dia masih diam sambil melihat cuaca cerah pagi itu terasa hangatnya sinar matahari di wajahnya memberikan sedikit rasa hangat. Fiko mencoba memejamkan matanya untuk lebih merasakan hangat matahari itu, setelah puas dia bangun dari tempat tidurnya kemudian metatanya seperti semula, dia berjalan menuju pintu kamar sambil menguap lalu membuka pintunya dan berjalan menuju lantai 1 dengan melewati tangga
Ketika berjalan di tangga rumahnya sebuah pesan masuk ke Xnecklacenya, fiko menggerakkan tangannya untuk membuka pesan yang ternyata dari wita

“hari ini ada perubahan jadwal mendadak, bawa pakaian olahragamu nanti jangan lupa”

Masih terdiam di tangga fiko melihat pesan itu lalu menutupnya

“ada-ada saja pagi-pagi begini”

Fiko berjalan langsung menuju meja makan dan melihat makanan yang berada di meja makan

“wah pagi-pagi begini ada nasi goreng”

Melihat salah satu makan kesukaanya dia langsung mengambil piring dan di isi dengan nasi goreng serta mengambil sendok, dia berjalan menuju ruangan keluarga yang berada di sebelah meja makan, fiko duduk lalu menyalakan televisi di depannya, sambil makan dia melihat acara di tv ternyata siaran yang di lihatnya adalah siaran berita nasional yang memperlihatkan penangkapan seorang pelaku kejahatan di dunia maya, terlihat penangkapan yang terjadi di sebuah internet cafe yang di lihat banyak orang dari kejauhan. Beberapa orang yang menangkap pelaku itu menggunakan pakaian jas berwarna hitam, tiba-tiba mata fiko terfokus melihat pada seseorang yang berada sedikit di belakang pelaku yang di tangkap

“itu kan . . .”

Fiko yang sedikit sadar akan sesuatu langsung menaruh piringnya di kursi dan maju mendekat ke layar televisi sebesar 32 inch tersebut

“sepertinya orang itu sama dengan orang yang berada dalam mimpiku”

Dia terdiam melihat televisi yang jaraknya dekat sekali dengan wajahnya, fiko lalu kembali ke kursinya dan mengambil piring yang masih berisi nasi goreng dan membuangnya di tempat sampah, dia meletakkan piringnya di cucian lalu berjalan menuju kamar mandi. Lumayan lama menghabiskan waktunya di kamar mandi fiko lalu kembali ke kamarnya dan menyiapkan oakaian olahraganya dan di masukkanya ke dalam tas, setelah memakai seragam dan sepatu dia langsung turun dan menuju pintu depan rumahnya. Dia menutup pintu dan mengkuncinya, dia berjalan menuju terminal MRT yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya
Selama perjalanan fiko memikirkan tentang mimpinya dan wajah orang yang terlihat di televisi tadi ‘apa yang terjadi sebenarnya, siapa orang itu’, dia bertanya-tanya dalam hatinya bahkan selama berada di monorail fiko hanya diam mencoba-coba mengingatnya, sedikit demi sedikit penumpangnya semakin penuh sampai ada seseorang yang menyapa fiko tetapi tidak di respond olehnya sama sekali

“hei fiko selamat pagi”

“. . .”

Orang yang menyapa fiko barusan lalu duduk di sebelahnya dan memukul bahunya sedikit

“ah”

Fiko menoleh ke arah orang itu dengan sedikit kaget

“selamat pagi”

Sapa seseorang yang ternyata adalah teman sekelasnya

“ow kamu wita, ya selamat pagi juga”

“dari tadi kamu di sapa diam aja kenapa?”

Mendengar pertanyaan wita fiko kembali teringat apa yang di pikirkannya tadi

“ah tidak ada apa-apa kok, by the way kenapa ada pelajaran olahraga mendadak hari ini?”

“entahlah aku juga kurang mengerti soal itu”

“hoo”

Setelah pembicaraan ringan barusan suasana menjadi hening kembali, fiko memejamkan matanya sambil membayangkan apa yang sebenarnya terjadi sedangkan wita sibuk melihat live streaming berita penangkapan penjahat di dunia maya melalu Xnecklacenya, melihat berita itu membuat wita melihat ke arah fiko yang masih memejamkan matanya. Perjalanan yang memakan waktu 30 menit dari rumah fiko menuju sekolah akhirnya berakhir, beberapa siswa yang menaiki monorail turun di terminal MRT itu meksi beberapa siswa terlihat bukan dari sekolah yang sama dengan wita karena di sekitar wilayah itu terdapat 2 SMA selain SMA Tunas Bangsa

Tampak kerumunan siwa sedang berjalan termasuk wita dan fiko tetapi tidak ada 1 kata pun keluar dari mulut mereka berdua, dari belakang terdengar suara panggilan memanggil nama wita

“wita tunggu”

Mendengar seseorang memanggilnya wita secara reflek berhenti berjalan di ikuti fiko dan melihat ke arah asal suara itu, dia melambaikan tangannya ke arah orang yang menyapanya. Ternyata itu adalah teman sekelas wita dan tentu saja teman sekelas fiko, terlihat 2 orang perempuan sedikit mengobrol bersama wita dengan suara pelan lalu melihat ke arah fiko berdiri yang posisinya berdekatan dengan wita dan teman-temanya

“eh wita kamu lihat berita penangkapan penjahat oleh cyber police td pagi?”

“ah iya menjijikkan ya orang seperti mereka, hanya demi uang mereka merusak kesenangan orang lain”

Teman-teman wita berkata sambil melihat ke arahku berdiri, wita terlihat diam saja mendengar teman-temanya mengatakan hal seperti itu, lalu wita mengajak teman-temanya untuk segera berjalan ke arah sekolah. Kelompok wita berjalan meninggalkanku yang hanya berdiri terdiam, dari jauh wita masih sempat melihat ke arah fiko berdiri tadi

                                                                   ***

‘Selama pelajaran pertama berlangsung aku tidak bisa  berkonsentrasi, ingin rasanya meminta maaf kepada fiko soal pembicaraan teman-temanku tadi pagi tetapi’, sekarang jam 9:00 pagi kelas fiko dan wita mendapatkan perubahan jadwal mendadak yang mengakibatkan mereka sekarang berada di lapangan basket di depan kelas mereka. Semua murid sedang memakai pakaian olahraga sekolah, hari itu kelompok murid laki-laki bermain sepak bola di lapangan bola yang berada agak jauh dari lapangan basket, sedangkan kelompok murid perempuan bermain basket. Selama pelajaran olahraga berlangsung fiko hanya duduk di bawah pohon besar yang terdapat di samping kelasnya, dia subuk membuka halaman demi halaman web mencari sesuatu yang mengganjal dirinya sejak tadi pagi

Wita dari lapangan basket yang letaknya sedikit jauh hanya dapat melihat fiko, akhirnya dia meminta ijin kepada guru untuk beristirahat di pinggir lapangan, wita yang berada di pinggir lapangan menggerakkan tangannya di udara menekan keyboard virtual di depannya lalu mengirim pesan ke fiko. Sebuah pesan masuk ke Xnecklace fiko, dia menekan pesan yang muncul di pengelihatannya dan sebuah window muncul di depannya

“maaf soal perkataan teman-temanku tadi pagi, mereka hanya bercanda kok jadi jangan di anggap serius ya :)”

Melihat pesan itu fiko terdiam sebentar lalu mencoba membalas pesan itu dan di kirimkanya kembali ke wita

“aku sudah biasa mengalami hal seperti itu jadi tidak perlu di pikirkan”

Setelah membaca pesan dari fiko, wita kembali melihat ke bawah pohon tempat dimana fiko duduk tetapi dia sekarang sudah tidak ada di bawah pohon tersebut. Fiko berjalan melewati taman yang berada di belakang kelasnya setelah membalas pesan dari wita ‘buat apa kamu pikirin hal itu tidak ada gunanya juga, aku sudah terbiasa mengalamai hinaan seperti itu. Orang-orang seperti mereka yang tidak mengerti arti hidup sebenarnya hanya mementingkan keuntungan untuk dirinya sendiri tampa memikirkan perasaan orang lain’, selama berjalan fiko hanya berbicara dalam hatinya. Sebuah pesan masuk lagi ke Xneckalcenya, dia hendak membukanya tetapi sedikit keraguan di pikirannya apakah itu pesan dari wita lagi, tetapi dia mencoba menghilangkan keraguannya dan menekan tampilan pesan masuk, sebuah window menampilkan isi dari pesan tersebut

“jadi kapan kita akan memulai Pknya black?”
 

Virtual Reality < New Begining, Episode 6>

 Virtual Reality < New Begining, Episode 6>


“kamu yang tadi mengirim pesan kepadaku kan? black hat”

Mendengar seseorang memanggilnya black hat melihat ke asal suara itu datang sambil membalas pertanyaan orang tersebut

“ya benar aku yang tadi mengirim pesan kepadamu. Vaith”

Mendengar jawaban black hat, vaith menganggukkan kepalanya tanda bahwa jawaban dia benar

“lalu skill apa yang mau kamu tiru?”

“hmm, skill bowling bash”

Setelah mendengar jawaban black, vaith menarik pedang berwarna hitam di punggunya. Pedang dua tangan berwarna hitam dengan ujung seperti kail [Executioner]

“sudah siap?”

“ayo kita mulai”

Mendengar jawaban black hat, vaith langsung mengaktifkan skill bowling bash yang membuat pedangnya di selimuti cahaya orange yang menyala, dia berjalan dengan santai menuju ke arah black hat. Setelah berada di depannya dia langsung menebas dengan satu serangan skill, black hat yang terkena tebasan dari skill bowling bash dengan otomatis terhempas ke belakang beberapa langkah. Setelah itu black hat membuka menu skill dan melihat bahwa skill bowling bash sudah di dapatkannya

“ya sudah dapat skillnya, terima kasih vaith”

Black hat mengaktifkan skill aktif [Preserve] untuk mengunci skill tiruanya agar tidak hilang jika terkena skill lainnya. Mendengar kata-kata dari black hat vaith yang msh tetap memegang pedangnya menawarkan sebuah ide kepada black hat

“bagaimana kalau kita latih tanding? Rugi kan kalau datang ke sini hanya untuk meniru skill saja tanpa mencobanya?”

Mendengar ide vaith black hat berfikir sejenak lalu mencari keberadaan envy yang sedang cloacking, setelah melihat sekelilingnya dan merasa tidak menemukanya black hat berfikir dengan mata tertutup, beberapa detik berfikir akhirnya dia membuka matanya dan mengangguk tanda setuju. Black hat menarik saber dari sarungnya dengan tangan kananya dan mengeluarkan shield kecil yang di pegang di tangan kirinya, vaith mengangkat pedangnya sedikit ke atas sedangnkan black hat memposisikan shield di depan tubuhnya dan saber dengan posisi horisontal. Posisi mereka berdua sudah siap untuk bertarung, kemudian envy tiba-tiba muncul di antara mereka berdua, secara otomatis vaith dan black hat sedikit kaget dengan kemunculan tiba-tiba envy di tengah-tengah mereka

“wah menarik sepertinya, baiklah aku akan menjadi wasitnya. Sistem pertarungan kita apabila salah satu dari kalian berdua life pointnya menyentuh warna merah dialah yang kalah, semua skill bebas di gunakan dan bebas menggunakan item penyembuh, bagaimana black? Vaith?”

“baiklah” “OK”

Mendengar jawaban mereka envy lalu mundur dengan skill back slide sampai di pinggir arena bertanding, dari kejauhan envy memberi aba-aba, black hat dan vaith melihat ke arah envy. Envy mengeluarkan sebuah white poiton lalu di lemparkannya di udara, botol potion tersebut melayang beberapa detik di udara, vaith dan black hat melihat botol itu melayang seperti lambat sekali di udara, ketika botol itu jatuh di lantai dan pecah menjadi partikel cahaya mereka berdua langsung saling melihat dan berlari

Vaith yang berlari dengan armor beratnya seperti terlihat tidak membawa beban yang berat karena kecepatan larinya masih bisa di bilang sama seperti black hat, karena executioner milik vaith termasuk kategory long sword dengan jarak yang sekitar 1,5m vaith langsung menebaskan pedangnya dengan posisi vertikal, black hat yang melihatnya langsung mengarahkan shieldnya menghadap ke atas untuk menghalangi executioner mengenai tubuhnya. Ketika executioner menyentuh lapias luar shield black hat sebuah tekanan terasa di tubuh black hat yang membuatnya langsung jatuh sambil menahan executioner, karena ujung executioner berbentuk seperti kail secara otomatis ujungnya mengenai bahu black hat dan membuat life pointnya berkurang. Black hat menahan serangan sambil melihat life pointnya yang sedikit demi sedikit berkurang ‘kalau seperti ini terus maka life pointku bisa jatuh ke warna merah dengan cepat’ , black hat berfikir sambil menahan executioner milik vaith

“apa cuman seperti itu saja?”

Kata-kata vaith mengagetkan black hat yang sedang berfikir, dia meliat ke arah vaith yang berada di atasnya, tiba-tiba vaith menendang tubuhnya dengan kaki kirinya yang membuat black akhirnya jatuh, karena tubuh yang tidak seimbang itu akhirnya shield yang tadi menahan executioner ikut tertarik membuat pedang itu langsung mengenai kaki kiri black hat

“argh”

Merasakan berat pedang itu balck hat sedikit menjerit, lalu black hat mengaktifkan skill hiding dan secara otomatis tubuhnya seakan-akan tenggelam ke dalam tanah. Black hat langsung menjauh ketika ada kesempatan, dia berjalan menuju pinggir arena pertandingan dan muncul di belakang tiang, black hat sedikit kaget dengan serangan vaith lalu melihat bar life pointnya ‘darahku sudah berada di garis kuning kalau seperti ini terus maka aku akan kalah’, black hat mengintip vaith yang berada di tengah arena pertandingan dari belakang tiang. Vaith masih dalam posisi bersiaga

“dimana dia bersembunyi”

Vaith berkata sendiri tetap dalam posisi siaga sambil melihat sekelilingnya, yang terlihat hanya envy yang sedang berdiri di salah satu sudut arena. Black hat yang masih bersembunyi tetap melihat dari kejauhan ‘bagaimana mengalahkan seorang rune knight, berfikir berfikir berfikir berfikir. . .. .  ah begitu ya’ , sebelum mencoba idenya black hat mengambil botol white potion yang tadi dia beli di kota payon lalu membukanya dan meminumnya, setelah isinya habis botol tersebut di letakkan dengan hati-hati di lantai tetapi efek hilangnya tetap terjadi, black hat melihat bar life pointnya yang td sudah 60% dan berada di garis kuning naik sedikit menjadi 70% dan berada di garis hijau

“ya segini mungkin cukup”

Black hat lalu bersiap-siap dengan shield dan sabernya lalu mengaktifkan skill hiding, dia tenggelam di dalam tanah dan berjalan dengan hati-hati ke arah belakang tubuh vaith, setelah menemukan posisi tepat di belakang tubuh vaith black hat langsung keluar dengan skill [Back Stab], sabernya di selimuti cahaya biru dengan cepat black hat menebas bagian belakang armor vaith sehingga membuat vaith sedikit kaget dan membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan tetapi vaith menahannya dengan executionernya di tancapkan di tanah lalu menendang black hat yang baru saja menyelesaikan skillnya. Terkena tedangan dari vaith black hat terjatuh di tanah, melihat black hat yang sedang tidak dalam posisi menguntungkan vaith lalu menarik pedangnya dan berlari dengan cepat sedang black hat yang baru bangun dari jatuhnya, beberapa saat kemudian vaith sudah berada di depan tubuh black hat sambil mengayunkan pedangnya secara horisontal

Kecepatan tebasan yang tinggi di arahkannya menuju bagian samping tubuh black hat untuk menebas kepalanya agar mendapatkan instant damage, black hat yang menyadari posisi tebasan executioner melempar shield di tangan kirinya ke kiri lalu mengaktifkan skill hiding. Executioner itu menghantam shield yang black hat lepaskan barusan sehingga shield tersebut melayang jauh dari tempat mereka berada, melihat serangannya gagal vaith mundur beberapa langkah dan bersiaga sambil melihat bar life pointnya yang terkena serangan black hat tadi

“lumayan juga life pointku berkurang 10%, tapi sekarang sudah waktunya untuk  serius”

‘untung saja aku melihatnya jika telat beberapa detik saja maka kepalaku sudah melayang di udara sekarang’

Black hat mengamati vaith kembali dari kejauhan, melihat vaith sedang bersiaga dia berfikir kembali dan menganalisa semua hasil pertarungan barusan. Memikirkan kembali pola serangan vaith yang mengincar instant damage, kecepatan lari dan tebasanya, timmingnya dan respondnya. Akhirnya black hat menemukan sebuah ide dari kejauhan black hat muncul dari posisi hidingnya dan berada di pinggir arena pertandingan, vaith mengetahui black hat muncul mengaktifkan skill [Wind Cutter] executioner di selimuti cahaya hijau menyala, black yang melihat cahaya pedang vaith dari kejauhan hanya diam melihatnya, tiba-tiba vaith dari kejauhan menebaskan pedangnya ke arah black hat yang di ikuti efek cahaya berwarna hijau  di pedangnya melaju dengan cepat ke arah black hat berdiri

Melihat cahaya hijau dari efek wind cutter menujunya, black hat langsung memposisikan tubuhnya tiarap sehingga serangan tadi mengenai tembok di belakangnya. Black hat bangkit dari tiarapnya dan langsung berlari di ikuti vaith yang tetap menggunakan skil wind cutter, melihat serangan itu datang black hat berlari zig zag untuk menghindar. Beberapa tebasan wind cutter dapat di hindarinya tetapi ketika jarak mereka semakin dekat black hat mulai sedikit kesulitan menghindar sehingga salah satu tebasan skill wind cutter mengenai tangan kanan dan kaki kanan black hat sehingga membuatnya jatuh ke lantai dan tanpa sadar melepas saber di tangan kananya

Terkena serangan barusan membuat life point black hat kembali turun ke garis kuning, selain life pointnya yang turun ketahanan armornya juga ikut menurun terkena serangan barusan, ide awal yang di pikirkan black hat akhirya di batalkannya karena terkenal skill yang baru pertama kali di lihatnya. Dia masih berada di tanah sambil sedikit merasakan sakit dari serangan tadi, meski hanya sebuah game tetapi rasa sakit tetap di kirim oleh sinyal menuju otak seakan-akan kita merasakan sakit yang sebenarnya. Vaith melihat black hat masih berada di lantai langsung berlari menghampirinya, executionernya menyala merah dia berlari mendekat dan menghantamkan pedangnya di tanah, black hat baru bangkit dari jatuhnya melihat executioner yang di selimuti cahaya merah menghantam tanah dan beberapa saat kemudian efek cahaya merah yang terlihat membara [Ignition Break] menyebar di sekitar vaith dan mengenai tubuh black hat. Rasa panas dari serangan barusan menyebar di sekujur tubuhnya dan membuat life pointya semakin mengurang di bawah 50%

Setelah terkena serangan barusan black hat bangkit dan mundur menggunakan back slide, dari kejauhan black hat masih dapat merasakan panas dari efek serangan vaith barusan

“seperti inikah gold skill. . . .”

“bagaimana black? Apa masih mau di lanjutkan?” tanya vaith dari kejauhan

“tentu saja sudah lama aku tidak merasakan adrenaline seperti ini”

Setelah mengatakannya black hat berlari tetapi bukan ke arah vaith melainkan menyusuri pinggir arena pertandingan, dia berlari sambil melihat vaith dari kejauhan. Vaith langsung mengeluarkan skill wind cutter untuk menyerang black hat yang berlari di pinggir arena, beberapa kali serangan wind cutter di lepaskan vaith untuk menyerang black hat tetapi semuanya dapat di hindarinya

“hoo begitu ya”

Setelah melihat serangan tadi black hat berlari lurus ke arah vaith, melihat itu vaith langsung melepaskan kembali serangan wind cutter dengan delay yang sedikit lambat, melihat jumlah wind cutter yang banyak black hat langsung hiding seketika itu vaith berlari mendekat dan kembali mengaktifkan skill ingnition break. Black hat masih berada dalam posisi hiding tetapi ketika efek ingnition break aktif black hat yang bersembunyi di dalam tanah merasakan efek panas dan secara otomatis tubuhnya keluar sendiri dari dalam posisi hiding

“bagaimana bisa”

Melihat black hat yang sedikit bingung vaith menjelaskannya “ itu karena skill ignition break efeknya menyebar bahkan saat kamu hiding efek itu juga dapat terasa, dan juga kamu tadi berada dalam area serangan skillku”

Mendengar penjelasan ringan vaith black hat kembali menjauh sambil melihat life pointnya yang sudah turun menjadi 30% ‘5% lagi maka life pointku akan merah, kalau sampai itu terjadi maka aku akan kalah’

“bagaimana black? Tidak ada salahnya kamu menyerah sekarang”

“seorang cowok tidak akan pernah menyerah”

Black hat berkata sambil melihat waktu yang melayang di udara ‘waktunya semakin menipis, apa bisa?ah iya tentu saja instant damage’ setelah menemukan ide instant damage black hat tersenyum, vaith yang melihat senyum black hat seditik bingung

“baiklah kalau seperti itu permintaanmu”

Dia sekali lagi melepaskan skill wind cutter ke arah black hat, black hat bergerak menghindari serangan tiba-tiba vaith dan kembali berlari, black hat berlari kembali di pinggir arena sambil sedikit memikirkan ide untuk dapat melakukan instant damage, seketika itu black hat menemukan ide dan melihat sabernya yang berada sedikit jauh di samping vaith berada, black hat langsung berhenti dan kembali berlari menujur arah vaith

“berapa kali mencoba juga hasilnya sama saja”

Setelah mengatakan hal tersebut vaith melepaskan lagi wind cutternya, black hat menghindar dengan hiding dan muncul kembali ke permukaan lalu berlari lagi. Jarak yang kurang dari 3m vaith memposisikan tubuh dan pedangnya unyuk mengaktifkan skill inginition break tetapi tidak keluar efek apapun

“kenapa tidak aktif”

Melihat itu black hat lalu menuju sabernya yang berada di lantai, vaith yang sedikit bingung melihat bar Spirit Pointnya sudah habis

“di saat seperti ini ada-ada saja”

Vaith mengambil botol dengan cairan berwarna biru [Blue Potion] dari dalam kantongnya untuk mengisi spirit pointnya kembali, melihat itu black hat yang sudah mendapatkan sabernya lalu menarik sebuah dagger di punggungnya dan di lempar ke arah botol dan mengenainya ketika vaith sedang membuka tutup botolnya, melihat botol blue potion yang di sentuhnya pecah dan hilang menjadi partikel cahaya vaith menoleh ke arah black hat tetapi dia sudah tidak ada di tempatnya tadi melempar dagger

Melihat itu vaith kembali mengambil blue potion dengan tergesa-gesa, ketika akan meminumnya tiba-tiba dari belakang sebuah tebasan dari skill back stab di pungungnya dan membuatnya jatuh ke depan, black hat kemudian mengaktifkan skill bowling bash yang tadi di tirunya dari vaith secara otomatis saber black hat di selimuti cahaya orange dari skill tersebut. Dia berlari mendekat ke arah vaith yang sedang tidak memegang executionernya karena jatuh terkena serangan black hat tadi. Dengan pasti black hat mengarahkan pedang yang sudah dia aktifkan skill bowling bash menuju leher vaith untuk mendapatkan instant damage, dengan cepat saber mengarah ke leher vaith yang masih kaget dengan serangan tadi
Saber black hat yang hampir mengenai leher vaith tiba-tiba terhenti, seluruh tubuh black hat mendadak terdiam untuk beberapa saat, vaith juga mengalaminya lalu muncul sebuah tulisan di depan tubuh black hat berwarna hitam dengan api berwarna biru mengelilinginya bertuliskan [ YOU LOSE ]

“ow sudah time up, maka dari itu pertandingan terhenti secara tiba-tiba” jawab envy dari pinggir arena pertandingan

Setelah tulisan di depan black hat menghilang tubuhnya kembali dapat di gerakkan, vaith langsung mengela nafasnya dan bangkit dari jatuhnya di bantu black hat

“hampir saja kalau tidak time up bisa-bisa aku sudah terkena instan damage”

“hahahha pertandingan yang menarik sekali, sudah lama aku tidak merasakan seperti ini”

Setelah black hat mengatakan hal tersebut mereka berdua langsung berjabatan tangan, envy mendekati mereka

“kamu tadi masuk lewat kota mana vaith?”

“ow aku tadi masuk dari kota prontera” mendengar itu black hat sedikit bingung
“prontera? Memang bisa masuk dari kota lain ya?” mendengar pertanyaan black hat vaith lalu menjawabnya

“tentu bisa tetapi tidak semua kota, hanya beberapa kota yang memiliki fasilitas masuk colleseum atau pvp room seperti ini”

“hoo seperti itu” jawab black sambil menganggukan kepalanya dan menyilangkan tangannya

“ya sudah kita berpisah di sini lain waktu kalau levelmu sudah naik kita bertarung lagi ya black”

“tentu saja”

Stelah mengatakan hal tersebut mereka mendengar sebuah suara menggema di dalam ruangan tersebut

“dalam 60 detik kalian akan secara otomatis di kembalikan ke bar masing-masing”
Setelah suara itu menghilang terlihat angka hitungan mundur berwarna merah, setelah angka menunnjukkan 0 tiba-tiba tubuh mereka smua di selimuti cahaya dan menghilang, beberapa detik kemudia mereka muncul di sebuah ruangan berwarna putih. Envy langsung membuka pintu di depan mereka, dia keluar ruangan di ikuti black hat, mereka keluar pintu yang posisinya agak jauh dari pintu dimana mereka masuk, envy kembali berjalan menuju pintu keluar bar di ikuti black hat di belakangnya

Baru saja keluar dari bar envy menghentikan langkahnya dan melihat sekelilingnya, setelah memastikan tidak ada orang di sekitarnya dia memanggil black hat

“black”

“apa?” sedikit kaget black hat menjawab

“karena kamu sudah mendapatkan skil bowling bash”

“. . .”

“bagaimana kalau kita melakukan PK?”

Mendengar ide envy black hat terdiam sebentar

“bbb. . . benarkah?”

“katanya kamu mau membuat guild PK kenapa tidak kamu rasakan sesekali rasanya Pk sebelum membuat guildnya?”

Black hat kembali berfikir sejenak “jangan sekarang envy, besuk saja kita atur waktu kembali”

“baiklah tetapi bagaimana kita dapat saling menghubungi?”

“oia ini aku kasik alamat emailku besuk kamu kirim saja pesan”

“baiklah, lalu sekarang kita mau kemana black? Hari masi sore”

“ah benar memang berapa lama kita tadi ya?”

“hmm... kita tadi bertemu sudah siang lalu bertarung di dalam map itu sekitar 1 jam itu juga belum sambil menunggu vaith membalas pesan dan menunggunya, juga pertandingan tadi terjadi selama 1 jam lamanya”

“haaa pertarungan tadi selama itu ya”

“ya itu masih tergolong pendek”

Mendengar jawaban envy black hat lalu berfikir sejenak dan bertanya lagi kepada envy

“oia kalau kita tidur di penginapan, apa kita akan kembali secara otomatis apa bangun kembali tetap di game?”

Mendengar pertanyaan black envy menerangkan bahwa di menu terdapat 2 pilihan menu untuk tidur, yaitu [log out sleep] dan [stand by sleep], jika memilih log out sleep maka ketika kita sudah tertidur secara otomatis akan log out dari game , tetapi jika memilih stand by sleep maka ketika tertidur kita masih berada di game dan bangun tetap di game

“ah seperti itu ya baiklah karena sudah sore dan di dunia nyata pasti sudah malam lebih baik aku tidur di penginapan payon dengan mode log out sleep”

“baiklah kalau seperti itu, aku masih ada urusan lain sampai bertemu besuk black”
Setelah itu mereka berpisah envy kembali berjalan menuju desa payon di utara kota dan black hat menuju ke penginapan payon, setelah mengisi daftar di npc penerima tamu black hat mendapatkan kunci kamar dan naik ke lantai atas. Setelah masuk pintu kamar di kunci black hat langsung berbaring

“ah melelahkan juga ternyata ya sudah aku akan pilih log out sleep saja”

Black hat menggerakkan tangannya untuk mengeluarkan menu option dan memilih seting log out sleep, setelah mengaktifkannya dia memejamkan matanya dan tertidur, secara otomatis black hat langsung log out dari game karena sudah tertidur


                                                         ***


Pagi menjelang aku bangun dari tidur, aku melihat keluar jendela dan menemukan awan masih gelap seperti kemarin sore, aku pun bangkit membuka pintu dan turun ke bawah. Berkeliling di rumah tetapi tidak menemukan ibuku, aku berjalan menuju meja makan dan melihat makanan sudah siap, dengan wajah masih mengantuk aku mengambil piring dan menaruh nasi di atas piring, mengambil beberapa ikan dan sayur lalu berjalan duduk ke arah kursi di ruang keluarga sambil melihat tv

Dengan malas-malasan aku makan sambil mengganti ganti acara tv, setelah makanannya habis aku lalu mematikan kembali tvnya dan menaruh piring di tempat cucian dan di kutinggalkan begitu saja. Aku melihat kulkas dan menemukan sebuah catatan “ibu berangkat dulu karena ada urusan mendadak di kantor” setelah membacanya aku berjalan menujur kamar mandi untuk mandi sebelum sekolah

Setelah mandi aku naik ke kamarku di lantai 2 mengambil seragam sekolah dari dalam lemari dan sedikit mengaca di depan cermin, setelah itu berjalan keluar sambil mengambil tas dari atas meja di dekat pintu kamar, aku keluar kamar dengan malas hari itu, turun ke bawah dan menuju ke pintu keluar rumah, pintu rumah kubuka lalu terasa angin dingin menerpa tubuhku . Aku melihat langit yang gelap menandakan akan hujan, kemudian mengambil payung yang berada di dekat pintu lalu menutup pintu dan menguncinya

Selama perjalanan jarang sekali orang terlihat bahkan di MRT pun pagi itu juga terlihat sepi tanpa ada orang 1 pun yang menaikinya. Setelah 30 menit perjalanan dari perumahanya menuju sekolahan aku turun di terminal MRT dekat sekolah, ternyata hujan sedang mengguyur wilayah sekitar sekolah

“untung aku membawa payung”

Aku membuka payung  dan berjalan menuju sekolahan, selama perjalanan menuju sekolahan  pun jarang terlihat murid berjalan atau guru sekalipun

“hee kemana semuanya apa aku berangkat terlalu pagi ya?”

Sambil melihat jam yang berada di sudut kanan atas pengelihatanku, ternyata masih jam 6:45 pagi tetapi jarang sekali terlihat murid-murid menuju sekolah dengan santai aku masuk halaman sekolah, terlihat beberapa mobil jeep bewarna hitam berada di teras halaman sekolah, ketika berjalan melewati gerbang kantor guru menuju lorong utama sekolah aku menerima pesan masuk ke Xnecklace dari ketua kelasku  “fiko kamu di suruh pak guru untuk datang ke aula sekolah kalau sudah sampai di sekolah” melihat pesan itu aku yang awalnya akan menuju ke ruang kelas yang berada di paling belakang sekolah berbalik arah dan menuju ke aula sekolah

Selama perjalanan terlihat murid-murid memandangiku dari dalam kelas, jarang terlihat murid satupun berada di luar kelas atau sekedar jalan menuju kelas mereka. Aku yang sudah sampai di depan aula hanya melihat 1 pintu yang terbuka di samping aula yang memiliki beberapa pintu di setiap sisinya,  akhirnya dengan malas aku melangkah mendekat ke arah aula

Ketika aku masuk beberapa langkah di dalam aula aku melihat suasana yang sepi, di atas panggung di sebelah kiriku yang berada di ujung aula, terdapat sebuah panggung untuk guru atau para anggota osis saat upacara tetapi sekarang di mataku terlihat 5 orang temanku sedang duduk di atas kursi dengan kaki terikat, badan mereka di ikat di kursi dan mulutnya di tutup kain, teman-temanku menggeleng-gelengkan kepalanya melihatku datang, melihat hal tersebut secara kaget aku merasakan dari belakang kedua pundakku di tekan oleh seseorang, bukan seseorang tetapi 2 orang mencengkram kedua pundakku dan memegang kedua pergelangan tanganku, aku memeberontak dengan keras tetapi kekuatanku tidak dapat membuatku dapat lepas dari mereka berdua, tiba-tiba sebuah benda seperti pistol terasa di leherku

Dengan perasaan takut dan rasa dingin dari senjata itu membuat tubuhku lemas, tiba-tiba terasa sesuatu di tembakkan dari senjata itu di leherku dan membuatku kehilangan kesadaran dan terjatuh ke lantai aula sekolah
 

VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 5 >

 VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 5 >

Setelah membaca perintah login pandangan fiko berubah menjadi gelap dalam sekejap, suasan sunyi dan gelap di kamarnya berubah menjadi peohonan hijau serta udara sejuk yang menerpa tubuhnya. Sekarang fiko bukan lagi murid SMA tetapi seorang Shadow Chaser di game Ragnarok Online bernama Black Hat
Pandanganya masih tetap kosong, pikiranya masih memikirkan segala hal yang terjadi sore tadi, hatinya masih tidak menentu merasakan berbagai perasaan yang terjadi

“HAAAA. . . . MESKI SUDAH ONLINE PERASAAN SEPERTI ITU MASIH SAJA MENGGANJAL”

Black hat berteriak di atas bukit dekat gua payon, dia mengingat kembali kenapa berada di sini saat online tadi ‘tadi siang bermain hanya 3 jam dan itu juga waktu istirahat, makanya kita lari keluar field dan mencari tempat aman agar dapat logout’. Black hat masih mengamati sekelilingnya, terlihat pintu masuk gua payon di sebelah kananya dan beberapa orang masuk, di belakangnya terlihat bangunan yang di penuhi lumut di atapnya yang merupakan [Toko Peralatan] di tempat ini, di bawahnya tampak danau kecil yang di kelilingi oleh pepohonan dan beberapa bangunan tua terbuat dari kayu

“sepertinya duduk di sini sebentar tidak ada salahnya”

Black hat mencoba duduk di dekat pohon di sampingnya lalu memejamkan mata mencoba merasakan deburan angin, suara daun, dan ranting pohon yang jatuh tertiup angin. Segala hal di tempat itu membuat perasaaanya menjadi tenang sekarang

“ternyata di dunia seperti ini ada tempat yang nyaman untuk menenangkan diri”

Setelah mengatakan hal tersebut dia membuka matanya kembali lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kota payon, ketika turun dari bukit dan berada di persimpangan jalan dia melihat seseorang dengan baju seperti bangsawan eropa menggenggam benda seperti gitar listrik duduk di atas sebuah batu sambil memainkan musik instrumental tanpa bernyanyi

Beberapa saat mengamati, orang tersebut sepertinya sadar bahwa dia sedang di amati lalu memalingkan wajahnya ke arah black hat berada, dia lalu menghentikan permainanya dan berkata

“kenapa kamu melihat saya?”

Black hat yang terlalu fokus mengamati kaget setelah mendengar orang tersebut melihatnya dan berbicara, dengan canggung black hat membalas pertanyaan orang tersebut

“ah itu, permainan musikmu bagus sekali”

Mendengar perkataan black hat orang tersebut tertawa kemudian diam sebentar dengan senyuman tipis tampak di wajahnya, kepalanya menghadap ke langit sambil berkata

“musik yang sebenarnya bukanlah sesuatu yang di hasilkan dari suatu hal yang bagus, tetapi menyampaikan perasaaanmu ke melodynya dan membuat orang lain merasakannya tanpa mengeluarkan sepatah kata itulah musik yang sebenarnya”

“arti kata-katamu sangat dalam”

“hahahahah aku mengatakanya dengan asal-asalan saja”

Jawab orang tersebut sambil tertawa sambil kembali melihat ke arah black hat

“umm, jarang sekali orang duduk di atas bukit sana apa kamu sedang memiliki masalah?”

Black hat sedikit kaget mendengar ucapan orang tersebut

“bagaimana kamu tau aku di sana?”

“hmm soal itu, sebenarnya saya baru saja sampai di tempat ini tetapi sebelum duduk saya melihat seseorang sedang berdiri di pinggir bukit tersebut seperti sedang mengalami beban pikiran yang berat. Apa kamu mau mencoba rasanya bunuh diri lewat game?”

Tanya orang tersebut kepada black hat yang membuatnya semakin kaget

“mana mungkin aku berfikiran pendek seperti itu”

Jawab black hat dengan lemas sambil sedikit menundukkan kepalanya

“lalu kenapa?” “ah maaf kita tidak saling mengenal seharusnya saya tidak pantas menanyakan masalah pribadi seseorang yang belum di kenal”

Setelah mengatakan hal tersebut suasana kembali sunyi yang terdengar hanya gesekan daun yang tertiup angin, tiba-tiba black hat membuka pembicaraan kembali

“memang kita belum saling mengenal tapi tidak ada salahnya kan kita berkenalan :)” “perkenalkan namaku Black Hat dan jobku adalah Shadow Chaser”

Setelah mendengar black hat berkata, orang tersebut dengan mata kagum dan berkata

“jadi seperti itu ya seorang shadow chaser” “jarang sekali player memainkan job itu karena tidak termasuk killer job”

Setelah mengatakanya orang tersebut turun dari batu lalu melangkah ke arah black hat, beberapa langkah akhirnya dia sudah di depan black hat. Sedetik kemudian telapak tangan kananya berada di dada sebelah kirinya lalu sedikit membungkukkan badanya ke depan

“perkenalkan namaku RIP, dan jobku adalah Joker”

Setelah mengatakanya dia menjatuhkan tangan kanannya kembali, mantel panjangnya berwarna ungu dengan hiasan bentuk diamond berwarna putih, dengan lengan pendek di tambah sepasang glove yang panjangnya sampai lengan berwarna putih kebiru-biruan. Pakaianya berwarna hitam dengan celana pendek yang bawahanya menggembung berwarna hitam dengan garis putih, sepasang boots berwarna putih setinggi lutut dan topi hitam dengan hiasan berbentuk seperti sepatu tangan yang di angkat berwarna putih dengan lingkaran berbentuk mata berwarna hitam berjumlah tiga. Sebuah gitar listrik berwarna hitam dengan dua neck dan headstock berbentuk setengah lingkaran yang di putus antara neck tersebut

Setelah memperkenalkan diri rip mengajak black hat untuk duduk sejenak di dekat batu tempat dia duduk tadi, mereka berdua duduk lalu rip kembali menanyakan hal yang tadi di tanyakannya

“jadi kamu sedang ada masalah ya di dunia nyata?”

Black hat yang mendengar pertanyaan rip menjawab dengan datar

“ya masalah yang cukup rumit dan tidak jelas sepertinya”

“hmm merepotkan juga ya hahahahaha” jawab rip sambil tertawa kecil

“kalau aku biasanya merasakan hal seperti itu maka aku akan melakukan apapun kegiatan yang menurutku menarik untuk melupakan sedikit soal masalah itu”

Black hat menoleh sebentar ke arah rip, tapi dia masih melanjutkan kata-katanya kembali

“tapi jangan selamanya melarikan diri dari masalah, lebih baik jika kamu menghadapinya. Karena tuhan memberi cobaan kepada umatnya sesuai dengan kemampuan umatnya”

Black hat yang mendengar akhir perkataan dari rip lalu tersenyum dan kembali menghadap ke depan

“benar, kata-katamu mungkin bisa sedikit memberiku pencerahan pada saat seperti ini”

Rip tertawa mendengar perkataan black hat, setelah beberapa lama berbincang black hat akhirnya meminta ijin untuk ke kota payon dulu dan akhirnya mereka berdua berpisah di persimpangan desa payon tersebut. Saat berjalan ke arah gapura kota payon black hat kembali mendengar suara gitar yang di mainkan rip
Setelah beberapa saat berjalan black hat tiba di gerbang sebelah barat istana payon dia mencoba masuk dan melihat istana itu setelah berkeliling sebentar dia keluar dari gerbang selatan istana, melihat banyak orang berjualan item dan equip. Dia berkeliling melihat equip tapi tidak ada yang memikat dirinya bukan karena efek equip atau modelnya cuma karena zeny (mata uang di game RO) miliknya tidak cukup, setelah berjalan cukup lama black hat sampai di depan pohon yang besar di tengah kota payon, dia melihat pohon itu sebentar kemudian teringat suatu hal dan mencoba membuka friend listnya melihat apakah envy sedang online atau tidak, setelah menemukan bahwa envy online dia mencoba mengirim pesan ke envy, akhirnya pesan pun dikirimnya


                                                         ***

Envy sedang berjalan di dalam gelapnya goa payon lantai 4 untuk mencari player yang sedang berburu [Moonlight Flower] bos monster map tersebut, berkeliling di goa yang di dalamnya terdapat desa tua payon yang terkubur tanah membuat suasana makin menegangkan, di tambah penerangan yang hanya menggunakan obor. Beberapa langkah berjalan tiba-tiba terdengar suara lonceng berbunyi

“itu dia”

Setelah mendengarnya envy langsung mengaktifkan [Cloacking] sehingga membuat tubuhnya seperti hilang di makan kegelapan, dia mencoba mencari asal suara itu dengan berjalan di atas atap rumah rumah tua yang berada di map itu. Jarak 200M ke arah selatan dari tempatnya berdiri dia melihat sosok perempuan berambut kuning keemasan dengan topi kepala rubah, glove serta boots
Dari kaki rubah dan sebuah ekor rubah. Tubuhnya di tutupi seperti helaian kain dari kulit rubah dan lonceng besar yang di bawanya berwarna emas

Di sekitarnya tampak monster rubah berekor 9 [Ninetaill] mengelilinginya, envy lalu mengamati wilayah di sekitar moonlight untuk mengetahui posisi player yang sedang berburu, posisi yang berseberangan dengan moonlight terdapat sebuah party berisikan Rune Knight, Arc Bishop, Warlock, dan Sura sedang bersiap-siap
Ketika envy mencoba mendekat untuk melihat pertarungan tiba-tiba sebuah pesan masuk dengan tanda merah menyala, dia membukanya dan melihat isi pesan tersebut lalu menutupnya setelah membaca. Niatan awalnya yang ingin memburu party tersebut di batalkannya dan kembali ke kota payon


                                                        ***

Black hat sudah tiba di tempat dimana mereka akan bertemu di atas bukit di belakang istana payon, setelah menunggu beberapa saat tiba-tiba sebuah sosok berpakaian hitam dengan armor berbentuk seperti tulang rusuk berwarna putih, dan syal hitam muncul di sebelah black hat duduk

“kamu kalau datang jangan bikin kaget -_-“

Jawab black hat yang sedikit kager dengan kedatangan envy

“hmm tempat yang kamu pilih benar-benar tepat untuk bunuh diri”

“sehari ini sudah 2 orang yang mengatakan hal seperti itu”

Sekarang mereka berada di bukit belakang istana payon yang di pisah oleh sungai besar di bawahnya dengan ketinggian sekitar 20M, akhirnya envy berjalan ke arah bukit yang lebih tinggi di pinggir kurangnya terdapat beberapa pohon besar

“di sini lebih baik dari pada kita berada di tempat tadi. Karena tempat ini jarang orang datang dan tentu saja kita tidak terlihat dari kota payon di bawah”

Black hat hanya mengangguk mendengar envy berbicara

“lalu ada urusan apa kita bertemu di sini?apa kamu sudah membuat guildnya?”

“kalau soal itu malah aku belum membuatnya hehehe” jawab black hat sambil tertawa ringan

“lalu ada masalah apa?”

“hmm aku melihat skill di bagian platinum skill, terdapat skill pasif bernama [Plagiarism] dan sepertinya skill itu bisa di gunakan untuk meniru skill orang lain. Aku berfikiran ingin meniru skill [Sonic Blow] milikmu”

Envy kemudian berjalan ke salah satu pohon di dekat jurang dan duduk, black hat yang melihat envy duduk di bawa pohon hanya terdiam, kemudian envy menyuruh black hat untuk ketempatnya

“sini”

Setelah black hat datang dan duduk envy mulai membuka sedikit mulutnya

“soal sonic blow, skill itu hanya bisa di gunakan dengan senjata ini”

Envy berkata sambil menarik 2 buah katar di pinggangnya ke depan

“jadi selain senjata itu, skill tadi tidak dapat dia aktifkan?”

Envy mengangguk mendengar perkataan black hat, setelah mengetahui jawaban envy black hat seperti kehilangan semangatnya

“apabila senjatamu adalah tipe one handed sword lebih baik meniru skill [Bash] atau [Bowlling Bash], tapi itu juga kalau kamu tipe serangan jarak dekat. Kalau tipe serangan jarak jauh lebih baik meniru skill panah ranger atau skill magic warlock”

“kalau dengan senjata saber ini dan shield bisa di bilang aku sekarang tipe jarak dekat, berarti lebih baik meniru bash/bowlling bash ya. Lalu cara menirunya bagaimana?”

Envy yang mendengar perkataan black hat lalu menundukkan kepalanya dengan lemas

“kamu ini kalau menjadi shadow chaser pelajarilah dengan serius skill jobmu”

“aku orang yang sibuk dengan berbagai macam pekerjaan di dunia nyata hahahahaha”

Kenyataan yang terjadi padahal sebaliknya karena black hat di dunia nyata apabila tidak memiliki niatan pasti akan malas melakukan suatu hal atau mencari info, mendegar jawaban black hat envy melihat dengan tatapan curiga dan dingin. Black hat yang menyadari tatapan tersebut langsung memiringkan wajahnya dengan ekspresi sedikit takut

“yah sudahlah berarti bisa di bilang aku sekarang harus memberitahu garis besar skillmu”

Waktu berjalan dengan singkat, envy menjelaskan berbagai macam skill yang di miliki oleh shadow chaser, mulai dari kegunaan efeknya dan lain lain, semua di bahas di pagi itu juga di RO. Setelah beberapa jam menjelaskan envy bangkit dari duduknya dan mengajak black hat ke bar kota payon untuk melihat matching list player yang berada di seluruh rune midgard

Setelah menentukan tujuan, mereka berdua berjalan menuruni bukit di belakang istana payon dan menuju ke bar yang berada di dekat pohon tua di tengah kota payon, perjalanan yang memakan waktu singkat akhirnya selesai. Mereka berdua tiba di depan pintu masuk, envy melangkah masuk duluan di ikuti black hat di belakangnya, envy berjalan ke arah meja bar tender berbentuk lingkaran yang berada di tengah ruangan

Di bar tender terdapat seorang npc pria muda sedang membersihkan gelas, envy duduk di kursi depan meja npc tersebut di ikuti black hat di sebelahnya. Setelah mereka berdua duduk envy melihat sekelilingnya,black hat masih diam saja menunggu perintah dari envy, beberapa kali melihat sekelilingnya akhirnya envy melihat ke sebelah kiri mereka duduk, di sana terdapat 2 buat layar besar yang digunakan untuk melihat daftar rank matching list rune midgard, dan layar sebelahnya di gunakan untuk melihat pertandingan di colleseum

Envy mengecek daftar nama, level, job characther, dan point. Dengan teliti dia melihat daftar player di layar tersebut, setelah yakin dengan namanya envy berbalik dan menghadap black hat, dia memanggilnya untuk memberitahu suatu hal

“ha?”

“black coba kirim pesan ke nick itu”

Envy berkata sambil menunjuk ke salah satu nama yang berada di matching list

“ok, tapi kenapa cuman memilih nama saja membutuhkan waktu yang lama?”

Mendengar pertanyaan dari black hat envy lalu membalasnya dengan tenang

“itu karena nick tersebut jarang sekali berada di colleseum untuk pvp, maka dari itu kita bisa meminta tolong untuk membantumu meniru skillnya”

Black yang masih belum paham bertanya kembali ke envy

“memang kalau orang yang sering pvp kenapa?”

“soal itu, mereka pasti memasang tarif agar kamu bisa meniru skillnya”

“ow begitu dan kamu tahu dari mana mereka sering ke pvp atau tidak?”

Black hat kembali bertanya dan envy masih menjawab dengan nada seperti biasanya

“kamu lihat matching listnya? Di sana terdapat nomer urut player, nick, level, job, dan yang paling kanan adalah pvp point”

“pvp point?”

“ya pvp point”

Envy menjawabnya sambil mengangguk pelan dan melanjutkan pembicaraaanya, sedangkan black hat masih bingung seperti biasanya

“itu adalah point untuk menentukan jumlah kemenangan di pvp, semakin tinggi pointnya berarti semakin sering dan pro seseorang di pvp, maka dari itu kita mencari orang dengan point pvp rendah agar dia mau membantu kita tanpa imbalan”

Setelah mendengar penjelasan envy, black hat mengangguk tetapi envy masih meneruskan pembicaraanmya

“dan beberapa perwakilan guild besar sering datang ke bar seperti ini saat jam tertentu salah satunya seperti sekarang, mereka menawari player yang point pvpnya tinggi dan merekrutnya ke guild mereka. Tentu saja harga yang di tawarkan tidak murah, sudah sekarang lebih baik kamu kirim pesan kalau dia setuju kita pesan map khusus yang berisi tidak lebih dari 5 orang”

“OK”

Black hat langsung mengirim pesan ke player yang di beritahukan envy, setelah pesan di kirimkan mereka berdua memesan minuman sambil menunggu balasan pesan player tadi. Setelah menunggu hampir 30 menit sebuah pesan masuk, black hat membukanya dan menentukan tempat map bertemunya. Setelah pengaturan jadwal di setujui envy berbicara kepada npc bar teder untuk memesan small pvp room, setelah itu npc tersebut menggerakkan tangannya di udara sehingga menampilkan tampilan window yang berisi map pvp dan colleseum. Npc itu menggerakkan tanganya beberapa kali lalu mengirim sebuah pesan ke envy berisi nama map serta password akses ke dalam map pvp

Setelah menerima pesan tersebut envy membayar harga pvp roomnya, mereka berjalan ke arah yang berlawanan dengan layar matching list. Setelah berjalan melewati beberapa meja yang penuh dengan para player yang melihat layar mereka akhirnya sampai di depan pintu bertuliskan [Entry Room] envy kemudian menyentuh tombol password akses room di depan pintu tersebut. Setelah mengisinya pintu secara otomatis terbuka, mereka berdua kemudian masuk ke dalam ruangan berukuran 3x3M berwarna putih seluruhnya. Di depan mereka tampak sebuah pintu besi berwarna hitam dengan hiasan tengkorak, terdiam beberapa saat tiba-tiba muncul window berwarna hitam di depan mereka bertuliskan [akses ke small pvp room dengan kode akses ***** sudah dapat di gunakan] berwarna biru cerah, setelah membacanya envy menekan tombol [OK] berwarna merah di bawah pesan tersebut

Beberapa detik kemudian window tersebut menghilang secara halus dan pintu di depan mereka otomatis membuka, envy berjalan masuk di ikuti black hat di belakangnya. Mereka masuk ke dalam sebuah lorong yang suasananya remang-remang, setelah berjalan beberapa langkah pintu masuk tadi langsung menutup dan menghilang. Black hat menoleh kebelakang dengan sedikit kaget lalu kembali melihat cahaya putih di depan mereka

“di sini merupakan rest area map pvp ini dan juga save area, jadi selama berada di sini kita aman dari serangan apapun dan juga life point secara otomatis bertambah lebih cepat, jika kamu kalah dan mati secara otomatis kamu akan muncul di sini lagi”

Mendengar envy berbicara black hat sambil melihat lorong tersebut, lorong berwarna hitam dengan penerangan remang-remang dari obor di tembok, lorong dengan panjang 6M dan lebar 3M di hiasi batu berwarna hitam di temboknya dan lantainya samar- samar terlihat karena cahay dari obor

“dari sini kamu maju sendiri aku akan masuk ke sana dengan cloacking, oia 1 lagi cepat kirim dia password akses map ini pasti dia sedang menunggu pesan itu”

Envy berkata di ikuti dengan black hat yang mengirim password akses ke room tersebut, setelah mengirim pesan black hat melihat ke depannya tetapi envy sudah menghilang seperti di telan kegelapan. Akhirnya black hat berjalan sendiri melewati lorong itu dan melihat apa yang ada di tengah ruangan, ternyata ruangan tersebut berbentuk persegi dengan 2 lorong save area, terdapat pilar yang menjulang ke atas berada di pinggir ruangan, lantai dan temboknya terbuat dari batu yang terlihat mengkilap seperti marmer

Black hat melihat ke atas dan mendapati bentuk atas ruangan yang setengah lingkaran dengan hiasan gambar perempuan berambut emas dengan helm seperti kesatria berwarna hitam, memakai armor berwarna hitam dengan tombak berwarna merah di tangan kananya di tangan kirinya terdapat glove yg terbuat dari besi yang ukurannya di atas normal dengan bulu-bulu ungu kehitaman yang menutupi sebagian lengannya. Di punggungnya terdapat sayap berwarna hitam. Lumayan lama black hat melihat lukisan tersebut dari bawah, di kejauhan envy tetap melihat sekelilingnya sambil cloacking

Kemudian terdengar suara langkah dari armor yang berat, envy dan black hat langsung melihat ke arah lorong save area di seberangnya, dari dalam kegelapan lorong save area terlihat samar-samar sesosok pria menggenakan armor yang terlihat mengkilap, sebuah pedang berwarna hitam sedikit nampak di punggung orang tersebut, suara langkahnya semakin mendekat ke arah black hat. Beberapa detik kemudian akhirnya nampak wujud dia yang sebenarnya terkena cahaya di tengah ruangan tersebut

“kamu yang tadi mengirim pesan kepadaku kan? black hat”
 

Virtual Reality < New Begining, Episode 4>

 Virtual Reality < New Begining, Episode 4>

Sebuah pertarungan akan terjadi antara Guilotine Cross melawan Rune Knight dan Arc Bishop

“sepertinya lawanku hari ini cukup mudah” sang guilotine cross membuka percakapan kepada lawannya

“kamu yang sendirian tidak mungkin bisa menang melawan kami” sang rune knight membalas perkataan guilotine cross itu dengan sombongnya

“apa tidak sebaiknya kita mundur aja perasaaanku tidak enak melihat dia”  arc bishop memberi tau kepada teman partynya tetapi sang rune knight mengacuhkan kata2 temannya dan meminta buff suport untuk melawan guilotine cross tersebut
Rune knight mengambil langkah menuju guilotine cross yang jaraknya sekitar 10m dari mereka, beberapa hentakan kaki membuat jarak antara mereka berdua mejadi kurang dari 3m, pedang 2 tangan rune knight memancarkan cahaya berwarna orange [Bowling Bash] di aktifkan, posisi pedang yang awalnya berada bawah sebelah kanan di tebaskan ke atas menuju badang guilotine cross, 2 katar guilotine cross mengeluarkan cahaya ungu [Weapon Block] dan membentuk seperti huruf x untuk meredam efek serangan rune knight

Jarak yang kurang dari 2m terlihat seperti slow motion antara keduanya saat mengeluarkan skill masing2, akhirnya serangan mereka saling bertemu beberapa detik kemudian dan menghasilkan efek yang membuat mereka berdua sedikit terpental kebelakang. Setelah efek weapon block menghilang kemudian sebuah cahaya kuning keluar dari katar guilotine cross [Sonic Blow] dengan 1 hentakan kaki guilotine cross sudah di depan rune knight, sebuah serangan berjumlah 10 hit yang berkecepatan tinggi di arahkan ke tubuh Rune Knight yang tidak dapat menghindar, sekilas terlihat seperti sebuah kekuatan melindungi rune knight tersebut, efek dari suport skill arc bishop [Kyrie Eleison>] (menciptakan perisai tidak terlihat untuk mengurangi damage serangan lawan, jumlah serangan yang dapat di block sebanyak 10 hit)

Dari belakang arc bishop kembali mengeluarkan skill suport [highness Heal] (skill penyembuhan dengan level yang lebih tinggi dari heal untuk memulihkan life point) membuat life point rune knight kembali penuh, guilotine cross lalu mundur menjauh dari rune knight tersebut dan mengeluarkan sebuah botol dari dalam sakunya lalu di lumurkan cairan tersebut ke senjatanya dan tiba2 tubuh sang guilotine cross tersebut menghilang dalam cahaya remang2 gua payon
“aktifkan skill [Oratio](menurunkan efek dari ketahanan terhadap elemen holy dan sekaligus memberi tanda di udara untuk melihat lawan yang bersembunyi)” perintah sang rune knight kepada arc bishop, setelah skill tersebut aktif rune knight langsung melihat sekelilingnya mencari tanda cahaya di udara untuk mengetahui posisi musuh tetapi sudah terlambat karena efek cahaya tersebut ternyata berada di belakang arc bishop, tiba2 muncul tubuh guilotine cross tersebut dari kegelapan dan langsung menebas tubuh arc bishop hingga jatuh ke tanah

“dia terkena racun guilotine cross tersebut untuk mengurangi life point” tiba2 kurama berkata mengagetkan black hat dan sooyoung yang fokus melihat pertarungan tersebut dan kembali melihat pertarungan tadi

Arc bishop tersebut mengerang kesakitan di tanah dengan life pointnya yang terus menurun, ternyata cairan di senjata guilotine cross adalah [Leech End] (sebuah racun untuk mengurangi life point lawan setiap beberapa detik selama 300 detik), rune knight tersebut yang tau temannya sudah terjatuh langsung mengaktifkan skill [Frenzy] (meningkatnya maksimum life point, kecepatan gerak dan kekuatan serangan  secara drastis beberapa waktu. Flee menurun dan tidak dapat menggunakan potion  atau skill lain dan life point terus berkurang setiap detik) tanpa berfikir panjang sang rune knight maju dan menyerang membabi buta ke arah guilotine cross tersebut

Tapi guilotine cross tersebut dapat menghindar dari serangan rune knight dengan mudah, setelah beberapa kali menghindar terlihat sebuah celah untuk menyerangnya, dengan 1 tebasan yang masih memiliki efek racun leech end guilotine cross tersebut menyerangnya dan membuat  efek racun mengenai rune knight. Efek racun leech end dan skill frenzy membuat life point rune knight tersebut berkurang secara drastis, di lain sisi sebuah cahaya putih berada di tanah
“cahaya apa itu? Sebuah skill?

Black hat yang belum tau bahwa cahaya itu merupakan [Death Light] yang menandakan bahwa di tempat tersebut terdapat seorang player yang sudah mati dan waktu cahaya itu masih ada maka player tersebut dapat di bangkitkan lagi dengan skill atau item pembangkit, dan selama cahaya itu masih ada player yang mati dapat melihat dan mendengar apa pun yang berada di sekitarnya tapi ada wilayah tertentu yang tidak bisa membangkitkan seorang player meski death light masih ada, death light aktif selama 3 menit sebelum player kembali ke tempat simpan posisi terakhirnya

Terlihat sang rune knight terhuyung2 di tembok gua seperti kesakitan, guilotine cross dengan santai berjalan menghampiri rune knight itu sambil melihatnya dengan tatapan dingin, beberapa menit kemudian tubuh rune knight bercahaya dan menghilang di gantikan sebuah death light, sebuah window muncul di depan tubuh guilotine cross menandakan item yang di dapatnya setelah melakukan PK

“sepertinya aku pernah berbicara dengannya tapi dimana ya? Hmm ah iya di penginapan di kota moroc kalau tidak salah namanya hmm....”

“envy” black hat berkata kepada sooyoung dan kurama

“gak mungkin itu berarti dia adalah guilotine cross yang terkenal sebagai player PK yang tidak kenal ampun” sooyoung berkata seperti itu membuat black hat memiliki pertanyaan di kepalanya dan mulai menanyakannya

“player Pk yang terkenal ya *.*, kita ajak dia bergabung sama guild kita kalau udah berdiri yuk”

“mana mau dia black join dengan kita, aneh2 aja kamu itu”

“hmm sepertinya ide yang menarik black siapa tau dia berminat bergabung dengan kita” tiba2 kurama ikutan bergabung dalam obrolan mereka berdua

Tiba2 sebuah guilotine cross mendengar sebuah teriakan yang memanggil namanya dari dalam gua payon lantai 2

“hai envy” dia pun menoleh ke dalam lantai 2 dan berjalan ke arah black hat kurama dan sooyoung berada

“black bodoh kamu, ngapain panggil dia, liat tuh sekarang dia ke sini” sooyoung berkata sambil memukul kepala black hat

“apa dia akan menyerang kita juga? Kalau sampai hal itu terjadi kita tidak memiliki kesempatan menang karena party kita tanpa seorang DPS type jarak dekat” kurama dengan khawatir berkata dan bersiaga dengan bow nya yang siap di lepaskannya

“kalau sampai itu terjadi lebih baik membuatnya beku lalu lari dari tempat ini” sooyoung melanjutkan kata2 kurama

“apa kita log out aja di sini, meski mati kan drop equipnya di random” kata black hat dengan santai

“gila kalau sampai equipku yang bagus drop aku bunuh kamu di dunia nyata” sooyoung marah mendengar ide gile adik kelasnya itu

Beberapa menit kemudian mereka sudah saling berhadapan antara Envy dan party milik black hat

“ow kamu yang dulu bertanya soal kota moroc kan, hmm kalau tidak salah namamu black hat” envy membuka percakapan sambil menaruh kedua katarnya di pinggangnya

“betul sekali, cara bertarungmu tadi benar2 keren, apa kamu mau join dengan guildku nanti?” kata black hat, envy yang sedikit kaget dengan ajakan black hat tiba2 memikirkan suatu hal

‘sudah lama aku tidak merasakan seseorang mengajakku untuk bergabung dalam suatu hal, bukan di dunia ini saja bahkan di dunia nyata semua orang seperti tidak memperdulikan keadaanku, mereka seperti tidak merasakan keberadaanku meksipun aku di sekitarnya. Di dunia ini juga bahkan mereka seperti menghina apa pun hal yang aku jalani, tapi kenapa dia mengajakku?’

Tiba2 kembali suara dari black hat terdengar di telinganya
“aku eh bukan aku tapi kami, guild kami membutuhkan seseorang yang hebat seperti kamu karena kami ingin membuat guild Pk pertama di game ini” dengan santai black hat berbicara

“guild PK huh?” envy berkata dengan sedikit kaku

“ya guild Pk kita lihatkan teror bukan kepada sesama guild yang berseteru tapi kepada seluruh rune midgard, buktikan kita ada di sini dan teror itu benar2 adanya” black hat berkata lagi dengan semangat yang membara

“menarik juga kita lihat saja nanti, tapi sebelum itu tambahkan saja namaku dalam daftar temanmu kalau kamu butuh sesuatu hubungi aku saja” setelah mengatakan itu envy berjalan ke dalam lantai 2 gua payon

Kurama dan sooyoung yang tidak percaya dengan apa yangmereka dengar lalu berkata

“seperti mimpi ya say”

“bener banget aku seperti tidak percaya seseorang seperti dia mau join sama kita”

Tiba2 sebuah tawa terdengar
“hahahahhaha tentu saja siapa dulu yang mengajaknya” black hat berkata dengan sombongnya


                                                          * * *

Bangun di kelas yang terdengar sepi sekali tanpa suara ramai murid fiko sedikit bingung

“lho pada kemana sih kok sepi banget, apa sudah pulang ya?”

Fiko melihat jam di kanan atas pengelihatanya “ padahal masih jam 11:30 bukanya jam masuk kelas baru di mulai tapi kenala sepi sih”

Tiba2 sebuah pesan masuk kedalam Xnecklacenya “tidur terus aja gapapa kok cuman sekarang semuanya lagi di lab bahasa kalau kamu telat bangun dan datang ke lab dalam 10 menit bisa2 hal menakutkan menimpamu nanti”

Ternyata pesan itu datang dari teman 1 kelasnya bernama wita, seorang cewek berambut panjang berwarna hitam yang di biarkan terurai, setelah membaca pesan singkat tersebut fiko langsung bangkit dari kursinya dan berlari menuju lab yang berada dekat dengan kantin sekolah, sambil berlari dia mengirim pesan ke wita menanyakan apa guru bahasa berada di lab, dengan bercanda wita membalas pesan fiko

“ sepertinya sekarang kamu beruntung fik karena gurunya sedang keluar lab, kalau aku jadi kamu lebih baik lari dengan kecepatan tinggi lalu masuk ke dalam lab”

Beberapa saat setelah membaca pesan tersebut fiko sudah sampai di depan lab dan langsung berlari masuk ke deretan paling belakang

Berbeda dengan fiko hafiz bangun di kels dengan suasana yang masih ramai karena guru pelajaran selanjutnya tidak bisa hadir, beberapa menit kemudian ami memasuki kelas dan duduk di bangkunya yang berada di bagian depan kelas
Siang itu berlalu dengan cepat, sebelum kelas berakhir hafiz mengirim pesan ke fiko bahwa dia dan ami tidak bisa menemaninya hunt karena mereka akan pergi ke mall sepulang sekolah dan setelah pulang langsung mengerjakan tugas, setelah menerima pesan tersebut fiko lalu menutupnya. Bel pulang sekolah berbunyi menandakan bahwa waktu sekolah telah usai [jam 15:00]

Fiko keluar dari dalam lab bahasa menuju gerbang sekolah, udara sore begitu dingin karena awan menjadi sedikit gelap matahari tidak menampakkan sinarnya, dia melewati lapangan voli outdoor  berjajar 4 yang senin kemarin di gunakan untuk upacara, terlihat banyak siswa pria sedang bermain bola akhirnya fiko yang awalnya ingin langsung pulang kemudian duduk di lantai jalan depan salah satu kelas di dekat lapangan

Sambil menatap para siswa yang sedang asik bermain bola fiko bertanya pada dirinya sendiri ‘sepertinya menarik melihat orang lain saling berinteraksi dengan sesamanya, apa itu yang di namakan persahabatan? Apa aku bisa memilikinya juga?’

Tiba-tiba terdengar suara perempuan yang terdengar tak asing menyapanya

“kenapa hanya duduk di sini? Gak pingin gabung sama mereka?”

Fiko menoleh kepada asal suara itu, di sampingnya berdiri seorang siswi teman satu kelasnya yang tadi memberitahukan perpindahan kelas menuju lab bahasa setelah jam istirahat saat dia baru logout dari ragnarok online

“bergabung?”

“iya bukanya mereka 1 angkatan dengan kita juga?”

“apa orang sepertiku pantas bergabung dengan mereka?”

“maksudmu dengan pantas?”

Wita bertanya dengan sedikit agak bingung soal pertanyaan fiko

“apa orang yang pernah melakukan sebuah kejahatan sepertiku pantas memiliki seorang teman? Bahkan orang orang menganggap aku seperti sampah yang tidak pada tempatnya”

Setelah mengatakan itu fiko menundukkan kepalanya suasana menjadi hening yang terdengar hanya suara para siswa yang sedang asik bermain bola di tambah suasana awan yang semakin gelap menandakan akan turunya hujan, tiba tiba wita yang tadi berdiri di samping fiko kemudian duduk

“sebesar apapun kesalahan seseorang, selama dia menyadarinya dan mau berubah pasti suatu saat ada seseorang yang akan datang kepadamu dengan tulus di saat kamu terjatuh maupun sukses itulah arti seorang teman, apa kamu tidak menyadarinya bahwa kamu memilikinya?”

Mendengar perkataan wita fiko yang awalnya menundukkan kepalanya lalu sedikit kaget dan menaikan kepalanya, wita melanjutkan kata-katanya kembali

“kakak kelas yang sering bersamamu dan masih mau menjadi temanmu meski dia tau kamu pernah melakukan sebuah kesalahan besar di masa lalu”

Setelah berbicara seperti itu wita kemudian diam, fiko akhirnya tersadar dari pemikirannya yang terbelenggu ‘benar aku memiliki seorang teman yang masih mau menerimaku apa adanya’ , kembali wita berbicara

“atau mungkin selain teman kamu juga membutuhkan seseorang untuk berbagi perasaan”

Setengah kaget mendengar perkataan wita , fiko langsung berbicara tanpa pikir panjang

“pacar maksudmu?” sambil berkata dia menoleh ke arah wita lalu kembali menghadap ke arah para siswa yang berada di lapangan voly tersebut sambil bertanya lagi ke dalam dirinya sendiri

‘pacar? Sebuah cinta? Aku pernah dulu berfikir soal cinta tapi. . . . kehidupanku tidak lah sama seperti anak normal seumuranku’ setelah bertanya pada dirinya sendiri fiko mencoba mengeluarkan kata2 dengan sedikit berat
“hmm sebenarnya . . . aku. . . .”

“aku ingin sekali merasakan apa yang di namakan cinta tapi hidupku tidak sama dengan anak anak yang lain, ekonomi keluargaku sedang terpuruk semenjak ayahku tiada, hanya ibuku yang saat ini bekerja demi kelangsungan keluarga kami, dan yang bisa aku lakukan hanya membantu sedikit dengan cara menghasilkan uang dari game online setidaknya biaya sekolah bisa aku tangani sendiri. Mungkin faktor ekonomi yang membuatku tidak berani berfikir jauh soal cinta . . . “

Wita setengah kaget mendengar kata yang barusan keluar dari mulut fiko, dia menatap wajah fiko dengan berbagai pertanyaan muncul di otaknya ‘apa seberat itukah hidupmu sampai kamu melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu sendiri’ setelah befikir seperti itu wita membuka mulutnya

“cinta, tidak membutuhkan sesuatu yang di namakan materi, cinta adalah ikatan suci antara 2 manusia yang saling mengerti dan menyayangi. Kalau kamu berfikir seakan cinta itu membutuhkan materi untuk mendapatkanya itu adalah salah”
Mendengar sebuah perkataan dari teman sekelasnya fiko kembali terdiam di pikirannya berkecamuk berbagai pertanyaan kembali soal sebuah cinta yang sudah lama dia lupakan ‘mana mungkin, memang mudah berkata seperti itu jika kamu seorang anak yang hidup dalam keluarga yang normal, tapi hidupku setiap harinya di penuhi perjuangan untuk dapat bertahan hidup’

Setelah memikirkan kembali  pemikiran soal cinta hati fiko merasakan sesuatu yang lama tidak dia rasakan, sakit bercampur rindu terasa di dadanya seakan menekannya untuk membebaskan perasaan itu tapi dia mencoba meredamnya dengan menutup matanya dan menghela nafas mencoba sedikit melupakan arti
kata cinta yang sebenarnya dia inginkan lalu fiko membuka kembali kata-katanya

“entahlah aku masih tidak mau memikirkan soal cinta dan sejenisnya, memiliki seorang teman untukku saat ini sudah merupakan anugerah terbesar” setelah mengakatan itu fiko berdiri dari lantai, wita yang tadi duduk di sebelahny lalu menoleh ke arahnya sambil berkata

“memang sekarang kamu main game lagi? Game apa itu?”

Fiko yang berdiri menoleh kebawah ke arah wita duduk di sampingnya
“ragnarok online”

Wita kembali kaget untuk sekian kalinya mendengar ucapan fiko dia menatapnya dengan tatapan tidak percaya

“Rrr. . .ragnarok katamu?”
“iya ragnarok memang kenapa?ada sesuatu yang salah ?”

“ah tidak kok, memang level berapa dan job apa kamu?dan bergabung di guild mana?” wita mencoba menyelidiki info soal fiko di dunia game tersebut

“aku masih baru main beberapa hari, soal jobku sepertinya sekarang waktunya belum tepat untuk mengatakannya dan soal guild. . . kalau kamu memang player RO lihat saja nanti akan datang sebuah guild yang akan mengacaukan rune midgard”

Jawab fiko dengan santai, dia kemudian melihat jam di kanan atas pengelihatannya

“ah sudah jam 15:30 aku sebentar lagi ada urusan soal pekerjaan baruku dan terima kasih kamu telah mau menemaniku berbincang tadi :)“

Wita yang awalnya duduk kemudian berdiri sambil bertanya kepada fiko
“pekerjaan? Memang kerja apa kamu?”

“aku Cuma melamar kerja part time di salah satu fast food di mall olympic, oia aku duluan ya karena sebentar lagi aku harus test interview, aku duluan ya wita see you later”

Fiko berkata sambil melambaikan tangannya lalu berbalik arah dan berjalan menujur gerbang sekolah, wita yang masih berdiri hanya membalas lambaian teman sekelasnya yang sekarang sudah tidak terlihat lagi

“kerja part time? Sampai seperti itukah dia menjalani hidupnya”

                                              * * *


Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit menggunakan MRT dari sekolahnya fiko mencapai mall olympic yang berada di tengah kota malang, dia kemudian berjalan masuk menuju calon tempat dia bekerja di lantai 2 mall tersebut. Setelah sampai di depan fast food fiko masuk lalu bertanya kepada pegawai soal test interview

“ah permisi kak saya mau bertanya test interviewnya di sini?”

Seorang pegawai perempuan berambut pendek memberitahukan fiko untuk menunggu manager tempat tersebut  di salah satu meja, setelah menunggu 5 menit sang manager datang ke mejanya dan langsung melakukan test interview setelah beberapa pertanyaan di ajukan sang manager diam sejenak lalu memberitahukan fiko dapat bekerja mulai besuk sepulang sekolah di tempat itu
Setelah itu manager tersebut pergi, fiko berdiri dan langsung meninggalkan tempat tersebut sesampainya di pintu keluar dia mendengar suara seseorang memanggil namanya. Dia menoleh ke tempat asal suara itu datang

“eh fiko kesini juga?”

Suara yang berasal dari ami terdengar jelas di depan ami tampak hafiz yang sedang makan lalu melihatnya juga, fiko kemudian menghampiri meja mereka

“ah iya aku baru selesai makan tadi, aku duluan ya”

“sini aja dulu fik sepertinya kamu tergesa gesa gitu kayaknya?” hafiz berkata untuk mencegah fiko pergi

“ah gak deh kalian lanjutin aja, aku masih banyak urusan aku pergi dulu ya guys”

Ami dan hafiz hanya dapat melihat fiko yang keluar dari resto tersebut

“sepertinya dia lagi banyak pikiran ya say” ami bertanya kepada hafiz

“sebaiknya kita biarkan saja dia menyendiri” hafiz berkata sambil sedikit ragu melihat fiko yang tidak seperti biasanya

Ketika sampai di pintu loby mall fiko melihat ke arah luar, hujan telah mengguyur kota malang sore itu tapi dia tetap saja keluar mall tanpa menggunakan mantel hujan atau payung menuju terminal MRT, setelah perjalanan 20 menit akhirnya dia tiba di terminal MRT di perumahannya, fiko berjalan menuju rumahnya meski hujan masih turun dengan lebat sampai di depan pintu rumahnya dia menyentuh pintu sehingga mengeluarkan window berisi papan ketik angka untuk password kunci rumahnya. Setelah mengisinya pintu rumahpun terbuka dia membukanya dan masuk

“aku pulang”

Tidak ada suara jawaban dari dalam rumah tentu saja karena ibu fiko bekerja di kantor hingga larut malam, dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badanya setelah itu berjalan ke kamarnya di lantai 2 dan mengganti pakaiannya yang telah basah tadi karena hujan, fiko terdiam melihat ke arah jendela kamarnya hujan masih lebat mengguyur kotanya di iringi malam yang semakin gelap. Akhirnya fiko merebahkan badanya di atas kasurnya menatap langit langit kamar sambil bertanya kepada dirinya

‘apa yang terjadi padaku sekarang? Kata-katanya seperti membuat perasaaan yang telah lama ku pendam muncul kembali, sebuah rasa soal cinta tapi . . . ‘
Setelah berfikir lagi soal itu fiko memejamkan matanya lalu berteriak

“bisa gila lama lama mikir soal ini”

“lebih baik login ke game saja”

Setelah mengatur suhu ruanganya melalui virtual window fiko memejamkan matanya sambil berkata

[Connection Start]